
Malam itu terlihat Vera terdiam tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun.
"Huh...,aku benar-benar sangat kesal, lihatlah.., wanita itu tersenyum seolah mengejekku." guman Vera sembari menatap wajah Dahlia.
"Oya, Vera. apakah kau tidak mau mencari kerja?" tanya ayah Zackly kepada Vera.
"Memangnya ada apa,Paman?" tanya Vera balik.
"Kenapa kau terdiam di rumah tanpa melakukan apapun?" tanya ayah Zackly.
"Apakah aku tidak boleh diam di rumah?" tanya Vera kembali.
"Huf.., kau kan mempunyai pendidikan, lalu kenapa kau menjadi pengangguran?" tanya ayah Zackly.
Tak ada jawaban yang keluar dari ayah Vera, kelihatannya dia benar-benar di buat malu oleh ayah Zackly.
"Ya ampun.., pria tua ini benar-benar menyebalkan." ucap Vera dalam hati. wanita itu terus menggerutu karena dari tadi ayah Zackly terus menyerangnya.
"Apakah kau berkerja di perusahaan, Vera?" tanya ayah Zackly yang membuat Vera langsung mendongakkan kepalanya. hatinya begitu bahagia karena dia bisa bersama dengan Daniel.
"Benarkah, Paman? kalau begitu aku mau." jawab Vera yang terlihat tersenyum begitu bahagia.
Sebuah senyum terukir di wajah ayah Zackly, namun Bu Hana begitu kesal dengan sikap sang suami.
"Baiklah kalau begitu, ayo segera kita berangkat. dan untukmu Vera, segeralah kau berkemas, kita akan ke perusahaan." pinta ayah Zackly.
Dahlia bisa melihat senyum yang di tunjukkan oleh ayah Zackly, sebuah senyum yang mengisyaratkan sesuatu.
Sebenarnya hari ini Daniel dan Dahlia tidak ke perusahaan, mereka berdua ada janji dengan tuan Ramiro. sedangkan Vera yang berada di perusahaan wanita itu sangat kesal, karena Daniel tidak ada di perusahaan. bahkan dia harus berkerja dengan salah satu asisten ayah Zackly.
Sore itu Dahlia dan Daniel kembali dari rumah tuan Ramiro dengan membawa kabar yang sangat menyenangkan. sepasang suami istri itu kembali dengan wajah yang sangat bahagia.
"Apa, apakah kau senang?" tanya Daniel.
"Tentu, aku senang. apalagi tuan Ramiro memberikan aku hadiah yang sangat indah." jawab Dahlia.
Sekarang perusahaan ayah Zackly dan Daniel tidak akan menjadi perusahaan kecil, mereka akan menunjukkan taringnya untuk berdiri sendiri dan untuk mensejajarkan sebagai perusahaan yang patut untuk ditakuti oleh pengusaha lain.
Hari berganti hari, Daniel dan sang isteri memperbesar perusahannya, bahkan beberapa pengusaha terang-terangan membawa putri mereka untuk di kenalkan dengan Daniel, berharap Daniel mau menjadikan putri mereka jalan untuk menggoda Daniel.
Namum ada yang belum mereka ketahui, kalau istri dari Daniel adalah seorang wanita yang benar-benar sangat menakutkan. bahkan seorang wanita yang bisa dibilang sebagai psikopat pembunuh berdarah dingin.
Daniel selalu memuji sang istri yang mempunyai pemikiran yang sangat cerdas dan luar biasa, dari hari kehari Daniel semakin tidak bisa terlepas dari sang istri, karena rasa cintanya semakin menggebu dan tak terkendali.
"Isteriku, kamu kemana?" tanya Daniel kepada Dahlia.
"Aku akan menemui Ayah Joker." jawab Dahlia.
__ADS_1
"Kenapa tidak mengajak ku?" tanya Daniel kepada sang istri karena terlihat dari ininya istri tidak mengatakan kalau dia akan ke rumah ayahnya
.
"Kan biasanya kau selalu ikut, mengapa harus aku tanya?" jawab Dahlia sambil tersenyum kepada sang suami.
"Tapi kan aku ingin ditanya olehmu?" jawab Daniel dengan manja.
"Kau ini." jawab Dahlia sambil tersenyum dan mengelus pundak suaminya.
"Apakah kau akan meninggalkan aku sendiri?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Mengapa aku harus meninggalkanmu?" tanya Dahlia kepada suaminya.
Akhirnya Dahlia dan Daniel pergi ke rumah ayah Joker. Daniel seperti perangko yang menempel di tubuh Dahlia, dia tidak pernah mau lepas dari tubuh sang istri hingga membuat Dahlia terkadang merasa seperti dinding yang di tempeli cicak.
Tak berselang lama akhirnya mereka sudah sampai di rumah Ayah Joker, nampak pria tua itu bersama sang isteri selalu tersenyum saat melihat tingkah laku Daniel yang seolah tidak memperbolehkan istrinya untuk lepas dari pandangannya.
"Ayah, ibu!!" seru Dahlia kepada ayah Joker.
"Putriku!" seru Bu Camelia yang menyambut kedatangan Dahlia dan Daniel.
"Ayah, ibu!" seru Daniel kepada ayah Joker dan Bu Camelia.
"Ada apa denganmu, Daniel?" tanya ayah Joker kepada Daniel.
"Kau dengar sendiri kan, ayah. dia tidak suka aku tempeli terus." gerutu Daniel sambil cemberut.
"Oh ya Ayah, bagaimana kondisi di tempat ini?" tanya Dahlia kepada ayah Joker.
"Para pasukan ini telah berlatih dengan sangat hebat, bahkan mereka telah melakukan pelatihan tingkat pertengahan yang bisa membuat mereka menjadi pasukan yang mumpuni untuk berperang dengan musuh-musuh kita." jawab ayah Joker.
Mereka harus mempersiapkan diri untuk melawan musuh-musuh mereka dari kalangan mafia, penjahat, perampok bahkan orang-orang tanpa identitas yang sangat menakutkan.
"Isteriku, aku akan melihat para pengawal dan pasukan yang lain." pamit Daniel.
"Tentu, kau juga harus berlatih bela diri untuk mempertahankan diri kau tidak boleh sampai kalah Jika bertemu musuh." Jawab Dahlia.
"Lalu apakah kau tidak ikut?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Aku akan berada di sini bersama ayah, Kau pergilah ke tempat anak buah kita, setelah itu aku akan menyusulmu, suamiku. aku harus membicarakan sesuatu dengan ayah." Jawab Dahlia. hal itu membuat Daniel langsung menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan sang istri. sebelum itu dia mencium kening istrinya terlebih dahulu.
"Lihatlah putriku, suamimu seperti anak kecil." ucap ayah Joker.
"Ayah tidak akan pernah percaya dengan apa yang aku katakan, bahkan kemanapun aku pergi dia akan selalu ikut denganku. kalaupun aku keluar dia akan bertanya, katakan saja aku bertemu klien dia mengekor di belakang ku, sampai ibu mertuaku menggeleng kepalanya karena saking bingung nya melihat kelakuan Putra kesayangannya." jawab Dahlia.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya ayah Joker pada Dahlia.
__ADS_1
"Memang apa yang harus aku lakukan ayah." gerutu Dahlia.
"Itu tandanya suamimu sangat mencintaimu." jawab ayah Joker.
"Aku tidak akan pernah tahu, terkadang aku pusing dengan kelakuan suamiku yang membuatku seperti balutan baju yang di peras."jawab Dahlia Sambil tertawa. Hal itu membuat kedua mahluk itu tertawa lepas.
"Apakah kau akan melihat para anak buah kita?" tanya ayah Joker kepada Dahlia.
"Tentu Ayah, karena aku ingin memastikan secara langsung. karena besok aku akan mengambil pasukan ini untuk menyerang salah satu kelompok yang di miliki oleh Alexander." jawab Dahlia.
"Apakah kau yakin?" tanya ayah Joker yang sedikit meyakinkan Dahlia.
"Tentu aku sangat yakin Ayah, karena penyerangan besok akan membawa dampak yang sangat baik kepada orang-orang yang ada di sana." Jawab Dahlia.
"Apa maksudmu?" tanya ayah Joker.
"Karena Alexander sebelas dua belas dengan Daren. bahkan sekarang Yang aku tahu kalau petran menjadi seorang pria yang sama kejamnya dengan kakaknya aku takut jika tiba-tiba mereka menyerang kita Sebelum kita menyerang mereka." Jawab Dahlia.
"Lalu, apakah kau akan membawa semua pasukan ini?" tanya ayah Joker.
"Tidak Ayah, karena aku akan memperkenalkan kelompok wanita yang sudah aku bentuk beberapa tahun ini. mereka akan aku ajak untuk menyerang para penjahat yang sudah menjual mereka dan menjadikan mereka sebagai penghibur para pria brengsek." jawab Dahlia.
"Apakah kau yakin akan membawa pasukan wanita itu?" tanya ayah Joker.
"Tentu Ayah." jawab Dahlia yang sudah yakin dengan keputusannya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar