
"Lihat saja aku pasti akan melawanmu, aku pasti akan mengeluarkan Ayahku dari penjara. aku tidak akan membiarkannya membusuk dipenjara karena ulahmu!!" seru Jenny.
"Berani sekali kau, Memangnya kau habis bertemu dengan siapa hingga kau menjadi seberani ini!!" seru Betran yang kemudian menatap sang istri.
PLAKK...
satu tamparan sudah menghiasi pipi Jenny, wanita itu nampak menatap sang suami dengan tatapan mata yang sudah berkaca-kaca. tidak pernah sekalipun dia berpikir kalau Betran akan melakukan hal itu, bahkan pria itu sudah menamparnya dan menghinanya habis-habisan.
"Aku benar-benar membencimu!!" seru Jenny.
"Kau kira aku mencintaimu, Aku juga membencimu. Kau adalah wanita tidak tahu diri yang berusaha untuk menentangku!!" seru Betran.
"Kau adalah pria brengsek, kau adalah pria tidak tahu diri. Aku dan ayahku sudah memberikan tempat untukmu namun kau adalah penghianat!!" seru Jenny.
"Lihatlah kau ingin menangis bukan, menangislah, meraunglah dan ratapi nasib jelekmu ini. aku akan menghancurkan ayahmu, akan ku ambil seluruh kekayaannya." ucap Betran.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu, Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan Ayahku!!" seru Jenny dengan nada suara yang begitu keras.
Nampak Betran menghempaskan Jenny dengan begitu keras hingga membuat wanita itu tersungkur ke lantai.
"Lihat saja aku pasti akan membalas dendam atas semua yang kau lakukan padaku." ucap Jenny yang terlihat ingin menangis. wanita itu benar-benar tidak bisa melakukan apapun, dia merasa seperti seorang wanita yang begitu bodoh.
Jenny tidak ingin menangis, dia tidak ingin mengeluarkan air matanya untuk pria brengsek seperti suaminya. karena hal itu jadi memutuskan untuk melawan suaminya Apapun yang terjadi.
Kedua tangan Jenny nampak mengusap wajahnya, dia benar-benar sudah memantapkan hatinya kalau dia akan menghancurkan sang suami. benar apa yang dikatakan oleh Dahlia kalau dia tidak boleh memberikan hati kepada suaminya, dia tidak boleh memberikan hati kepada pria yang tidak mencintainya. dia harus melawan perasaan itu, dia harus membuat hatinya sekeras batu Jadi tidak boleh merasakan kasihan kepada Betran. Jika dia melakukan hal itu maka dia harus kehilangan ayahnya.
"Kata-kata itu benar-benar membuat Jenny begitu memikirkan dengan semua yang terjadi, pria yang begitu dia cintai itu adalah pria yang sudah menghancurkannya. memberikannya penderitaan, membiarkan ayahnya masuk penjara karena semua tuduhannya.
"Aku tidak akan pernah mau hidup seperti ini, aku akan berdiri melawanmu dan aku akan berdiri untuk menghancurkanmu." ucap Jenny.
Setelah melakukan semua yang dikatakan oleh Dahlia, terlihat Jenny pergi ke kamarnya, dia sudah melakukan apa yang diminta oleh Dahlia. dia harus mengamankan seluruh aset-aset ayahnya agar tidak diambil oleh suaminya. dengan segera Jenny mengambil salah satu kunci yang Begitu berharga, membawa beberapa berkas-berkas yang diminta oleh ayahnya untuk disimpan di suatu bank, dengan segera janin pergi dari rumahnya, dia menuju sebuah tempat yang harus dia datangi.
Jenny menelpon Dahlia, Dia meminta Dahlia untuk menolongnya. Dahlia mau karena dia tidak ingin melihat ada wanita yang disakiti seperti dirinya, di sebuah Bank internasional Jenny sudah berada di sana. Dahlia juga berada di sana bersama dengan suami dan beberapa kelompok pengacaranya.
"Nyonya Dahlia!!' seru Jenny.
"Apakah kau sudah membawa semua yang aku minta?" tanya Dahlia.
__ADS_1
Jenny menganggukkan kepala nya,
"Baiklah kalau begitu, Ku minta untuk mengambil berkas-berkas yang ayahmu lalu titipkan di sini. Kau masih ingat kodenya kan?" tanya Dahlia.
Jenny menganggukkan kepalanya lagi.
"Dengarkan aku baik-baik, di sini ada beberapa pengacara yang sudah aku bawa sekarang. kau harus membawa pengacara ini ke penjara secara diam-diam, kau harus membuat ayahmu mengalihkan seluruh hartanya kepadamu. jika tidak pria itu akan seketika mengambil seluruh hartamu kau harus mengamankan seluruh kekayaan milik ayahmu, karena pria itu belum tahu kalau kau mengalihkan kekayaan itu. dengan begitu kita bisa harus mengamankannya sekarang juga." ucap Dahlia.
Jenny benar-benar tidak akan pernah mengira kalau wanita yang ada di depannya itu mau menolongnya.
"Kenapa kau mau menolongku nyonya Dahlia?" tanya Jenny sembari berkaca-kaca.
"Karena kau meminta tolong padaku." jawab Dahlia.
"Kenapa kau tidak membenciku?" tanya Jenny kembali.
"kenapa aku harus membencimu, waktu dia tiba-tiba menikahimu terbersit dalam hatiku kalau aku akan menderita sepertiku." jawab Dahlia dengan nada yang seolah wanita itu mengatakan dia sudah mendapatkan balasannya.
"Aku tidak akan pernah mengira kalau dia melakukan hal ini padaku, nyonya Dahlia." ucap Jenny.
"Tentu saja, kau tidak akan mengira karena dia bermulut manis bukan?" tanya Dahlia yang membuat Jenny tersenyum.
Dengan segera Jenny pergi ke penjara bersama dengan beberapa pengacara yang sudah disiapkan oleh Dahlia. sedangkan di tempat lain Betran masih bersenang-senang dengan semua aset-aset milik mertuanya, dia masih belum mengetahui kalau sang istri bertindak begitu cepat. Betran tidak akan pernah berpikir kalau istrinya melakukan sesuatu.
Sekitar 2 jam kemudian Jenny dan beberapa pengacara sudah berada di kantor polisi, di tempat sang ayah di penjara.
"Kenapa kau harus melakukan ini?" tanya Tuan Alfred kepada putrinya.
"Aku harus melakukan hal ini Ayah, aku harus melawan pria itu. pria itu adalah orang brengsek dia sudah menipu Ayah dan bsudah menipuku." jawab Jenny.
Akhirnya Jenny menceritakan semuanya kepada sang ayah, Betapa terkejutnya sang ayah ketika Putri kesayangannya itu mengatakan semua kebenaran mengenai dirinya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Tuan Alfred kepada putrinya.
"Ada seorang wanita yang mau mendukung ku, Ayah. mau menolongku bahkan dialah yang telah memintaku untuk melakukan hal ini, dia tidak ingin suamiku mengambil seluruh alih kekayaan Ayah." jawab Jenny.
"Siapa dia?" tanya Tuan Alfred kepada Jenny.
__ADS_1
Jenny juga menceritakan mengenai Dahlia, wanita yang sudah disakiti oleh suaminya.
"Apakah kau yakin dia akan membantu kita?" tanya Tuan Alfred.
"Aku yakin Ayah, Jika dia tidak ingin membantu kita dia tidak akan mengirim para pengacaranya untuk membantuku." jawab Jenny.
"Aku sangat bersyukur karena wanita itu mau membantumu, dengan begitu ayah akan menunggu apa yang bisa kau lakukan. Ayah tidak akan melakukan sesuatu karena beberapa pengacara Ayah sudah tidak mau mendengarkan perintah ayah." jawab Tuan Alfred.
"Tentu saja ayah, mereka tidak akan melakukan perintah ayah karena mereka sudah mendapat uang begitu banyak dari suamiku." jawab Jenny.
Tuan Alfred tersenyum, putrinya yang lemah itu benar-benar sekarang sudah berubah. seketika putrinya menjadi wanita yang begitu hebat,
"Katakan pada wanita itu aku benar-benar sangat berterima kasih, sayang." ucap Tuan Alfred.
Jenny menganggukkan kepalanya, wanita itu meminta sang ayah untuk bersabar. dia pasti akan mengeluarkan sang ayah Apapun yang terjadi, ayah akan bersabar, ayah akan menunggumu menjemput ayah. kau harus hati-hati suamimu adalah orang brengsek. Aku tidak pernah mengira aku menolong orang brengsek dan membuat putriku menderita." ucap Tuan Alfred yang kemudian memeluk Sang Putri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar