PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 19


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Naima,aku duluan yah.Ibu aku ternyata udah selesai katanya." ucap Eran.


''Oh iya,nggak apa-apa.Lagian aku juga sebentar lagi mau pulang."


Eran pun langsung pergi meninggalkan aku.Sepeninggal dia,aku pun melanjutkan pencarian aku untuk mencari barang yang menurut ku bagus.


Sekitar jam 5 sore baru lah aku pulang dengan berjakan kaki seperti saat tadi aku berangkat.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Ke esokan harinya saat aku masuk kelas,teman-teman ku berkumpul di mejanya Surya.Karena penasaran,aku pun langsung menghampiri mereka dan langsung melihat apa yang sedang mereka lakukan.


"Ada apa sih?" tanya ku.


"Ah ini,Surya bawa manisan.Kamu mau nggak?" ucap Septi sambil menunjukan manisan di tangan nya.


"Ya ampun,kirain ada apa.Pagi-pagi kalian udah rame ngumpul di sini."


"Eh,Dira....."


"Ini aku udah misahin untuk kamu." lanjut Nadin.


Aku pun langsung meraih satu bungkus manisan yang dia berikan pada ku.


"Makasih ya Surya,"


''Sama-sama,"balas nya.


Setelah semua murid yang ada di kelas ku kebagian,aku pun langsung ikut bergabung dengan mereka.


Aku pun baru menyadari,ternyata Rio dan Eran tidak ada.


"Ini Rio sama Eran kemana?"


''Mereka lagi nganterin manisan ke ruang guru.Sekalian buat beli minum juga," jelas Nadin.


"Oh,aku kira mereka berdua tidak masuk."


"Ini kamu,bisa punya banyak manisan ini dari mana? Perasaan kamu nggak habis liburan dari Bogor." ucap ku.


"Ah ini,kemarin sore tante aku ke sini.Dia habis liburan dari Bogor dan banyak bawa manisan.Di rumah aku tuh,kan jarang banget yang makan manis-manis.Jadinya ibu aku,minta buat aku untuk bawa semua manisannya ke sekolah.'' jelas Surya.


"Cobain deh,ini cukup enak kok.Aku semalam udah nyobain soalnya." lanjut Surya.


"Nanti aja,kalau isturahat.Nanggung sebentar lagi kan bel tanda masuk berbunyi."


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Nadin tunggu," ucap ku langsung menarik tangan Nadin.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku boleh ikutkan,untuk makan siang di kantin hari ini."


Nadin tampak kaget dan tidak percaya dengan apa yang aku katakan barusan.


"Dir,kamu sadarkan dengan apa yang kamu katakan barusan? Aku tidak salah dengar kan." tuturnya.


"Nggak lah,"


"Hari ini,kebetulan aku tidak bawa bekal.Soalnya bibi lagi pukang kampung,cucunya sakit.Jadinya aku tidak sempat untuk buat bekal tadi." jelas ku.


"Ya ampun Dir,emangnya siapa sih yang bakal ngelarang kamu untuk makan siang di kantin.Aku malah senang,karena ini kali pertama kamu mau makan siang bareng di kantin." lanjutnya.


Sebenarnya dalam hati aku,masih ada sedikit keraguan untuk ikut bergabung dengan dia.Aku takut tidak bisa menghadapi pandangan orang lain terhadap aku nantinya.


Perlahan aku pun memberanikan diri dan melangkahkan kaki aku menuju kantin.Dan benar saja,hal yang aku takutkan pun terjadi.


Banyak pasang mata yang langsung melihat ke arah ku dan menunjukkan ketidak sukaan dengan kehadiran ku.


Aku sempat mau berbalik dan mengutungkan niat ku.Tapi Nadin sudah lebih dulu menarik tangan ku dan meminta aku untuk tetap berada di samping dia.


"Udah,jangan lihat mereka." ucap Nadin pelan.


Aku pun mengiyakan ucapannya dan mengikutinya dari belakang sambil memegang tangannya erat.


Sesampainya di meja yang mungkin biasa di gunakan oleh Nadin sama yang lainnya.Di sana sudah ada Rio dan Surya,mereka tidak kalah terkejutnya dengan Nadin tadi.


"Ini aku tidak salah lihat kan,kamu mau makan siang di sini bareng sama kita?" ucap Surya.


Tanpa menjawab pertanyaan yang di ajukan Surya,aku langsung duduk di samping Rio.


"Memang kalau pas istirahat itu,bakalan lebih rame di bandingkan saat pagi.Karena semua toko makanan bukanya saat menjelang makan siang dan siswa-siswa kebanyakan datang saat jam makan siang." jelas Nadin.


"Iya,aku juga tahu.Kan aku juga kalau pagi sering ke sini."


"Nah itu kamu tahu,pas pagi nggak banyak orang yang datang kan?"


"Nggak,"


"Oh iya,kamu mau makan apa? Biar sekalian aku pesankan." ucap Rio.


"Biasanya yang enak apa?"


"Mie goreng,batagor,siomay dan banyak lagi."


"Boleh deh,aku mau siomay."


"Oke siap,tunggu yah."


Aku pun menunggu di meja dengan di temani oleh Surya.


"Kamu pasti takut yah?" ucap Surya.


"Iya,sedikit."

__ADS_1


"Nggak apa-apa,jangan di hiraukan."


"Oh iya,Eran mana?" tanya ku.


"Nggak tahu,tadi sih habis beli roti sama cemilan dia langsung pamit duluan.Mungkin istirahat di tempat lain." jelas Surya.


Aku langsung berpikir,mungkinkah saat ini dia tengah di perpustakaan.


"Ah tidak mungkin,ini hanya dugaan ku saja." bisik ku dalam hati.


"Kamu kenapa? Kok malah diam saja."


"Nggak kenapa-kenapa kok,"


"Nah itu dia mereka," tunjuk Surya sama Rio dan Nadin.


Tidak lama setelah itu,Rio pun datang dengan membawa satu piring Siomay pesanan ku.


"Nih,ini di jamin enak.Kamu pasti ketagihan." ucapnya.


"Terus kamu makan apa?"


"Ini aku pesan bakmi,ini juga nggak kalah enak.Kalau kamu mau,kita bisa sharing kok,"


"Iya soalnya kita biasa gitu,jadi kita pesan makanan yang berbeda.Jadi kita bisa sharing satu sama lain." timpal Nadin.


"Ini aku pesan nasi goreng kampung," ucapnya menunjukan satu piring nasi goreng miliknya.


"Ah jadi seperti itu,"


Surya sendiri dia tadi di pesankan mie ayam oleh Nadin di tambah pangsit goreng.


Kami pun langsung menyantap makanan yang sudah ada di hadapan kami.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Saat aku dan teman-teman ku tengaj asik menikmati makanan kami,tiba-tiba saja Yosef dan teman-teman nya menghampiri kami.


"Dia lagi," ucap Rio pelan.


"Ini aku nggak salah lihat yah,"


"Nadira mulai hari ini,sudah bisa makan siang di kantin." lanjutnya.


Aku pun memilih untuk tidak menghiraukan ucapannya dan melanjutkan makan siang ku.


"Sebaiknya kamu pergi saja dari sini.Buat apa sih,lagian kamu hanya buang-buang waktu saja." ucap Nadin.


"Harus yah,kamu mencela teman aku seperti itu." lanjutnya.


"Karena dia pantas untuk mendapatkannya," timpal Yosef.


"Aku nggak habis pikir yah sama kamu,kenapa sih sepertinya kamu itu nggak suka banget sama Nadira.Emangnya salah dia apa sama kamu? Emang nya dia pernah lakuin hal yang buat kamu benci sama dia?" lanjut Nadin.

__ADS_1


"Aku menghargai kamu yah,aku tidak ingin ada keributan di sini.Selama ini kita udah berusaha untuk tidak mendengar ocehan kamu sama Nadira." ucap Rio langsung berdiri dari tempat duduknya.


__ADS_2