
Betran benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa Dahlia akan bersama pria lain.
BRAKKK...
BRAKKK...
PRANGG..
Betran terlihat begitu marah, dia memecahkan barang-barang yang ada di kamarnya. kemarahannya benar-benar sangat luar biasa.
"Aku tidak terima jika Dahlia bersama dengan pria lain!" seru Betran.
Seorang wanita nampak menatap Apa yang dilakukan oleh Betran, dia adalah istri Betran. wanita itu tidak akan pernah mengira kalau suaminya adalah orang yang tidak mempunyai hati sama sekali. Dia menikahinya hanya untuk kekuasaan, dia mencintai wanita lain walaupun dia sudah menikah.
"Secinta itu kah kau kepada wanita itu hingga kau seperti ini." guman istri Betran yang terlihat menatap suaminya yang sedang membanting barang-barang yang ada di dalam kamarnya.
Nyonya besar yang melihat hal itu nampak Dia mendekati istri putranya.
"Lebih baik kau tinggalkan kamar itu daripada kau akan menjadi pelampiasan atas kemarahan suamimu." ucap nyonya besar.
"Tapi aku tidak mau meninggalkannya, Ibu." jawab istri Betran.
"Lebih baik kau tinggalkan dia," pinta nyonya besar yang tidak ingin putranya menyakiti istrinya.
"Ibu, Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya istri Betran kepada nyonya besar.
"Ikutlah denganku, kita bicara di kamarku saja." jawab nyonya besar.
Isteri betra nampak mengikuti kemana langkah kaki nyonya besar, wanita tua itu pasti tahu apa yang akan ditanyakan oleh isteri Betran.
"Duduklah dulu, minumlah teh ini." pinta nyonya besar.
"Tatapan mata istri Betran menatap Ibu mertuanya, wanita itu nampak memiliki pertanyaan yang begitu banyak.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya nyonya besar kepada menantunya.
"Apakah Suamiku mencintai Wanita itu, ibu?" tanya istri Betran.
"Siapa?" jawab nyonya besar.
"Wanita yang bernama Dahlia, tadi siang secara sengaja aku mengikuti suamiku yang sedang keluar. ternyata pria itu pergi ke rumah wanita yang bernama Dahlia, wanita yang dulu bekerja di tempat ini." jawab istri Betran.
Nyonya besar menatap menantunya itu, sebuah senyum terukir begitu indah di wajah nyonya besar.
__ADS_1
"Dengarkan aku baik-baik, memang suamimu mencintai Wanita itu. tapi dia tidak pernah mengatakannya secara langsung kepada Dahlia, Dia mempunyai cita-cita untuk membalas semua perlakuan kakaknya. Dahlia adalah wanita yang sangat baik, sopan, pekerja keras dan begitu penyayang. Dahlia dulu sempat memiliki perasaan kepada suamimu, Tapi sayangnya tiba-tiba Putraku itu menikahimu dengan semua alasan yang dia miliki, dia pergi berpamitan untuk melakukan pekerjaan Tapi saat dia kembali dia sudah membawamu. wanita mana yang hatinya tidak akan hancur." jawab nyonya besar.
Isteri Bertrand hanya terdiam, wanita itu menatap Ibu mertuanya.
"Lalu kenapa dia melakukan hal itu, Bu?" tanya istri Betran.
"Kekuasaan, semua orang ingin kekuasaan. Mereka menginginkan kekuasaan yang lebih tinggi dari orang lain, Mereka melupakan perasaan mereka, tapi ketika keinginan lebih besar semua perasaan seketika hilang. namun mereka baru sadar saat orang yang dia cintai sudah tidak menginginkan dia kembali." jawab nyonya besar.
Isteri Bertrand hanya terdiam, dia tidak pernah mengira kalau suaminya hanya mempermainkan nya. begitu pula dengan wanita yang dia temui tadi siang.
"Yang aku dengar wanita itu akan menikah, Bu." ucap istri Betran.
"Menikah, Siapa?" tanya nyonya besar yang sedikit terkejut.
"Wanita yang dicintai oleh suamiku, Bu. yang aku dengar tadi kalau dia menerima lamaran seorang pengusaha yang bernama Daniel. yang Saya dengar kembali kalau pernikahan mereka akan dilaksanakan secepat mungkin." jawab isteri Betran.
Hati nyonya besar nampak tersentak saat mendengar informasi dari menantunya, seorang wanita yang ingin dia jadikan menantu itu sekarang akan dimiliki oleh orang lain.
"Bu, seandainya suamiku mau menikah lagi aku tidak apa-apa. asalkan dia mau membagi cintanya untukku." ucap istri Betran.
Nyonya besar tersenyum, wanita itu memegang tangan menantunya. "Itu tidak akan terjadi, putriku. karena wanita yang bernama Dahlia adalah tipe seorang wanita yang tidak mau dimadu, tidak mau di duakan dan tidak ingin mengambil milik orang lain." jawab nyonya besar.
"Tapi apa yang terjadi kepada suamiku, Bu? aku takut kehilangan dia." ucap isteri Betran.
Terlihat istri Betran hanya terdiam, walaupun sempat dia berpikir untuk menyingkirkan Dahlia.., tapi sekarang pikiran itu sudah hilang. Ibu mertuanya begitu menyayangi Dahlia berarti wanita itu memiliki keistimewaan.
* Satu bulan kemudian **
Dahlia merasa hidupnya menyenangkan berada di dalam keluarga barunya, di tempat itu Dahlia selalu memberikan pengarahan kepada para anak buah suaminya untuk berlatih menggunakan ilmu bela diri dan strategi.
"Jangan terlalu capek, isteriku!." seru Daniel kepada Dahlia.
"Jangan kuatir suamiku, aku dan ayah akan membuat strategi perusahaan untuk menyerang beberapa perusahaan yang sudah mulai menyerang kita, apalagi kau tahu sendiri kan kita harus mencari dukungan dari para penjahat agar mereka mau berada di pihak kita." jawab Dahlia.
"Tapi kau harus istirahat istriku, karena aku lihat kau terus menerus menyelidiki informasi beberapa musuh-musuh kita." ucap Daniel.
"Dengarkan suamiku, kita harus melatih mereka untuk menjadi benteng yang kokoh, kalau tidak saat kita lengah para musuh-musuh dan Daren menyerang kita." jawab Dahlia.
"Benar putraku, karena para anak buah dari beberapa musuh kita sudah mulai menyerah bahkan dengan terang-terangan mereka menyerang anak buah kita seperti mereka tidak takut pada kita." jawab ayah Zackly.
"Apakah beberapa anak buah yang kita yang hilang itu akibat dari serangan dari para musuh musuh kita, Ayah?" tanya Daniel.
"Tentu saja Putraku, Bahkan mereka juga membuat beberapa perusahaan kita dengan alasan yang tidak terlihat. mereka menyerang beberapa kelompok kita yang sedang melakukan penjagaan di beberapa gudang tempat kita." jawab ayah Joker yang terlihat juga berada di rumah Ayah Zackly.
__ADS_1
"Kalau seperti itu apakah tidak sebaiknya kita langsung menyerang mereka, agar mereka tahu kalau kita tidak akan diam saat mereka menyerang kita?" tanya Daniel.
"Tentu saja sayang, kita akan melakukannya. tapi kau harus tahu beberapa musuh kita itu adalah penjahat tingkat berat, mereka tidak takut pada polisi apalagi kepada kita." jawab Dahlia.
"Tapi dari mata-mata yang melapor padaku, aku dengar kalau Betran sekarang seperti lelaki yang tidak berhati. bahkan dia berani membunuh orang-orang yang melawannya." ucap Dahlia kepada kedua ayahnya.
"Dari mana kau tahu, istriku?" tanya Daniel kepada Dahlia.
"Aku telah menaruh salah satu mata mataku ku di kediaman keluarga Gale." Jawab Dahlia.
"Benarkah?" komandan Kim yang merasa kaget karena Dahlia sudah menggencarkan aksinya.
"Suruh para anak buah kita untuk mempersiapkan peluru mereka yang dilumuri racun, benamkan di sana untuk beberapa hari karena hal itu akan membuat racun itu tidak akan mampu untuk diobati. kalau aku prediksi dari para mata-mata ku. dalam satu minggu ini Betran akan menyerang kita." ucap Dahlia yang membuat Daniel langsung menjatuhkan cangkirnya.
PRANGG..
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Daniel.
"Tenang saja suamiku, aku sudah bilang kepada ayah kalau semua pasukan akan ku tarik dari perbatasan, dan mereka akan kita ganti dengan pasukan yang kita pimpin di tempat kita." jawab Dahlia.
"Apakah kau yakin?" tanya Daniel.
"Tentu saja." jawab Dahlia.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
__ADS_1
- pembalasan dendam Dahlia