PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 18


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan harinya aku minta ijin masuk siang,karena harus mengantar bunda lebih dulu ke bandara.


Untungnya aku punya wali kelas yang baik dan sangat mengerti aku.Beliau pun mengijinkan aku untuk masuk jam 10 nanti.


Sesampainya di bandara,aku langsung bunda untuk menarik kopernya.Kebetulan memang,kepulangan bunda sekarang sekalian ambil barang-barang miliknya yang masih tertinggal.


''Nanti kalau bunda sudah sampai,tolong beritahu aku yah.''


"Iya nak,pasti......''


"Ya udah kalau begitu,bunda pamit yah.Kamu baik-baik di sini,jaga kesehatan kamu.Kalau ada apa-apa,langsung kasih tahu bunda yah.''


''Iya siap bunda,"


"Dah......'' ucap bunda sambil melambaikan tangan nya.


Akhirnya kami pun berpisah lagi untuk sementara waktu.Ini memang bukan kali pertama aku berpisah dengan bunda.Hanya saja,setiap dia mau pergi lagi ke Bali.Sejujurnya hati aku terasa berat untuk melepaskannya.


Bunda pun langsung menuju pintu masuk dan aku pun memilih untuk menunggu sampai bunda benar-benar sudah pergi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setibanya di sekolah,aku langsung di sambut oleh Rio.Karena memang aku sendiri yang meminta dia untuk menjemput ku di gerbang depan.Kebetulan tadi mereka menitip beberapa makanan pada ku untuk makan siang.


"Wih,makan enak nih kita hari ini." ucapnya sambil meraih beberapa kantong makanan di tangan ku.


"Iya nih,tumben kalian pesan makanan dari luar."


"Ya kan emang kebetulan juga kan,kamu habis dari bandara.Lagi pula,aku cukup bosan juga sama makanan di kantin."


"Nggak apa-apa lah,sekali-kali kita makan enak." lanjutnya.


''Gimana kalian aja deh,"


Aku dan Rio pun langsung menuju ke kelas dan kami pun sengaja memilih untuk lewat jalan yang melewati lapangan.


Di sana kami tidak sengaja bertemu dengan Yosef dan kawan-kawan nya tengah mengikuti pelajaran olah raga.


"Wih,ternyata kamu bisa juga yah,makan makanan kayak gitu.Gue kira kamu hanya makan buku aja," ucap Yosef.


"Rayap kali....." sambung temannya.


"Kalau ngomong tuh di jaga,percuma kamu pintar.Kalau hanya pintar ngejek orang.'' ucap Rio.


"Dih,dia kesindir kayaknya."


"Heh,lagian gue tuh ngomong ama kawan kamu ini,si kutu buku."

__ADS_1


"Udah lah Rio,biarkan saja." ucap ku pelan.


"Di hanya berusaha memancing kemarahan ku saat ini.Emang dia kayak gitu orangnya,aku sudah tidak aneh lagi sama dia." lanjut ku.


"Apa kalian bisik-bisik,kalau berani ngomong aja." ucap Yosef.


"Kepo banget sih jadi orang," timpal Rio.


"Eh Rio,kok kamu mau sih bergaul sama cewek kutu buku ini.Padahal kamu bisa loh,dapetin teman yang jauh lebih baik dari dia.''


"Kalau ngomong tuh di jaga,kamu nggak ada hak buat atur gue mau berteman dengan siapa aja." ucap Rio sedikit kesal.


"Udahlah,sebaiknya kita pergi saja dari sini." aku pun menarik tangan Rio.


Meskipun dia sempat menolaknya,namun akhirnya dia pun mau dan mengikuti aku dari belakang.


"Ada yah orang yang kayak gitu,heran aku." ucap Rio.


"Percuma aja,dia terkenal pintar.Tapi pada kenyataannya dia mempunyai sikap yang kurang baik." lanjut Rio.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Nih," ucap Rio langsung menyimpan kantong belanjaannya di atas meja Nadin.


"Wah,akhirnya datang juga." ucap Nadin senang.


"Jadi kamu yang pesan semua ini?" tanya ku tidak menyangka.


Aku baru menyadarai,ternyta sat ini tidak ada Eran di kelas.


''Kemana dia? Kok nggak ada." ucap ku dalam hati.


"Sayang banget,hari ini Eran malah nggak masuk.Giliran kita makan enak malah nggak ada." ucap Rio.


"Lah emang dia kemana?" tanya ku.


"Ah itu,katanya hari ini dia ikut menghadiri pelantikan ayahnya."


"Tadi pagi dia ke rumah aku dan minta aku untuk menyampaikannya pada Septi." lanjut Nadin.


"Oh......"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepulang sekolah,sehabis makan siang.Aku pun memutuskan untuk pergi ke mall yang letaknya tidak jauh dari apartemen ku.


Tadinya mang ujang sempat menawarkan untuk mengantarkan aku.Hanya saja aku memilih untuk jalan kaki saja.


Aku berniat ingin membeli buku novel di salah satu toko buku langganan ku.Kebetulan hari ini ada novel baru yang di pamerkan.

__ADS_1


Sesampainya di mall nya,aku langsung naik ke lantai 3 dan langsung masuk ke dalam tokonya.


Ternyata benar saja,hari ini pengunjungnya cukup banyak.Aku sempat kesulitan untuk mengambil buku novelnya,karena ternyata kebanyakkan pengunjung juga pada membeli novel yang baru rilis hari ini.


Setelah mengantri beberapa menit,akhirnya tibalah giliran ku.Tanpa menunggu lama,aku langsung memborong ke tiga novel yang baru liris hari ini.


Setelah aku mendapatkannya,aku tidak langsung keluar dari tokonya,melainkan melihat-lihat lagi koleksi yang lainnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Hampir sekitar 20 menitan,baru lah aku mendapatkan buku yang aku inginkan.Aku pun langsung mengambilnya dan setelah itu langsung menuju ke kasir untuk membayar tagihannya.


"Kemana lagi yah," ucap ku pelan.


Aku malah kebingungan sendirian,aku masih belum mau pulang.Karena di rumah juga aku tidak jauh dari berdiam diri di kamar saja.


Aku pun memutuskan untuk naik ke lantai 4 di sana banyak terdapat beberapa toko yang menjual sovenir dan barang-barang yang berhubungan dengan wanita.


Saat aku tengah asik memilih bando,tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk ku dari belakang.


"Hah.....'' ucap ku kaget.


"Eran,"


"Kamu kok bisa di sini?" tanya ku heran.


"Ini aku habis nganter ibu ku belanja bulanan,kebetulan beliau sedang di supermarketnya sekarang.Aku iseng aja naik ke lantai ini,eh tahunya malah ketemu sama kamu." jelas nya.


"Ah begitu,"


"Kamu sendiri habis ngapain? Sama yang lain juga?"


"Nggak,aku sendirian aja.Tadi kebetulan aku habis beli buku baru di G******dia.Aku hanya lihat-lihat aja tadinya,eh tahunya aku malah kepincut sama benda ini.'' Jelas ku sambil menunjukkan bando yang aku pegang.


''Oh gitu,aku kira kamu ke sini datang sama yang lain.Coba aja kalau ada mereka,sepertinya asik juga buat kita nonton hari ini." ucapnya.


"Eh iya,kamu hari ini nggak masuk yah."


"Ah itu,aku tadi habis menghadiri pelantikan ayah ku." balas nya.


"Iya aku juga dengar dari Nadin."


"Gimana,acaranya lancar nggak?"


"Ya begitu lah,hanya saja aku merasa bosan aja.Karena terlalu banyak orang,"


"Ya iyalah aneh kamu,namanya juga acara resmi." ucap ku sambil tersenyum.


Tiba-tiba saja,dia meraih HP nya dari dalam sakunya.

__ADS_1


"Iya bunda....."


__ADS_2