
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepulang sekolah,kami pun langsung berpisah.Tidak seperti biasanya,kami biasa nongkrong dulu di parkiran atau tidak di samping lapangan sambil menunggu yang lainnya bubar.
Sesampainya di parkiran,aku langsung masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk mandi.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Non,kok tumben sudah mandi." ucap bibi yang tengah membereskan pakaian milik ku.
"Iya bi,kebetulan hari ini aku ada janji sama teman-teman ku untuk belanja di mall.Mereka mau beli pakaian buat nanti liburan ke Bali." jelas ku.
"Oh,pantas saja."
"Mau di antar sama mang Diman? Biar bibi telpon mang Diman untuk menyiapkan mobilnya."
"Boleh deh,tapi di drop aja.Soalnya pasti bakalan lama,nanti pulangnya aku minta teman ku aja untuk anterin." pinta ku.
"Baik non,"
Setelah selesai menata pakaiannya,bibi pun langsung keluar dari kamar ku.
Aku pun langsung bersiap untuk berganti pakaian dan memoles wajah ku dengan make up.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku pun akhirnya sampai di mall,setelah meminta pulang sama mang Diman. Aku langsung masuk ke dalam mall nya.
"Di mana yah,mereka." ucap ku sambil meraih HP dari dalam tas.
Aku pun langsung menelpon Nadin,untuk menanyakan keberadaan dia sekarang.
"Halo...."
"Iya Dira,"
"Kamu dimana? Aku udah sampai nih,"
"Kita udah di lantai 2 nih,ayo ke sini."
"Oh ya udah kalau gitu,"
"Dah...."
Aku pun langsung naik eskalator untuk menuju ke lantai 2 nya.Ternyata benar saja,mereka berempat tengah berdiri di depan salah satu toko yang cukup terkenal.
"Hai......"
"Maaf yah,aku telat."
"Kita juga baru aja sampai kok," timpal Surya.
"Ya udah yuk,kita coba dulu cari di toko ini dulu." ajak Rio.
Kami pun langsung masuk ke tokonya dan mulai berpencar.Untuk mencari pakaian yang kami mau.
Aku sendiri sebenarnya tidak ada yang ingin aku beli,hanya saja aku tidak enak dengan teman-teman ku yang lain.
Karena memang,aku sudah punya beberapa baju di rumah yang di Bali.
''Dira,menurut kamu ini bagus nggak?" tanya Nadin pada ku sambil menunjukan dress pantai yang dia bawa.
"Bagus,hanya saja warnanya terlalu terang.Coba kamu cari warnanya yang agak kalem,pasti lebih bagus."
__ADS_1
"Oke......"
Dia pun langsung berlari menuju tempat penyimpanan dress tadi.
Aku sendiri memilih untuk melihat-lihat kaca mata.Ternyata aku baru ingat,aku tidak punya kacamata untuk pergi ke pantai nya nanti.
"Kamu nggak beli apa-apa?" tanya Eran mengagetkan ku.
"Ini aku lagi lihat-lihat kacamata,"
"Kamu sendiri bagaimana?" tanya ku balik.
"Ini aku sudah selesai,aku cuma butuh ini aja." balas nya.
"Masalah baju,nanti gampang tinggal beli aja di sana.Lagian di sana juga,pasti ada banyak toko yang jual pakaian bukan?'' tanya nya.
"Iya sih banyak,"
"Tapi mereka kok ribut banget sih,pada mau beli pakaian di sini."
"Ya paling nanti juga di sana mereka beli lagi," balas ku sambil tersenyum.
"Kamu sering pulang ke Bali?" tanya nya.
"Nggak juga,paling kalau ada libur panjang seperti sekarang.Atau kalau ada tanggal merah aja."
"Berarti jarang dong,"
"Ya begitu lah,paling kalau aku tidak bisa pulang ke sana.Bunda yang pulang ke sini seperti kemarin."
"Oh iya,berarti nanti kedepannya setelah kamu selesai sekolah di sini,kamu bakalan ikut dong sama bunda kamu?''
" Tidak tahu juga,bisa saja aku masih stay di sini untuk lanjut kuliah.Bisa juga iya,"
"Kamu sendiri bagaimana?"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Dira,Eran......"
"Ayok,kita udah selesai nih." panggil Surya.
Kami pun langsung menghampiri mereka yang sudah antri di kasir.
"Tumben,nggak lama." bisik ku pada Nadin.
"Ya untungnya kali ini,koleksi di sini cukup lengkap juga.Jadinya aku tidak kesulitan untuk mencari apa yang aku mau." jelas nya.
"Oh......"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah selesai belanja pakaian,Rio pun menyarankan untuk lanjut menonton film.Katanya hari ini ada film baru yang baru rilis.
Sesampainya di bioskop,aku dan Nadin langsung di minta untuk menunggu di ruang tunggu.
"Tumben banget,biasanya dia minta aku buat pesenin makanan." ucap Nadin kesal.
"Iya tumben,"
"Tapi nggak apa-apa lah,sekali-kali biar mereka yang pesenin.Mereka juga pasti sudah tahu makanan kesukaan aku." balas Nadin.
Setelah menunggu sekitar 15 menit,mereka pun kembali dan menghampiri kami.
__ADS_1
"Yuk,sebentar lagi filmnya mulai." ajak Rio.
"Emang nonton film apa sih?" tanya ku.
"Udah lah,ikut aja.Nanti juga kalian tahu," balasnya.
Aku sudah merasa curiga sama Rio kali ini.Aku pun mengikuti mereka dari belakang,
"Emang kamu yakin mau lihat filmnya?" bisik Eran.
"Emangnya film apaan sih?" tanya ku.
"Kalau nggak salah,apa sih tadi.Pokoknya film horor kalau nggak salah,"
"Ikh Rio......"
"Pantes aku udah merasa curiga sama dia," lanjut ku.
Dengan berat hati,aku pun mengikuti Rio dan yang lainnya dari belakang.Aku ingin sekali memberitahu Nadin,tapi dia sudah lebih dulu berjalan di bagian paling depan dengan Surya.
Kami pun langsung duduk di kursi yang sudah di tentukan,kebetulan aku giliran duduk di sampingnya Eran dan Nadin.
"Nadin....." bisik ku.
"Apa?"
"Kamu tahu nggak,kita sekarang bakalan nonton film apa."
"Nggak tahu," balas nya,malah asik makan popcorn yang di belikan Rio tadi.
"Emangnya apaan?" tanya nya kembali.
"Film horor,"
"Oh....." jawabnya datar.
"Apa? Film horor?" lanjutnya dengan wajah yang terkejut.
Dia pun langsung berbalik melihat ke arah Rio dan langsung memukul Rio.
"Ih kamu rese banget sih,usil banget."
"Apaan?" tanya Rio heran.
"Kenapa nggak bilang,kalau kita mau nonton film horor sekarang?"
Rio pun tersenyum puas bersama Suraya.
"Lah emangnya kamu nggak sadar,harusnya sebelum masuk kami lihat dong di depan studionya kan ada di pajang." jelas Rio.
"Ya mana aku perhatikan aneh,"
"Ua udah sih,sekarang kita udah di sini.Sayang kalau kita batalin,aku udah habisin uang yang cukup banyak sama Surya." balasnya.
Nadin pun langsung merebut jaket milik Rio yang sedari tadi dia pegang.
"Buat apaan?" tanyanya heran.
"Ya buat halangin aku lah,mana berani aku melihatnya langsung." timpal Nadin.
''Ya ampun Nadin,lagian filmnya nggak seseram kayak yang dulu-dulu itu."
"Tetap aja,"
__ADS_1
Nadin pun langsung menutup wajahnya dengan jaket Rio.Aku dan Eran hanya bisa tersenyum melihat perdebatan di antara Nadin dan Rio.