PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 38


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Kamu sering yah makan di tempat ini?" tanya Rio.


"Ya begitu lah,setiap aku pulang ke sini pasti bunda mengajak ku untuk makan di sini."


"Pantas,"


Tidak lama kemudian,makanan yang kami pesan pun datang setelah menunggu sekitar 30 menitan.


Teman-teman ku terlihat sudah tidak sabar ingin menyantap makanannya.


Tapi mereka malah sibuk mengambil foto makanannya dan menguploadnya di sosial media masing-masing.


Hany aku dan Eran saja yang tidak melakukan itu.Eran tidak hentinya terus menyunggingkan senyuman melihat kelakuan mereka.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...


Setelah selesai makan,Rio dan Surya mereka memilih untuk pergi ke pusat perbelanjaan.Karena ada barang milik Rio yang tertinggal,jadinya dia harus membelinya di sini.


Sedangkan kami bertiga langsung pulang karena merasa cape dengan perjalanan kami hari ini.


"Aku ingin langsung tidur setelah sampai di rumah nanti,kenapa yah kok aku malah merasa ngantuk sekarang?" ucap Nadin.


"Ya gimana kamu nggak ngantuk,tadi kamu makan paling banyak." timpal Eran.


"Ah perasaan tadi aku makan biasa aja,sedikit kok."


Aku pun langsung tertawa di buatnya,karena memang kenyataannya Nadin dan Rio lah yang paling semangat tadi saat makan.


Setelah mengendarai mobil sekitar 15, menitan,kami pun sampai di rumah.Nadin langsung turun dari mobil,terlihat wajahnya yang tampak kelelahan dan hampir saja tersungkur.


"Nadin awas,hati-hati." aku langsung meraih tangannya.


"Makasih ya,nggak tahu kenapa aku merasa pusing barusan."


"Ya sudah,sebaiknya kamu langsung istirahat aja sekarang."


"Iya,"


Kami pun langsung menuju ke kamar Nadin dan membantunya untuk berbaring di kasur.


Setelah itu,aku langsung menuju ke dapur karena tadi aku melihat bunda dan bibi tengah berada di dapur.Sedangkan Eran malah masuk ke kamar nya untuk langsung mandi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Itu Nadin,kenapa?" tanya bunda.


"Katanya ngantuk sama pusing,"


"Lah kok bisa? Memangnya hari ini kalian habis jalan-jalan kemana?"


"Hanya ke nusa penida dan makan seafood di


tempat langganan kita itu.Setelah itu,kami langsung pulang."


"Apa dia punya riwayat alergi gak makan seafood?"


"Tidak,kan aku udah menanyakan nya lebih dulu sebelum kita makan."

__ADS_1


"Mungkin non Nadin kecapean saja,"timpal bibi.


"Wah,ini jambu kristalnya bagus-bagus banget,sepertinya enak kalau di buat rujak."


"Non mau,kalau non mau biar bibi buatkan."


"Besok saja bi,kebetulan besok kita mau main ke pantai.Lumayan kan biar ada cemilan buat kami nanti."


"Ya sudah,kamu juga sebaiknya mandi sekarang.Lihatlah wajah kamu sekarang,gosong banget." ucap Bunda.


"Ikh bunda mah,masa iya sih....." balas ku tidak percaya.


"Ya kalau tidak percaya nanti berkaca aja,kamu pasti bakalan terkejut lihat kondisi wajah kamu sekarang."


"Kayaknya kamu lupa nggak pakai sunscreen tadi sebelum berangkat." lanjut bunda.


"Sepertinya,soalnya tadi pas berangkat aku terburu-buru."


"Ya sudah,nanti bunda minta bibi untuk buatkan masker wajah buat kamu."


"Iya bunda......"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku pun langsung naik ke lantai atas bersiap untuk mandi.Setelah itu,tidak lama kemudian bibi pun datang untuk memberikan masker wajah yang di bicarakan bunda tadi.


"Makasih ya bi,"


"Iya non,semoga saja cocok dan besoknya kulit non kembali seperti semula."


"Iya bi,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Ke esokan harinya,aku langsung menghampiri Nadin di kamarnya.Karena semalam terakhir aku lihat dia tertidur dan tidak ikut makan malam dengan kami berdua.


"Nadin,"


"Apa kamu sudah merasa baik kan sekarang?"


"Sudah,ini aku bersiap untuk mandi.Kebetulan semalam setelah kamu ke sini,Rio dan Surya membawakan aku obat dari klinik.Terus bunda kamu membuatkan aku ramuan tradisional juga."


"Syukurlah,kalau kamu sudah merasa baikkan."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sekitar jam 9 pagi,baru lah kami berangkat ke pantai Pandawa.Untungnya hari ini,mas Diman hari ini bisa menemani kami untuk mengantarkan kami hari ini.


Setibanya di sana,kami langsung menuju ke pantainya.Sedangkan mang Diman menunggu kami di cafe yang ada di sana.Sedangkan Eran meminta ijin untuk pergi ke toilet katanya.


"Indah banget......." ucap Nadin.


"Sepertinya kalau aku punya rumah di sini,bakalan tiap hari aku pergi ke sini."


"Hadeh,yang ada nanti kulit kamu gosong lagi."


"Iya juga sih,"


Aku pun menunggu Eran di bawah pohon,sedangkan mereka sudah lebih dulu pergi ke bibir pantainya.

__ADS_1


"Loh,kamu kok malah di sini?"


"Nungguin kamu,takutnya kamu nggak tahu."


"Ya ampun,aku kan bukan anak kecil.Aku kan bisa menelpon salah satu dari kalian padahal."


"Tetap saja,"


Aku dan Eran pun bersamaan berjalan menuju ke tepi pantainya,sesampainya di sana mereka sedang bermain pasir dan baju mereka pun sudah basah juga.


"Ya ampun,kalian baru juga sampai."


"Tahu nih,tadi Rio langsung menarik aku saat ada ombak." timpal Surya.


"Kamu kan yang bilang,hari ini mau main air." timpal Eran.


Aku pun memilih untuk menunggu di dekat pohon saja,hari ini aku tidak mau bermain air dan membasahi baju ku.


"Kamu kenapa nggak gabung sama mereka?"


"Nggak ah,"


"Iya,aku juga males hari ini.Waktu itu juga semua baju ku kotor di buatnya."


"Gimana kalau kita cari makanan untuk mereka,pastinya nanti mereka bakalan cari makanan setelah selesai main air." jelas Eran.


Kami pun langsung menuju ke sebuah cafe dan mulai mencari beberapa cemilan untuk aku dan yang lainnya.


Tidak lupa juga,aku membeli buah-buahan yang terlihat segar di pajang di dekat meja kasir.


Padahal sebenarnya bibi sudah membuatkan rujak buah dan aku menyimpannya di mobil.


"Eran,nanti aku mau ke mobil dulu untuk mengambil rujak buah yang di buatkan bibi tadi."


"Ya udah sekalian aja,"


"Kamu nggak tunggu di sini aja?"


"Tidak,kita bareng aja ke sananya."


"Ya udah....."


Setelah selesai membayar makanannya,kami pun langsung ke arah parkiran dan menemui mang Diman untuk meminta kuncinya.


"Mang......" panggil ku.


"Eh iya non,"


"Pinjam dulu kunci mobilnya,ada yang harus aku ambil."


"Oh iya,ini non.....'' ucap mang Diman sebari memberikan kuncinya.


Aku langsung menuju ke area parkiran untuk mengambil rujaknya.Untungnya mang Diman memarkirkan mobilnya di dekat pohon.Jadinya rujaknya masih terlihat segar saat aku ambil.


"Sini,biar aku bantu bawain." ucap Eran.


"Oh iya,makasih ya."


"Ya udah yuk,"

__ADS_1


Saat aku hendak menutup kembali pintu mobilnya,aku malah lupa tangan ku yang satunya masih berpegangan sama bagian pintu paling dalam jadinya jari ku pun terjepit oleh ulah ku sendiri.


__ADS_2