
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku pun langsung berpamitan sama Rio dan Nadin,karena aku berniat ingin pergi ke toko peralatan sekolah untuk membeli kebutuhan sekolah ku.
Tadinya Nadin ingin menemani ku,hanya saja katanya dia sudah janji sama ibunya untuk pergi ke salon.
Sedangkan Rio,dia sudah ada janji sama Surya untuk pergi main futsal.Makanya Surya lebih dulu pulang duluan,karena harus mengambil baju futsal miliknya.
Sepanjang perjalanan aku menikmatinya sambil sesekali bernyanyi mengikuti irama musik yang aku dengar lewat earphone.
Pas aku melewati pertigaan,aku tidak sengaja melihat Eran tengah mengobrol bersama Hana.Sepertinya mereka berdua tengah berbicara hal yang cukup serius.Aku bisa melihat raut wajah Eran yang tampak tegang.
Karena aku takut mereka melihat keberadaan ku,aku pun langsung tancap gas setelah lampu hijau nya menyala.
''Apa mungkin Eran sudah tahu,perihal kejadian tadi pagi.Tapi perasaan aku nggak bilang apa-apa sama dia." ucap ki pelan.
Setibanya di toko bukunya,aku langsung memarkirkan motor dan masuk ke dalam tokonya.
"Selamat sore kak,selamat berbelanja.Ada yang bisa saya bantu?" ucap pegawai di toko itu.
"Saya mau lihat-lihat dulu,"
"Baik kak,silahkan." balas nya sambil tersenyum.
Aku pun langsung mencari barang yang aku butuhkan.Letaknya memang berada di lorong paling ujung.
Untungnya saat ini,tidak begitu banyak pengunjung yang datang.Jadi,aku bisa leluasa memilih barang yang aku inginkan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Malamnya saat aku tengah menyusun buku-buku yang ada di atas meja belajar ku.Tiba-tiba saja bibi memanggil aku dan meminta aku untuk keluar.
"Kenapa bi?"
"Itu ada non Nadin di luar non,"
"Nadin? Kok tumben dia tidak kasih kabar kalau dia mau ke sini."
Aku pun langsung membukakan pintu untuknya dan dia pun langsung tersenyum pada ku saat aku membukakan pintu untuknya.
"Tumben malam-malam kamu ke sini,ada apa nih?"
"Ini,aku tadi di mall beli cookies buat kamu."
"Oh makasih ya,sini masuk." ajak ku.
Dia pun langsung masuk dan aku pun membawanya ke ruang TV.
"Padahal kamu bisa kasih sama aku besok saja,kan besok kita ketemu di sekolah.Aku nggak enak loh sama kamu.Soalnya kamu udah jauh-jauh hanya mengantarkan ini sama aku."
"Tidak apa-apa,lagi pula kebetulan aku nganter ibu ke salon yang ada di mall dekat apartemen kamu.Jadinya aku mampir ke sini deh,"
__ADS_1
"Lah terus ibu kamu gimana? Dia tahu nggak kalau kamu ke sini?"
"Ya tahu lah,"
"Aku bosen aja,dari pada aku nungguin ibu di salon mending aku main ke apartemen kamu."
"Hah,memangnya dari tadi kamu nganter belum selesai juga perawatannya?"
"Belum,baru juga mulai.Soalnya tadi ibu aku tuh ngaret,jadinya salonnya keburu penuh sama pelanggan lain.Tadi saja,aku udah nunggu hampir 2 jam di salon." jelas nya.
"Nggak apa-apa kan,kalau aku main ke sini?"
"Tentu saja tidak,yang ada aku malah senang.Daribtadi aku juga hanya berdiam diri saja di dalam kamar sambil beres-beres."
"Eh tahunya,bibi kasih tahu aku kalau kamu datang."
"Oh iya,sampai lupa.Kamu mau minum apa?"
"Es coklat aja kalau ada,"
Aku pun langsung menuju ke dapur dan meminta bibi untuk membuatkan es coklat untuk Nadin.
Setelah itu,aku kembali lagi menghampiri Nadin yang tengah asik melihat acara di TV.
"Tunggu bentar yah,bibi sedang membuatkannya untuk kamu."
"Iya,makasih yah."
"Dira......" panggil Rio.
"Kenapa Rio?"
"Kamu lihat Eran nggak? Tadi aku tinggal dia ke toilet tapi udah nggak ada di kelas."
"Nggak tahu,aku juga baru datang.Memangbya ada apa sih?'' tanya ku heran.
"Nggak ada sih,hanya saja aku ada perlu saja sama dia."
Rio pun langsung meninggalkan aku dan mencari keberadaan Eran.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
*Di Aula......
"Ya ampun,aku udah cariin kamu ke semua tempat.Tahunya kamu ada di sini ternyata," ucap Rio.
"Habisnya kamu kelamaan sih,aku udah keburu jamuran di kelas nungguin kamu."
"Oh iya,maksud dari pesan yang kamu kirimkan sama aku semalam itu apaan sih?" tanya Rio.
"Iya,kemarin sepulang sekolah aku sengaja mengajak Hana bertemu di pertigaan di depan sana."
__ADS_1
"Ya seperti apa yang kamu bilang sebelumnya,aku tidak mungkin bakalan dapat jawaban dari Dira.Makanya aku memutuskan untuk menanyakan nya langsung sama Hana." jelas Eran.
"Yang benar? Terus kata dia apa?"
"Ya benar kata kamu kemarin,dia takut kalah saing sama Dira."
"Tuh kan,apa kata aku.Soalnya setahu aku selama ini,Dira nggak pernah berurusan sama Hana."
"Tapi dia tetap kekeh pada pendiriannya,"
"Ya kan kita nggak bisa maksain orang untuk berhenti menyukai kita.Itu hak mereka juga,hanya saja mungkin kamu nggak menyukai cara Hana mendekati kamu."
"Ya iya,aku nggak bakalan bisa larang dia untuk berhenti menyukai aku."
"Salah satunya mungkin itu,tapi emang aku nggak ada rasa sama sekali sama dia.Dan yang buat aku kesal itu,aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk bicara sama dia dan minta dia untuk lupain aku dan cari laki-laki lain selain aku."
"Tau ah,aku malah pusing kalau sudah membahas dia.
"Terus hubungan kamu sama Kenzi dan Dila gimana sekarang?"
"Sekarang aku sudah berbaikan sama mereka,ya meskipun awalnya aku sedikit kecewa dengan apa yang di lakukan Dila."
"Tapi aku lihat,akhir-akhir ini kamu nggak bareng sama mereka berdua,"
"Kami masih bareng,hanya saja mereka sedang banyak tugas.Jadinya kami tidak banyak bertemu saat dinsekolah.Tapi hubungan kami baik dan komunikasi kami oun masih berjalan sampai sekarang." jelas Eran.
"Ya syukurlah kalau gitu,"
"Oh iya,masalah nanti liburan akhir semester.Gimana kamu udah memikirkannya belum?" tanya Rio.
"Belum tahu,soalnya aku takut ibu ku mengajak ku untuk pulang ke Surabaya."
"Ah jadi kamu masih belum jelas yah?"
"Iya bisa di bilang seperti itu.Kamu sendiri bagaimana?"
"Kalau aku sih,udah dapat ijin dari orang tua ku.Hanya saja,pergi ke Bali dalam keadaan jomblo itu gimana gitu rasanya." jelas Rio.
"Ya ampun Rio,aku kira apaan."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Loh,yang lainnya mana?" tanya Nadin.
"Nggak tahu,mereka pada pergi dari tadi."
"Lah kemana mereka,hobi banget ngilang gitu aja." timpal Surya.
"Paling sebentar lagi mereka juga datang,"
"Oh iya,ini apaan?" tanya Nadin saat melihat aku tengah melihat-lihat tempat kuliah di Inggris.
__ADS_1
"Ah ini,aku iseng aja buka internet.Eh tahu nya malah muncul seperti ini."