PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 41


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepertinya iya deh,aku juga tidak tahu persis.Aku hanya melihat beritanya di sosial media saja."


"Kamu mau mencobanya? Kalau mau hayu aku temenin."


"Nanti saja,"


"Kamu sering yah,menghabiskan waktu ke sini?"


"Bisa di bilang seperti itu,"


"Dulu saat almarhum ayah masih ada hampir setiap hari ayah mengajak ku ke sini untuk main air dan pasir."


"Tapi sekarang paling aku ke sini buat menikmati makanannya saja."


"Ada beberapa tempat yang terkadang buat aku teringat sama mendiang ayah ku,itu makanya makin ke sini,aku jarang pergi ke sini.Paling aku pergi ke tempat yang satunya lagi yang terletak tidak jauh dari sini."


"Oh gitu,"


"Itu pasti sulit juga buat kamu dan sesuatu yang tidak mudah juga."


Aku hany membalasnya dengan senyuman saja.


Setelah Eran menyelesaikan makan es kelapanya,kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di tepi pantai.


Hari ini tidak begitu banyak pengunjung,paling ada beberapa saja dan itu pun jarang.


Setelah berkeliling sekitar 15 menitan,baru lah kami tiba di dekat restauran yang pernah aku kunjungi dengan ayah ku sewaktu kecil.


Aku langsung terdiam dan berdiri melihat ke arah restorannya.


"Kamu kenapa?"


"Apa kamu mau makan di sana?" lanjut Eran.


"Tidak,hanya saja tempat ini mengingatkan aku sama ayah.Dulu setiap kami berkunjung ke sini,pasti ayah mengajak aku dan bunda untuk makan di restoran ini." jelas ku.


"Ini pasti berat buat kamu,"


"Sejujurnya aku juga punya saudara laki-laki,kami kembar."


"Hanya saja,dia sudah lebih dulu pergi meninggalkan aku dan keluarga ku." lanjutnya.


Aku langsung melihat ke arahnya,ini kali pertamanya ku mengetahui kalau ternyata dia itu punya kembaran.


"Jadinya sejak saat itu,ibu dan ayah sangat memperdulikan aku dan memanjakan aku."


"Ya karena mereka nggak mau kehilangan anaknya untuk ke dua kalinya." balas ku.


"Iya......."


Meskipun kembaran ku itu sudah lama meninggalkan kami,tapi sampai saat ini pun kami masih merasa dia ada di samping kami."

__ADS_1


"Sama,aku juga seringkali merasakan hal seperti itu."


"Kamu tahu,kenapa di rumah ku di sini tidak ada foto keluarga ku atau pun foto ayah.Itu karena bunda hanya menyimpannya di kanar beliau saja."


"Dulu,setiap aku melihat foto ayah aku akan langsung histeris dan menangis karena teribgat kenangan aku bersama beliau."


"Pasti lah,aku juga sering merasakan hal yang sama seperti kamu."


"Sulit banget buat melepaskannya dari hidup kita." lanjut Eran.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah berkeliling sekitar 40 menitan,kami pun memutuskan untuk pulang.Karena yakutnya Rio dan Nadin mencari kami.


Tidak terasa sejak aku dan Eran pergi tadi,kami sudah hampir 3 jam meninggalkan mereka berdua di rumah.


Setibanya di rumah ku,ternyata benar saja mereka sudah bangun dan tengah bersantai di dekat kolam renang sambil menikmati minuman yang di simpan di atas meja.


"Aduh,enak yah......." ucap ku mengagetkan mereka.


Mereka langsung terkejut dan melihat ke arah ku dan Eran.


"Kalian habis dari mana saja,aku udah menunggu kalian lama tahu dari tadi."


"Habisnya,tadi kalian malah pada tidur.Jadinya kami tinggal deh,"


"Emangnya kalian habis dari mana sih? Kata bibi tadi kamu pergi ke kantor bunda kamu."


"Pantes," timpal Rio.


"Oh iya,tadi kami masak mie dan ini kita juga buat jus mangga."


"Nggak apa-apa kan?"


"Ya ampun,kayak ke siapa aja.Ambil aja,kalau ada."


"Iya tadinya aku kira ada bibi di rumah,tapi ternyata nggak ada.Kami sudah mencarinya ke mana-mana,eh tahunya kata satpam di depan beliau tengah pergi ke pasar." jelas Nadin.


"Oh gitu,aku juga baru tahu kalau bibi pergi ke pasar. "


"Emang ada yah,pasar yang jam segini masih buka?" tanya Rio.


"Ya ada lah,gimana sih kamu.Kayak di Jakarta aja,"


"Tapi hanya pasar tertentu saja,yang masih huka sampai sore.Kalau yang lainnya paling hanya sampai jam 12 siang aja."


"Iya sih," balas Rio.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya,setelah bunda pulang kerja.Kami pun mengadakan makan malam bersama di halaman belakang.


Ternyata tadi bibi pergi ke pasar ikan,untuk beki beberapa ikan dan seafood lainnya untuk menu makan malam kami hari ini.

__ADS_1


Rio,Eran dan mang Diman mereka bertugas untuk membakar ikannya.Sedangkan aku,Nadin,bunda dan bibi,kami kebagian untuk menyiapkan sambel dan beberapa makanan pendamping lainnya.


"Hem,wanginya enak baget." ucap Nadin.


"Nadin udah lapar yah," ucap bunda.


"Tidak juga bunda,hanya saja memang aromanya wangi banget.Pasti tetangga yang ada di dekat rumah bunda ini bakaln kebagian wanginya juga."


Bunda pun langsung tersenyum mendengar perkataan Nadin barusan.


"Bunda memang sengaja buat bumbu rahasia tadi sama bibi.Makanya wanginya bisa seharum ini,"


"Wanginya aja udah enak,apa lagi kalau nanti di makan.Nggak kebayang enaknya,"


"Nggak perlu di bayangin,nih ikanya udah matang." ucap Rio yang menghampiri kami dengan membawa ikan hasil bakarannya.


"Wah......." ucap Nadin senang.


Aku dan Nadin langsung meraih nampan yang di bawa Rio barusan dan meletakkannya di atas meja.


"Ajak yang lainnya,kita makan bareng sekarang." pinta bunda.


"Iya bunda......"


Rio pun langsung menghampiri mang Diman dan Eran yang tengah membereskan bekas bakarannya tadi.Setelah itu,barulah kami pun makan bersama di halaman belakang dengan nikmat.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ya ampun,kalian nggak dingin apa.Malam-malam gini kalian malah pada renang." ucap ku setelah mendapati Rio dan Eran tengah berenang di kolam.


"Iya ih,nanti kalian masuk angin loh,karena kedinginan."


"Baru saja sebentar di tinggal buat beres-beres,eh tahunya kalian malah udah renang aja." lanjut Nadin.


"Aduh,kalau kamu mau sini lah.Nggak usahlah kamu malah mengomeli kami." balas Rio.


"Ih enggak yah,maaf."


"Mana mau aku,malam-malam gini harus renang."


Nadin pun langsung duduk di bangku sambil menikmati cemilan yang dia bawa dari dapur.


"Rio,jangan lama-lama.Nanti kalian masuk angin loh,"


"Iya ini juga paling sebentar lagi udahan."


Eran dan Rio pun langsung melanjutkan kembali acara renang mereka yang tertunda sebentar.


Sedangkan aku,memilih untuk kembali ke ruang tengah untuk membaca novel saja sambil mendengarkan musik dari HP ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Paginya,saat aku masih tertidur di kamar.Nadin datang menghampiri aku dan membangunkan aku langsung.Dia merengek meminta untuk menemani dia ikut bersama Rio dan Eran lari pagi.

__ADS_1


__ADS_2