PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 35


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Seminggu kemudian......


Hari ini merupakan hari keberangkatan aku dan teman-teman ku ke Bali.Sedari pagi,bibi dan mang Diman sudah sibuk untuk bersiap ikut mudik bersama ku kali ini.


Karena memang biasanya,hanya aku saja yang mudik.Tapi kali ini berbeda,bunda memilih untuk mengajak mereka juga untuk ikut bersama ku.


''Non,ayo.....''


''Nanti keburu siang,kita kan berangakt jam 9." ucap bibi yang sudah berdiri di ambang pintu.


''Iya bi,ini aku juga udah selesai kok."


Aku pun langsung mengambil tas kesayangan ku dan menghampiri bibi.


''Hayu,''


Kami pun langsung turun ke lantai bawah,karena mang Diman sudah lebih dulu turun untuk mengambil mobilnya.


Waktu yang di butuhkan untuk sampai ke bandara,hanya sekitar 40 menitan.Selama di perjalanan tadi,aku pun sekalian sarapan pagi karena belum sempat sarapan waktu di apartemen.


"Sudah tidak ada yang tertinggal kan bi?" tanya ku.


"Tidak ada non,semuanya sudah bibi masukan.''


"Itu,makanan pesanan bunda juga udah?"


"Sudah itu,di box kecil yang tadi bibi bawa."


"Ya sudah....."


Saat aku tengah mengobrol dengan bibi,tiba-tiba saja ada panggilan masuk.Aku langsung meraih HP dari dalam tas ku.


''Iya bunda,"


"Udah berangkat,nak.''


"Ini lagi di jalan,sebentar lagi baru sampai bandaranya."


"Oh ya sudah kalau gitu.Nanti bunda jemput kalian di bandara."


"Baik bunda,"


Aku pun langsung mematikan telponnya dan melanjutkan kembali makan ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setibanya di bandara,saat aku baru saja turun dari mobil.Tidak sengaja aku bertemu dengan ibunya Eran di depan lobi bandara.


Beliau langsung tersenyum dan menghampiri aku.


''Ya ampun,cantik sekali Dira." ucapnya.


''Makasih tante,"


"Eran udah duluan masuk,ini tante baru mau balik."


"Oh gitu,"


"Titip Eran yah,mungkin kalau papahnya libur tante juga,mau susul kalian ke sana.''

__ADS_1


"Tapi,masih belum pasti.Semoga aja tante bisa nyusul kalian semua ke sana." lanjutnya.


"Iya tante,aku tunggu."


"Ya sudah,semoga kalian semua sampai dengan selamat.Kalau begitu tante,duluan yah."


"Iya tante,hati-hati." ucap ku sambil melambaikan tangan.


Setelah kepergian ibunya Eran,aku langsung masuk ke dalam lebih dulu.Karena memang bibi tengah menemani mang Diman untuk memarkirkan mobilnya lebih dulu.


Aku pun langsung menuju ruang tunggu sambil menarik koper.Ternyata di sana sudah ada Eran yang tengah memainkan HP nya.


''Hai......." sapa ku.


''Oh kamu sudah tiba ternyata,maaf yah aku tidak menyadarinya."


"Yang lain mana?"


"Mereka kan,udah lebih dulu masuk ke pesawatnya.Mungkin sebentar lagi pesawatnya terbang."


"Oh,mereka duluan.Aku kira kita bakalan bareng berangkatnya."


"Tidak lah,kan beda maskapai juga."


"Oh iya,kalau boleh tahu kamu pesawatnya tipe apa?"


"Kalau tidak salah,boeing 737 berapa gitu.....''


"Lah sama dong,aku duduk di seat nomor ini." ucapnya sambil menunjukan tiketnya.


"Wah,kita hanya terhalang satu seat aja ternyata." balas ku setelah melihat nomor tempat duduknya.


Tidak lama kemudian,bibi dan mang Diman pun datang menghampiri aku.


"Eran bentar yah,aku mau cek tiket ku dulu."


Kami pun langsung menuju counter untuk melakukan pengecekan tiketnya.Setelah itu,barulah aku dan yang lainnya langsung menuju ke gate untuk masuk ke dalam pesawatnya.


Kali ini,penumpangnya penuh tidak seperti biasanya.Mungkin karena kebanyakan anak-anak sekolah yang liburan,jadinya mereka pun sama melakukan perjalanan untuk berlibur.


"Sampai ketemu nanti yah," ucap Etan saat kami berpisah.


"Um......"


Aku pun langsung duduk di kursi yang sudah tertera di tiketnya,untungnya aku kebagian duduk tepat di samping jendela.Jadinya aku bisa melihat pemandangan dari dalam.


Aku sempat melihat ke arah bibi dan mang Diman,mereka berdua terlihat tegang.Padahal ini bukan kali pertama buat mereka naik pesawat.


"Kenapa bi? Bibi kelihatan banget tegang banget."


"Iya non,sudah lama juga kan bibi nggak bepergian menggunakan pesawat."


"Iya juga sih,"


Pesawatnya pun akhirnya lepas landas,bibi pun langsung memegang tangan ku karena kaget dengan getaran yang di timbulkan saat pesawat baru take off.


Aku hanya tersenyum dengan apa yang di lakukan bibi barusan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami pun sampai di Bali dengan selamat,setelah terbang kurang lebih sekitar 2 jam.

__ADS_1


Eran pun langsung menghampiri aku dan kami pun keluar dari pesawatnya bersamaan.


"Mereka menunggu kita di mana yah?" ucap ku.


"Tidak tahu,paling mereka nunggu di ruang tunggu.Mana berani mereka ninggalin kita duluan." balas Eran.


Setelah turun dari pesawatnya,aku pun langsung di sambut oleh bunda dan seorang supir.


Bunda langsung memeluk ku dan tidak hentinya terus tersenyum.Terlihat raut kegembiraan dari wajah beliau setelah melihat kedatangan ku.


"Ya ampun,akhirnya bibi sama mang Diman bisa sampai di sini juga." ucap bunda.


"Iya nyonya," balas bibi dan mang Diman bersamaan.


"Oh iya,teman-temab kamu sudah menunggu di mobil.Tadi bunda tidak sengaja bertemu dengan mereka." jelas bunda.


"Oh jadi bunda udah lebih dulu ketemu sama mereka.Syukurlah kalau begitu,"


Aku pun langsung mengikuti bunda dari belakang,menuju mobil yang di oarkirkan di bagian depan bandaranya.


"Itu dia mereka,"


Nadin pun langsung turun dari mobil setelah melihat kedatangan ku.


"Dira......!" serunya.


"Ya ampun,kalian lama banget sih." ucapnya.


"Ya namanya juga kita beda pesawat sama beda jam terbangnya juga."


"Eh,aku malu tahu sama bunda kamu." bisiknya.


"Apaan sih kamu,"


"Nak,kalau begitu bunda naik mobil yang depan sama bibi dan mang Diman.Kamu di mobil belakang aja sama mang Gusti." ucap bunda.


"Iya bunda,"


"Nanti kita mampir dulu untuk makan siang,sebelum ke rumah."


Setelah memberitahu ku,bunda pun langsung masuk ke dalam mobil yang di parkirkan di bagian depan.


"Lah terus ini supir siapa?" tanya Nadin.


"Ya sama,hanya saja mang Gusti supirnya tante aku."


"Oh,aku kira dia sengaja di sewa buat nganterin kita."


"Tidak,"


Kami pun langsung masuk ke dalam mobilnya,aku sendiri kebagian duduk di depan.


Sekalian aku menerangkan juga sama teman-teman nama tempat yang kami lewati nantinya.


Sepanjang perjalanan Nadin tidak hentinya terus berbicara dan menanyakan segala sesuatu yang dia lihat pada ku.


"Ya ampun,ini kayak pertama kalinya aja kamu datang ke sini." ucap Rio.


"Ya emang bukan sih,tapi kan beda aja."


"Ini kan pertama kalinya kita liburan bareng setelah sekian lama." lanjutnya.

__ADS_1


Aku pun hanya tersenyum mendengar ocehan Rio dan Nadin barusan.


__ADS_2