
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Hadiah? Maksudnya,kok tiba-tiba kasih aku hadiah?"
"Itu pemberian ibu ku,beliau meminta aku untuk memberikannya sama kamu." jelas nya.
"Oh......"
"Bilang makasih ya,"
"Iya....."
Eran pun kemudian berlalu meninggalkan aku.Tadi nya aku sempat berpikir,ini coklat pemberian dari Eran.
"Ish aku ini,kepedean banget sih." ucap ku pelan.
Aku pun langsung memasukannya ke dalam tas ku.Setelah itu,barulah aku menghampiri bibi.
"Bi,gimana udah? Ini aku udah semua nih."
"Tinggal Milih buah jeruk sama apel non,tadi soalnya teman bibi minta bantuan untuk di pilihkan ikan salmon.Jadinya agak terganggu sebentar." jelas bibi.
"Oh ya udah biar aku saja,sekalian aku juga mau buah pir."
"Ya sudah,jangan banyak-banyak ya non.Buat seminggu ini,"
"Siap bi,"
Aku pun langsung menuju tempat penyimpanan buah-buahan.Seperti yang di katakan bibi tadi,aku tidak begitu banyak mengambil buah-buahannya.Aku hanya mengambil beberapa saja,terkecuali buah jeruk aku banyak mengambilnya mungkin sekitar 2 kilo lebih.Karena aku tahu,bibi dan mang Diman juga menyukai buah jeruknya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
*Di luar........
"Eran......!" seru Nadin.
Eran pun langsung melihat ke arah Nadin yang baru saja turun dari eskalator.
"Kamu lagi ngapain di sini?"
"Ini aku habis bantuin ibu,belanja." balas Eran sambil menunjukan nota bayaran sama Nadin.
"Wih,anak rumahan juga yah."
"Ibu kamu nya mana?"
"Itu udah duluan ke depan,bawa barang belanjaannya."
"Oh iya,di dalam ada Dira loh.Tadi saja aku bertemu sama dia,"
"Ikh yang benar?" tanya nya tidak percaya.
"Seriusan,cari aja ke dalam kalau nggak percaya."
"Makasih ya,"
Nadin pun meninggalkan Eran dan langsung masuk ke dalam pusat perbelanjaan.
"Di mana dia?" ucap Nadin sambil berjalan mencari keberadaan ku.
Setelah mencari ke beberapa lorong,akhirnya Nadin menemukan Dira di area tempat buah-buahan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
__ADS_1
Saat aku tengah mengambil buah kiwi,karena aku tertarik setelah melihatnya.Tanpa aku sadari ada Nadin datang menghampiri aku.
"Dira......!" seru nya.
"Eh,Nadin.''
"Kamu kok,bisa ada di sini?"
"Iya aku habis pergi sama ibu,dia ada acara di lantai 4.Karena tadi di depan aku tidak sengaja bertemu dengan Eran,dia bilang kalau kamu ada di sini.Jadinya aku memutuskan untuk menghampiri kamu saja ke sini." jelas nya.
"Lah,terus gimana dengan ibu kamu?"
"Ya ampun,acaranya juga baru di mulai.Oh iya,kamu mau kan temenin aku buat cari makan.Soalnya sepulang sekolah aku langsung nganterin ibu ke sini.Soalnya kakak aku lagi pergi,mau kan?"
"Ya udah,tapi aku bilang bibi dulu yah."
"Sip......." ucapnya sambil tersenyum.
"Wih,banyak juga yah,belanjaan kamu.Kamu lagi belanja bulanan?"
"Nggak,aku lagi belanja mingguan aja kok."
"Sebanyak ini?" tanya nya.
"Iya,ini aku cuma nambahin barang-barang yang stoknya sudah menipis."
"Itu kamu nggak salah,beli buah-buahan sebanyak itu juga."
"Nggak lah,aku kan penyuka buah-buahan."
"Pantas saja,"
"Eh lihat,ini bukannya strawberry yang lagi viral itu." tunjuknya.
"Nggak tahu,iya kali."
"Emangnya boleh,nggak apa-apa biar aku aja yang beli." ucapnya.
"Aduh,nggak usah.Biar aku saja sekalian bayar belanjaan aku ini.Kayak ke siapa saja,"
"Tapi ini mahal loh,lihat aja harganya hampir 300 ribu segini."
"Ya udah sih nggak apa-apa,asal jangan sering-sering aja." balas ku sambil tersenyum.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku pun langsung menghampiri bibi yang sudah menunggu aku di tempat kasir dengan satu buah trolinya.Ternyata di sana sudah ada mang Diman yang membantu bibi.
''Bi,habis ini aku mau pergi sama teman aku yah,''
" Kemana non?"
"Aku mau nemenin dia makan,nggak apa-apa kan bi?"
"Ya sudah,nanti pulangnya biar mang Diman jemput lagi ke sini."
"Iya bi,"
"Ya ampun non,ini beli jeruknya nggak kurang banyak? Kan cuma buat seminggu aja non,ini bibi udah beli buah-buahan yang lainnya juga."
"Aduh,nggak apa-apa bi.Kan bibi sama mang Diman juga suka.Kalau pun nggak abis,ya kan kita bisa bagi sama yang lain." jelas ku.
"Ya udah yuk,kita bayar dulu ini semua."
__ADS_1
Bibi pun langsung menarik trolinya menuju kasir di ikuti mang Diman dari belakang.
Setelah membayar semua tagihannya dan mendapatkan ijin dari bibi,aku pun langsung keluar menghampiri Nadin yang sudah menunggu ku dari tadi.
Tidak lupa,aku pun membawa buah strawberry yang dia mau tadi.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Yuk......" ajak ku.
"Eh iya,nih strawberry nya." aku pun langsung memberikannya pada Nadin.
"Makasih,"
"Kita mau makan di mana?" tanya ku.
"Adalah,aku punya restoran langganan di sini.Biasanya kalau aku ke sini,pasti aku dan keluarga ku makan di sini." jelasnya.
"Ya udah deh,aku ngikut aja."
Setelah berjalan beberapa menit dan naik ke lantai 3.Kami pun akhirnya sampai di restoran yang hernuansa Korea.
"Ya ampun,ini mah emang kesukaan kamu."
"Hehe,iya lah.Kan kamu tahu,aku penyuka drama Korea."
"Tenang,kamu juga pasti akan menyukai menu yang ada di sini." lanjut Nadin.
Kami pun langsung masuk ke dalam restorannya dan di sambu oleh salah satu pegawainya.
"Silahkan....." ucapnya langsung menuntun kami menuju meja yang terletak di bagian dalam.
"Mba,saya mau yang dekat kaca.Supaya saya bisa sekalian menikmati pemandangan yang ada di luar." ucap Nadin.
"Oh baik kalau begitu,bisa ikut saya ke sini." balasnya langsung membawa kami menuju meja yang di inginkan Nadin tadi.
Setelah itu,pegawainya memberikan menu makanan yang ada di restoran itu.
"Kamu mau apa?" tanya Nadin.
"Nggak tahu,aku nggak ngerti.Pilihkan saja sama kamu,"
"Baiklah,"
"Mba saya pesan ini......."
Nadin pun memesan beberapa menu yang tertera di dalam daftar menu nya.
"Baik kalau begitu,silahkan di tunggu." ucap pegawainya.
"Kamu nggak salah,banyak banget yang kamu pesan."
"Nggak lah,lagian aku kan belum makan.Tenang,kalau nggak habis kan bisa di bungkus buat di bawa pulang." balas nya.
"Oh iya,bagaimana sebelum kita makan.Kita nyobain strawberry ini dulu," lanjutnya.
"Kan harus di cuci dulu,"
"Nggak perlu lah,kan ini buah import.Ini tuh udah bersih dan higenish." timpal nya.
Nadin pun dengan semangat langsung membuka bungkusannya dan langsung memberi aku satu buah strawberry yang ukurannya bisa 3 kali lipat di banding strawberry yang biasa aku beli.
"Cobain lah," ucapnya.
__ADS_1
Aku pun langsung memakannya dan aku pun sangat terkejut dengan rasanya.
"Manis kan?"