
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Tadi perasaan dia udah duluan pergi sama Nadin sama Surya ke kantin."
"Kayaknya nggak mungkin deh,kamu langsung nanyain sama dia sekarang.Soalnya kan dia juga nggak bakalan menjawabnya lah,apalagi kan satu sekolah ini udah pada tahu kalau Hana suka sama kamu.," jelas Rio.
"Yang bersaing untuk dapatin kamu itu bukan Hana saja.Tapi masih banyak lagi,hanya saja yang lainnya tidak seberani Hana." lanjut Rio.
"Meskipun kami masih terbilang baru di sekolah ini,tapi reputasi kamu di sekolah ini tuh udah mengalahkan murid yang dulunya terkenal di sini."
"Apaan sih,"
"Tapi emang kan,seorang Hana saja yang notabennya salah satu siswi terkenal kamu tolak juga." timpal Rio.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Dir,katanya kamu ceritain apa yang tadi kamu omongin sama Hana tadi pagi." ucap Nadin.
"Ya ampun,nggak di sini juga kali.Kan bisa nanti nunggu pulang sekolah aja." sambung Surya.
"Iya Din,masa iya sih aku harus menceritakannya sekarang.Nanti gimana kalau ada yang mendengar,malu lah."
"Aduh,aku malah makin penasaran sama kamu." balas Nadin.
Tidak lama kemudian Rio dan Eran pun datang dan bergabung dengan kami bertiga.
"Kalian dari mana aja sih? Ke toilet kayak orang yang pingsan aja." ucap Surya.
"Semarangan,lagian kalai pun aku pingsan ya pilih-pilih tempat lah.Masa iya di toilet,yang benar aja." timpal Rio.
"Kalian udah pada pesan makanannya belum?" tanya nya.
"Udah,hari ini kita samain makan mie ayam aja." balas Nadin.
"Tumben," balas Rio.
"Ya lagi pengen aja,udah lama juga kan kita nggak makan mie ayam di kantin kita ini."
"Ya udahlah,kita ngikut aja." balas Rio pasrah.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepulang sekolah,aku langsung menuju ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang tempo hari aku pinjam.
"Dira......!" ucap bu Ida.
"Kamu ke mana aja,kok baru kelihatan.Biasanya pas istirahat kamu makan di sini."
"Iya bu,sekarang aku istirahat bareng sama teman-teman ku di kantin."
__ADS_1
"Serius? Ibu ikut senang mendengarnya, akhirnya kamu sekarang sudah mau bergabung dengan teman-teman kamu."
"Apa yang buat kamu,punya keberanian yang cukup besar ini? Ini pastinya tidak mudah juga buat kamu."
"Ya aku hanya mencoba untuk mengalahkan rasa takut ku.Awalnya memang aku kesulitan dan susah untuk beradaptasi.Tapi karena teman-teman aku pun menyemangati aku,jadinya rasa takut aku pun hilang." jelas ku.
"Ibu jadi terharu mendengarnya,tapi meskipun sekarang kamu nggak makan siang di sini lagi,sering-seringlah berkunjung ke sini."
"Pasti lah bu,"
"Ah iya,ini aku mau kembalikan buku yang tempo hari aku pinjam."
Aku pun langsung memberikan beberapa buku yang sedari tadi aku pegang.
"Oh iya,ya udah seperti biasa,Dira bisa langsung simpan ke tempat semula."
"Baik bu....."
Aku pun langsung menyimpan bukunya dan merapikannya kembali,tidak lupa aku pun memilih beberapa buku yang baru untuk aku pinjam hari ini.
Setelah berpamitan sama bu Ida,aku langsung menuju parkiran untuk langsung pulang saja.Karena mulai hari ini,aku sudah bisa kembali menggunakan motor kesayangan aku.
"Ya ampun,hari ini panas banget sih." ucap ku sambil menggunakan helm.
Saat aku hendak melajukan motor ku,tidak sengaja aku melihat Rio dan Nadin yang baru saja keluar dari lobi sekolah.Aku pun langsung mematikan kembali motor ku.
"Nadin.....!" seru ku.
"Aku kira kamu sudah pulang," lanjutnya.
"Kan tadi aku bilang,mau mampir dulu ke perpustakaan untuk balikin buku yang tempo hari aku pinjam."
"Kalian sendiri dari mana? Perasaan tadi kalian udah mau pulang deh."
"Iya tadinya emang kita mau pulang,tapi nih si Nadin pakai acara HP nya ketinggalan di kelas lagi.Jadinya dia merengek minta di temenin buat balik lagi ke kelas." jelas Rio.
"Oh pantes....."
"Kebetulan kamu masih di sini,sekarang ceritakan sama kami.Apa yang tadi pagi Hana katakan sama kamu." ucap Rio.
"Kirain kalian udah lupa,"
"Mana ada,nggak lah."
"Ayo cepat ceritakan sama kami,aku ingin tahu." sambung Nadin.
"Intinya Hana menanyakan sama aku,terkait kedekatan aku sama Eran.Dia minta aku untuk jaga jarak sama Eran,dia merasa takut Eran malah akan menyukai aku."
"Lah aneh,emang dia siapa? Kok dia ngatur-ngatur kamu gitu sih?"
__ADS_1
"Emangnya dia siapanya Eran sekarang? Setahu aku,Eran malah nggak suka sama dia." lanjut Nadin.
"Ya nggak tahu,mungkin dia hanya takut saja."
"Terus kamu jawab apa?" tanya Rio.
"Ya aku jawab aja,aku sama Eran emang hanya berteman saja tidak lebih.Dan meminta dia untuk tidak mengkhawatirkan kedekatan aku sama Eran sekarang."
"Wah,cukup berani juga yah dia.Sampai-sampai melabrak kamu,"
"Iya,katanya dia dapat cerita dari Kania.Sore kemarin Kania melihat aku sama Eran tengah makan berdua di taman kota.Mungkin karena itu,Hana pagi tadi datang menemui aku."
"Padahal aku dan Eran hanya sekedar makan doang,nggak ngapa-ngapain." lanjut ku.
"Hana nya saja,yang terlalu berlebihan.Dia merasa Eran itu hanya dia saja yang berhak untuk memilikinya.Padahal Eran sudah memperingatkan dia dan minta Hana untuk berhenti mengejarnya." jelas Rio.
"Ya namanya juga cinta,pasti berani melakukan hal yang di luar batas." timpal Nadin.
"Udahlah,aku nggak mau bahas masalah ini lagi."
"Biarkan saja,biarkan Eran sendiri yang menyelesaikan urusannya sama Hana.Pastinya Hana punya alasan,kenapa sampai sekarang masih bertahan dan yg tetap ingin memiliki Eran."
"Kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja." lanjut ku.
"Ya udah lah,kalau gitu."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Hana......." panggil Eran.
Hana pun langsung berbalik,sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.
"Eh Eran," ucapnya lembut.
"Ada yang ingin aku katakan sama kamu,"
"Apa?"
"Maksud kamu apa? Kamu mendatangi Dira tadi pagi?"
"Memangnya kamu punya hak apa,terhadap diri aku.Aku sudah menjelaskan nya sama kamu bukan,kalau aku tidak bisa membalas perasaan kamu ini.Jadi aku minta,supaya kamu berhenti untuk menyukai aku.Di luar sana ada banyak laki-laki yang jauh lebih baik di bandingkan aku." jelas Eran.
"Kenapa kamu bisa tahu? Apa Dira yang kasih tahu kamu?" tanya Hana balik.
"Tidak,dia tidak menyampaikan apa-apa pada ku.Aku hanya menebak saja,memangnya ada urusan apa lagi di antara kamu sama Dira?"
"Aku hanya tidak suka saja,melihat kedekatan kamu sama dia."
"Kan kamu tahu sendiri,aku itu suka....."
__ADS_1
Belum sempat Hana menyelesaikan ucapannya,Eran langsung pergi meninggalkan dia.