
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Pagi semua......" ucap bu Tuti.
"Pagi bu.....'' jawab kami serentak.
"Nah sebelum memulai pelajaran hari ini,ibu di beri mandat oleh wali kelas kalian bu Nahda untuk memperkenalkan teman baru kalian.Namanya Pangeran Sutawijaya dia siswa pindahan dari Jogjakarta." jelas bu tuti.
"Oh......" ucap masing-masing murid.
Ada juga yang saling berbisik dan menatap ke arah murid baru yang bernama Pangeran itu.
"Ayo Pangeran,silahkan perkenalkan diri kamu di hadapan teman-teman kamu."
Cowok itu pun melangkahkan kakinya beberapa langkah kedepan.
"Pagi semua,perkenalkan saya Pangeran Sutawijaya.Kalian bisa panggil Eran saja,saya siswa pindahan dari Jogjakarta.Senang bisa bertemu dengan kalian semua." jelas nya.
"Hai....." serentak semua siswa menjawab perkataan Eran.
"Silahkan kamu sudah boleh duduk sekarang,"
"Kamu bisa duduk di belakang nya Rio di sana." tunjuk bu Tuti.
Aku melihat sekilas cowok itu pun menyunggingkan senyumannya,mungkin karena dia sudah lebih dulu berkenalan dengan Rio.
Dia pun langsung berjalan menuju bangku yang di maksud oleh bu guru tadi dan sesampainya di dekat Rio,dia pun bersalaman dengan Rio sambil tersenyum.
Nadin pun tidak ingin ketinggalan dan langsung mengulurkan tangannya pada Eran,namun sayangnya uluran tangan Nadin tidak keburu di balas,karena bu Tuti langsung menyuruh kami untuk menyerahkan tugas yang di berikan beliau minggu kemarin.
Setelah semua siswa mengumpulkan bukunya di meja depan,kami pun langsung mengikuti pelajaran hari ini dengan semangat.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
*Kring......*
Bel tanda istirahat pun berbunyi,semua siswa pun langsung berhamburan keluar setelah kepergian guru.
"Nanti aku susul ke perpustakaan yah," ucap Nadin.
"Hari ini aku nggak ke sana,aku mau lanjutin baca bukunya di sini aja." balas ku.
"Lah kok tumben,biasanya kamu hampir tiap hari pergi ke sana." timpal Surya.
__ADS_1
"Ya nggak apa-apa,aku hanya ingin di kelas saja hari ini."
"Oh ya udah deh," ucap Nadin.
"Kamu mau gabung sama kita nggak? Kita mau istirahat nih." ucap Rio.
"Ya udah nanti aku nyusul,ada yang harus aku kerjakan terlebih dulu." balas Eran.
Rio dan yang lainnya pun langsung keluar menuju kantinnya. Dan sekarang tinggal lah aku,Eran dan Guna yang berada di kelas.Guna sendiri memang aku perhatikan dari tadi sebelum guru keluar dia sudah tertidur sambil memegang bukunya.
Aku pun langsung meraih buku dari bawah meja dan memulai membacanya.Tadinya aku ingin makan terlebih dulu,hanya saja aku merasa canggung saja karena ada Eran yang duduk tidak jauh dari tempat ku.
Aku pun memutuskan untuk membaca buku terlebih dahulu dan menunggu dia pergi dari kelas.
"Halo mah,"
"Iya ini baru selesai pelajaran dan waktunya untuk istirahat juga."
"Baik-baik kok,"
"Ada kok,tadi aku sempat berkenalan dengan siswa yang ada di kelas ini juga."
"Ya sudah yah,aku mau istirahat lebih dulu.Dah mah....''
Eran pun menutup telponnya dan setelah itu dia beranjak dari tempat duduknya.Saat dia melewati bangku ku,dia sempat melihat ke arah ku dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Mungkin kalau sama yang lainnya aku akan cuek-cuek saja,karena memang mereka sudah tahu dengan kebiasaan ku ini.Tapi aku tidak yakin dengan pandangan Eran,terlebih lagi dia baru saja hari ini masuk sekolah.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Gimana,apa kamu menyukai kelas kamu yang baru?" tanya Kenzi.
"Ya biasa aja sih,nggak ada yang spesial."
"Spesial? Di kira nasi goreng apa." timpal Dila.
"Gue tidak menyangka aja,kamu akhirnya kembali ke kota ini setelah 8 tahun lamanya tinggal di Jogjakarta dan kita bisa kumpul kembali di sini.'' ucap Kenzi.
"Ya kan emang nggak ada yang bakalan tahu,apa yang akan terjadi sama kita kedepannya." ucap Eran.
"Tadinya,orang tua ku memberia aku 3 pilihan sekolah pada ku.Aku sendiri sih,meminta untuk tinggal di Jogja aja.Lagian nanggung juga kan tinggal 1,5 tahun lagi kita lulus."
"Lah terus kenapa akhirnya kamu memutuskan untuk masuk ke sekolah ini,kalau memang kamu sudah mempunyai tujuan awalnya?" ucap Kenzi.
__ADS_1
"Ya menurut penuturan ayah,dia tidak menjanjikan kalau dia pasti akan di pindah tugaskan kembali ke Jogja."
"Terlebih lagi,setelah kepergian saudaraku 5 tahun yanga lalu.Ayah tidak akan semudah itu,memberikan ijin untuk aku tinggal di Jogja sendirian." lanjut Eran.
"Ah iya aku lupa soal itu,"
"Aku masih tidak menyangak sampai saat ini,kepergian Nadran begitu cepat dan mengejutkan kita-kita yang ada di sini juga." lanjut Kenzi.
"Ya begitu lah.....''
"Ya udah,sekarang kan kamu sudah balik kumpul sama kita lagi.Ya meskipun jurusan yang kamu ambil berbeda dengan kita." ucap Dila.
"Lagian aku kira kalian berdua ambil jurusan IPA,eh tahunya malah ambil kelas IPS." balas Eran.
"Ya tadinya kami juga bermaksud untuk masuk kelas IPA,hanya saja setelah di pertimbangkan dengan baik-baik.Sepertinya kami akan mendapatkan kesulitan,mengingat kebanyakan siswa yang masuk IPA itu pada pintar-pintar.Sedangkan otak kami,tidak sampai di level itu." jelas Kenzi.
"Sama aja lagian,mau kelas IPA atau pun IPS masing-masing punya kesulitan nya." timpal Eran.
"Iya juga sih," balas Kenzi.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Eh,eh lihat deh....." tunjuk Nadin.
"Apaan?" ucap Surya.
"Itu si Eran,kok dia bisa seakrab itu yah sama Kenzi dan Dila?" balasnya sambil terus melihat ke arah Eran dan temannya yang baru saja datang.
"Ya mungkin saja mereka sama seperti kit,kenalan di kantin atau ketemu di mana gitu." ucap Rio.
"Lagian bagus juga kan untuk dia,supaya lebih cepat beradaptasi dengan sekolah kita ini." lanjutnya.
"Iya juga sih," sambung Surya.
"Udahlah,ayo cepat kita habiskan makanannya.Dira pasti kesepian dari tadi dia hanya sendirian aja di kelas." ajak Rio.
Nadin dan Surya pun langsung melahap makanan yang sudah mereka pesan dan hampir menutupi meja makan yang mereka gunakan sekarang.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Karena aku merasa tidak enak melihat Guna yang sedari tadi hanya tertidur sendirian di kelas.Aku pun memutuskan untuk berbagi makanan dengan dia hari ini.
Aku pun perlahan melangkahkan kali aku di menuju ke bangku milik Guna.Setelah itu,aku menaruh satu kotak susu dan Roti tepat di samping dia.
__ADS_1
Karena takut perbuatan ku kali ini di lihat oleh orang lain,aku pun langsung membalikan badanku untuk melanjutkan acara makan saing ku.
"Eh kamu habis ngapain?'' ucap seseorang yang baru saja mengagetkan ku.