PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 42


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Enggak ah,udah kamu aja yang ikut mereka." balas ku.


"Ikh Dira,kamu kok tega banget sih sama aku."


"Ayo lah," rengek nya.


"Hem......"


"Ya udah tunggu dulu,aku mau cuci muka dulu sama ganti pakaian."


"Asik,"


"Ya udah,kalau gitu aku tunggu di bawah yah."


"Tapi janji yah,kamu harus ikut sama aku nanti." lanjutnya.


"Iya......"


Setelah itu,Nadin baru lah keluar dari kamar ku dengan wajah yang senang.Aku pun langsung menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka dan berganti pakaian.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Hayu," ajak ku.


Ternyata Nadin menunggu ku di ruang tengah sambil membantu bibi yang tengah membereskan barang-barang milik bunda.


"Yuk....." dia pun langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Bi,kita pergi dulu yah....."


"Iya non....."

__ADS_1


Aku dan Nadin pun langsung menuju parkiran untuk mengambil sepeda lipat milik ku.


"Oh iya,yang lain mana?"


"Mereka udah pergi duluan,tadi mang Diman katanya mau nganterin mereka ke tempat rental sepeda gitu."


"Kan sepedanya hanya ada dua kan," lanjutnya.


"Ah,paling di tempat rental yang ada di depan sana."


"Iya mungkin....."


Karena memang di rumah,hanya ada sepeda milik aku dan bunda saja.


Kami pun langsung menuju ke tempat yang di maksud tadi dan berharap Rio dan Eran masih ada di tempat rental sepedanya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Namun sayangnya,pas aku dan Nadin sampai di tempat rentalnya,mereka berdua sudah tidak ada dan kami hanya bertemu dengan beberapa orang yang juga sedang rental sepeda juga.


"Sepertinya,"


"Ya udah,yuk.Nanti keburu siang lagi." ajak Nadin.


Kami pun langsung mengayuh sepedanya menuju pantai yang berjarak sekitar 1 kilo meter lebih.


"Itu dia mereka," tunjuk Nadin.


Aku pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk Nadin barusan.Ternyata mereka berdua tengah ngobrol di bawah pohon yang letaknya tidak jauh dari tempat rental sepedanya tadi.


Aku dan Nadin langsung mengayuh sepeda kami untuk menghampiri mereka berdua.


"Hei......" ucap Nadin.

__ADS_1


"Ya ampun,kalian lama banget sih....."


"Ini tuh udah mau siang," gerutu Rio.


"Ya maaf," balas ku pelan.


"Ya udah,sebaiknya kita langsung menuju ke pantainya. Tidak usah lah,kalian malah bertengkar di sini." ucap Eran melerai aku dan Rio.


Kami pun langsung menuju pantainya sambil beriringan mengayuh sepeda.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...


Sesampainya di pantai setelah 10 menitan mengayuh sepedanya,kami langsung menyusuri pantainya sambil menaiki sepeda.


Hari ini,cuacanya tidak begitu cerah agak mending sedikit.Padahal ini sudah jam setengah 7,tapi masih kelihatan gelap.


Setelah menyusuri pantai sekitar 15 menitan,kami pun memutuskan untuk menepi di dekat toilet umum karena Rio kebelet mau buang air besar.Di ikuti Nadin di belakangnya,yang sama juga mau buang air besar.


"Ya ampun,kok bisa yah mereka janjian gitu." ucap Eran.


"Tapi emang jam-jam segini jadwal mereka sih,setahu ku."


"Oh gitu,"


"Eh bagaimana kalau kita menunggu mereka di tepi pantai sana?" ajak Eran.


"Ya udah yuk,"


Aku dan Etan pun langsung menuju tepi pantainya,setelah menitipkan sepeda kami di tukang parkir yang letaknya tidak jauh dari toilet umum tadi.


"Wah.......!" seru ku.


"Anginnya dingin banget," ucap ku sambil melihat ke arah Eran.

__ADS_1


Aku langsung salah tingkah,karena Eran menatap ku sambil tersenyum.


__ADS_2