PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 15


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Hanya saja?" tanya Nadin.


"Hanya aja tadi aku beli dulu cilok,kebetulan yang belinya cukup banyak.Jadinya kita telat," timpal Rio.


"Oh aku kira kenapa,"


Kami pun langsung mengambil bagian kami masing-masing dan setelah itu kami makan cemilan yang sudah di beli Nadin tadi pagi.


Sampai tidak terasa,waktu istirahat pun tiba dan kami pun masih tetap asik ngobrol di bawah pohon.


"Ke kelas yuk,malu.Soaknya yang lain udah pada keluar buat istirahat." ajak Surya.


"Ih ngapain harus malu,ini kan tempat umum.Siapa aja boleh nongkrong di sini kali." timpal Nadin.


"Ya bukan itu,hanya saja nggak enak aja.Pastinya nanti bakalan ada banyak siswa juga yang pada istirahat di sini."


"Iya juga,sebaiknya kita pindah tempat saja.Ya kalau kamu nggak mau ke kelas,kamu bisa pergi kemana gitu," timpal Rio.


"Ya udah deh,hayu.....'' balas Nadin dengan malas.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah berganti pakaian,aku langsung berpamitan sama teman-teman ku untuk pergi ke perpustakaan.


"Aku mau ke perpustakaan yah,ada buku yang harus aku balikin soalnya." jelas ku.


"Oh ya usah,tapi aku nggak bisa nemenin kamu.Nggak apa-apa kan,soalnya aku merasa ngantuk nih.Lumayan kan untuk tidur sebentar." ucap Nadin.


"Iya aku juga sama," sambung Rio.


"Ya udah sih,lagian aku juga tidak akan lama.Aku cuma mau balikin ini buku sama mau minjam kembali."


Aku pun langsung mengambil buku yang akan aku kembalikan dari bawah meja.Setelah itu,barulah aku beranjak keluar dari kelas menuju ke perpustakaan.


Sesampainya di sana,ternyata belum begitu banyak orang.Aku pun langsung menghampiri bu Ida yang tengah sibuk dengan komputernya.


"Siang bu....."


"Eh Nadira,"


"Kamu sudah masuk ternyata."


"Iya bu,baru hari ini aku kembali masuk."


"Ibu tahu kondisi kamu dari wali kelas kamu,kebetulan hari itu ibu beristirahat sama beliau.Dan beliau sempat menceritakan tentang keadaan kamu,karena ibu bilang 'sudah lama tidak lihat kamu datang ke perpustakaan." jelas bu Ida.


"Terus bagaimana keadaan kamu sekarang?"


"Udah mendingan bu,ini tinggal nunggu kulitnya mengelupas dan kering saja." ucap ku sambil menunjukan kondisi tangan ku.


"Ya ampun,kok bisa sampai segini nya.Ibu kira nggak separah ini." ucap beliau sambil perlahan menyentuh tangan ku.


"Ya begitu lah,aku nya saja yang kurang berhati-hati."

__ADS_1


"Oh iya,ini bu buku yang waktu itu aku pinjam.Maaf ya bu,agak telat aku balikinnya."


"Iya nggak apa-apa,"


Setelah memberikan buku nya,aku pun langsung menyimpannya kembali ke tempat semula.Aku pun kembali menjatuhkan pilihan pada buku yang sepertinya merupakan koleksi baru di perpustakaan.Mengingat aku baru pertama kali melihatnya di perpustakaan.


Tanpa berpikir panjang,aku langsung mengambilnya dan langsung menuju meja favorit ku.


Setelah duduk beberapa saat dan membaca beberapa lembar,aku merasakan mata ku sangat berat.Dan akhirnya aku pun tumbang sambil tidur di atas bukunya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


*Di Kelas........


"Teman-teman,sepertinya hari ini sampai pelajaran terakhir nggak akan ada guru.Soalnya barusan kata pak Sodikin guru-guru tengah menghadiri acara di balai kota." jelas Septi.


"Ini benar kan?" ucap Nadin.


"Iya,aku sudah memastikannya dua kali sama pak Sodikin." balas Septi yakin.


"Tapi beliau bilang,kita tidak boleh meninggalkan sekolah sebelum jam sekolahnya berakhir.Kita baru bisa pulang,kalau jam sekolahnya sudah tiba.Belau meminta kita untuk belajar secara individu saja untuk hari ini." jelas Septi kembali.


Sorakan semua murid pun menggelegar,mereka langsung berhamburan keluar dari kelas.


"Enaknya ngapain yah,sambil nunggu waktu pulang tiba." ucap Rio.


''Kalau aku sih,pastinya mau main game aja." timpal Surya.


"Mabar-mabar ......" lanjut nya.


"Eran kami mau gabung nggak?" tanya Rio.


"Nggak aku mau ke toilet dulu," balas Eran.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku pun terbangun dari tidur ku,karena kaget mendengar bunyi benda yang terjatuh cukup keras.


Saat aku kembali membuka mata,pertama kali hal yang aku lihat adalah Eran yang tengah tertidur menghadap ke arah ku.


"Sejak kapan dia di sini?" ucap ku pelan.


Aku langsung kembaki posisi ku dan membenarkan rambut ku yang agak berantakan.


"Lah ini udah jam 11 aja," ucap ku kaget saat melihat jam dari ponsel ku.


"Berarti kalau begitu,aku tidak mengikuti pelajaran ke tiga dong.Ya ampun Dira,bisa-bisanya kamu tidur begitu nyenyak nya sampai-sampai tidak ingat waktu." gerutu ku pelan.


"Kamu kenapa sih? Malah ngedumel sendirian." ucapan Etan tiba-tiba saja mengalihkan perhatian ku.


"Oh kamu udah bangun juga ternyata,"


"Ayo cepat kita ke kelas,kita udah terlambat nih." ajak ku langsung menarik tangan nya.


Numun,Eran malah menahan ku.

__ADS_1


"Kenapa,ayo....." ajak ku kembali.


"Gurunya sedang ada pertemuan,jadinya pelajaran ke tiga sama terakhir tidak akan ada pelajaran sampai kita pulang nanti." jelas Eran.


"Hah yang benar," ucap ku langsung kembali duduk.


"Iya,lagian buat apa aku juga bohongin kamu."


"Tadi Septi sendiri yang kasih pengumumannya," lanjutnya.


"Syukurlah," ucap ku lega.


"Aku mau lanjutin dulu tidur ku,nanti kasih tahu aku kalai udah jam 12."


Eran pun langsung kembali tidur dengan posisi kepala yang mengahadap ke arah yang beralawanan.


Karena merasa tidak enak,aku pun memutuskan untuk melanjutkan kembali bacaan ku yang tadi sempat terhenti.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Eran,bangun......''


"Ini udah jam 12,sebentar lagi waktunya untuk kita pulang." lanjut ku.


Eran lun perlahan terbangun dan meregangkan tangannya.


"Perasaan baru aja aku tidur,masa sekarang sudah jam 12 aja." ucapnya tidak percaya.


"Nih lihat....."


Aku pun memunjukan jam yang ada di ponsel ku.


"Benar ternyata,"


"Ya udah yuk." ajaknya.


Kami berdua pun langsung beranjak dari tempat duduk kami,aku pun sempat menuju ke mejanya bu Ida untuk munta ijin meminjam buku kembali.


Setelah mendapatkan stempelnya,aku langsung menghampiri Eran yang menunggu aku di dekat pintu keluar.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Lah,kok kalian bisa bareng sih?" ucap Nadin yang sudah menenteng tas ku di tangga yang menuju ke kelas.


"Ah itu,"


"Tadi sepulang dari toilet,aku tidak sengaja lewat ke perpustakaan dan melihat Dira tengah berada di sana,jadinya aku menghampiri dia." jelas Eran.


"Iya lucunya,malaj kami berdua tertidur lagi di kelas.Untungnya hari ini gurunya tidak masuk," sambung ku.


"Pantas,wajah kalian tampak bengkak gitu." ucap Rio.


"Emang iya?" tanyanku tidak percaya sambil memegang wajah ku.


"Nggak,aku hanya becanda.Ya udah yuk,ini sudah waktunya untuk kita pulang." ajaknya.

__ADS_1


Tidak lupa,Rio pun memberikan tas milik Eran yang dia bawakan dari kelas.


__ADS_2