
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Saat waktu istirahat,Rio sudah tidak lagi mutung seperti saat tadi pagi.Berbeda dengan Eran yang masih saja diam sejak kami berjalan bersama sampai di depan kelas IPS.
"Sampai ketemu nanti," ucap ku.
Karena memang seperti biasanya,aku langsung menuju ke perpustakaan.Tidak lama setelah aku sampai,saat aku tengah menikmati makan siang ku.Tiba-tiba saja Eran datang menghampiri ku dan langsung duduk di kursi yang berada di samping ku.
"Kenapa dia?" tanya ku dalam hati.
Aku pun memilih untuk melanjutkan makan siang ku sambil membaca buku.Tidak lama setelah itu,dia pun melihat ke arah ku.
"Kamu mau?" ucap ku sambil menawarkan makanan yang masih ada di dalam kotak makan.
'' Apa itu?"
"Ini sendwich tuna,"
"Coba saja,mungkin rasanya akan terasa aneh.Tapi enak kok,"
Eran pun langsung meraihnya dan perlahap menyantapnya.
"Gimana?" tanya ku.
"Ternyata cukup enak juga,masih masuklah di perut ku." balas nya.
Kami pun menikmati makanan kami dan sesekali dia sempat melihat le arah ku juga.
"Kamu mau minum? Ini ambil aja,aku masih ada susu kok."
"Emang nggak apa-apa,"
"Udah ambil aja,"
"Nanti pasti aku ganti yah,tadinya aku emang tidak bermaksud ke sini.Hanya saja aku merasa mumet saat udah sampai di kantin." jelas nya.
"Ah seperti itu,pantesan tidak seperti biasanya kamu datang ke sini."
Aku sebenarnya penasaran dengan apa yang buat dia kesal,tapi aku memilih diam saja.Karena merasa itu bukan urusan aku dan takutnya nanti malah menyinggung dia.
Tiba-tiba saja,tangan Etan menyentuh bagian ujung bibir ku.Dan itu cukup buat aku kaget seketika.
"Kenapa?" tanya ku langsung.
"Itu ada saos yang menempel,aku hanya bantu untuk membersihkannya."
"Padahal kamu tidak perlu melakukannya,bagaimana kalau nanti ada yang melihat nya." balas ku.
"Tidak ada,lagian lihat aja.Di perpustakaan ini hanya ada kita dan guru penjaga." timpalnya.
Aku langsung mengalihkan perhatian kundan memilih untuk membuang sampah bekas makanan ku.
"Nadira....." ucap bu Ida pelan.
"Iya kenapa bu?"
__ADS_1
"Itu siapa? Pacar kamu yah?" tanya bu Ida.
"Pacar? Bukan itu teman sekelas aku bu."
"Tapi ibu baru liht dia akhir-akhit ini aja,"
"Iya karena memang dia baru masuk minggu kemarin.Pindahan dari Jogjakarta."
"Ah pantas saja,ibu baru melihatnya baru-baru ini.Menurut ibu dia ganteng loh,masa sih kamu nggak naksir sama dia."
''Tidak bu,kami hanya berteman saja."
"Baiklah,"
Aku pun langsung kembali ke tempat duduk ku dan meneruskan kembali bacaan ku.Ternyata Eran sudah tertidur sambil menghadap ke arah ku.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
"Eran......." ucap ku sambil menepuk-nepuk tangannya pelan.
"Bangun,"
Dia pun perlahan membuka matanya dan kami pun saling melihat satu sama lain.
"Udah masuk lagi yah?"
"Belum sih,bentar lagi."
"Oh,ya udah ayo kita ke kelas." ucapnya.
"Bareng aja sih,"
"Nggak perlu,duluan aja."
Aku langsung pergi meninggalkannya dan berjalan menuju ke lorong dimana tempat buku kesukaan ku di simpan.
"Kamu kenapa sih,kamu nggak suka yah kalau aku ikutin kamu?" ucap Eran sambil menarik tangan ku.
"Bukan seperti itu,"
"Pastinya teman-teman kamu,sudah memberitahu aku di sekolah ini seperti apa.Bagaimana pandangan orang-orang terhadap ku,"
"Aku hanya tidak mau saja,kamu di jauhi oleh teman-teman kamu,gara-gara bergaul dengan aku." lanjut ku.
"Aku tidak peduli Dira,ini hidup aku.Mereka tudak berhak mengatur aku harus bergaul dengan siapa aja." balas nya.
''Aku tidak yakin,mungkin saat ini kamu bisa bilang seperti itu.Tapi kedepannya,mungkin pandangan kamu terhadap aku akan berubah."
"Ya aku juga tidak tahu,apa yang akan terjadi pada ku nanti kedepannya seperti apa."
"Tapi kamu tidak ingat,kenapa teman-teman kamu masih bertaham sampai saat ini? Karena mereka menerima kekurangan kamu dan mereka peduli sama kamu." lanjutnya.
Aku langsung terdiam mendengar ucapannya barusan.Apa yang di katakannya cukup buat hati aku bergetar.
"Aku tidak tahu,alasan apa yang buat kamu menutup diri seperti ini.Tapi kamu juga harus ingat,ada teman-teman kamu yang selalu menunggu kamu."
__ADS_1
Eran pun langsung berlalu meninggalkan aku,ucapannya barusan cukup buat aku tertampar.
Karena memang selama ini,aku terlalu menutup diri ku dan tidak terbuka dengan teman-teman ku.Rasa takut ku di masa lalu,selalu menghantui aku sampai saat ini.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Sesampainya di kelas,seperti biasa teman-teman ku menyambut aku dengan senyuman yang biasa mereka tunjukkan pada ku.
Aku langsung melihat ke arah Eran dan dia pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Dira,ini tadi aku beli cokies.Tadi ada menu baru di warung bibi." ucap Nadin langsung memberikan satu bungkus cokies pada ku.
"Makasih ya,"
"Kamu suka coklat bukan,aku sengaja milih rasa coklat.Nanti cobain yah," lanjutnya.
"Iya....."
"Tahu nggak,tadi Nadin sampai nggak makan apa-apa.Dia hanya makan sama cokies aja dan nyobain semua rasanya." timpal Surya.
"Ya kan biar aku tahu,mana rasa yang enak." ucap Nadin tidak terima.
Aku pun hanya terseyum mendengar pertengkaran mereka berdua.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Sesampainya di apartemen,bunda tengah membereskan pakaiannya ke dalam koper.Aku pun langsung menghampirinya dan memeluknya.
"Kenapa nak? Kok tumben datang-datang langsung peluk bunda."
"Nggak,"
"Aku hanya merasa sedih aja bunda,perasaan baru kemarin bunda datang."
"Ya ampun nak,kamu malah buat buat merasa bersalah saja sekarang."
"Apa perlu bunda tidak perlu berangkat ke Bali besok? Supaya bunda bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan kamu." lanjut bunda.
"Jagan lah,nanti bagaimana dengan usaha bunda di sana."
"Lagian 3 mingguan lagi aku libur semester,nanti biar aku saja yang mengunjungi bunda ke sana.Itung-itung aku liburan,"
"Benar yah,bunda tunggu loh."
"Iya bunda,sekalian aku mau ajak teman-temab aku,bibi sama mang Diman juga."
"Boleh,bunda tunggu."
"Oh iya,bunda lupa.Ini tadi bunda sudah meminta brosur dari sepupu kamu.Ini ada beberapa universitas yang katanya cukup bagus." jelas bunda sambil memberikan beberapa brosur pada ku.
"Iya nanti aku coba lihat-lihat,"
"Ya sudah,kamu pasti sudah lapar kan.Sekarang ganti baju kamu,setelah itu kita makan siang bareng yah." suruh bunda.
"Iya bunda,tapi seperyinya aku mau mandi dulu.Soalnya aku merasa gerah banget hari ini."
__ADS_1
"Ya udah sana,jangan lama-lama." balas bunda sambil tersenyum.