PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Jenny cemburu


__ADS_3

"Oya sayang, nanti kau harus membeli pakaian yang bagus. aku ingin melihatmu memakai pakaian yang waktu itu aku pilih." ucap Daniel.


"Pakaian yang mana sayang?" tanya Dahlia.


"Pakaian yang kemarin aku pilihkan." jawab Daniel.


"Kau ini sangat genit." rayu Dahlia sembari mencubit pinggang sang suami. pemandangan yang di pertonton kan oleh Dahlia benar-benar membuat Jenny sangat kesal. wanita itu terus mengutuk Dahlia yang dari tadi bermesraan dengan Daniel.


"Dasar wanita tidak tahu diri, dia benar-benar Ingin membuatku sakit hati dan merasa cemburu karena melihat tontonan seperti ini." ucap Jenny yang terlihat terus menatap kemesraan Dahlia dan sang suami. wanita itu terus menggerutu dalam hati sembari mengutuk Dahlia terus menerus.


"Apakah kau sudah mendengar informasi mengenai Betran?" tanya Dahlia kepada Jenny.


"Betran suamiku?" tanya Jenny balik.


"Tentu saja Betran suamimu, siapa lagi." jawab Dahlia sembari menatap wajah Jenny yang memperlihatkan raut wajah yang begitu senang.


"Entahlah Nyonya Dahlia, aku tidak mengetahui informasi mengenai pria itu. entah dia hidup atau mati tapi yang aku dengar dia tiba-tiba menghilang setelah berusaha untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadapku." jawab Jenny.


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika pria itu tiba-tiba datang dan berusaha untuk mengganggumu?" tanya Dahlia yang membuat Jenny nampak tersenyum.


"Aku tidak akan membiarkan pria itu berusaha untuk melukaiku, Nyonya Dahlia. akan kubuat Dia menderita akan kubuat Dia merasakan apa yang pantas dia rasakan." jawab Jenny.


Hanya ada satu perkataan yang pantas diucapkan oleh Dahlia untuk Jenny, Ternyata wanita yang dia tolong itu benar-benar ular yang sangat berbisa. Dahlia harus berhati-hati terhadap Jenny, mungkin saja Jenny bukanlah wanita lemah seperti yang diperkirakan oleh Betran. hingga membuat pria itu malah terperangkap pada permainan istrinya itu.


"Oh ya Jenny, bagaimana kondisi perusahaan ayahmu, Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Dahlia sembari mengupas buah jeruk untuk sang suami.


"Menurut Tuan Wildan kondisi perusahaan ayah saya sudah mengalami kemajuan, beberapa proyek juga saya pegang dan beberapa kontrak kerjasama juga sudah berdatangan." ucap Jenny sembari terus memberikan tatapan kepada Daniel. wanita itu benar-benar merasa cemburu yang begitu besar ketika Dahlia bermesraan dengan sang suami.


"Apakah Wildan sudah melakukan semua pekerjaannya dengan baik, Jenny?" tanya Daniel yang terlihat disuapi oleh Dahlia.


"Saya tidak tahu Tuan Daniel, Tapi menurut kabar yang Saya dengar kalau Tuan Wildan adalah orang yang sangat bertanggung jawab dalam semua pekerjaannya." jawab Jenny.

__ADS_1


"Lalu, Apakah kau percaya dengan nya?" tanya Daniel kembali.


"Tentu saja saya sangat percaya dengan Tuan Wildan, dia adalah pria yang sangat bertanggung jawab dan dia adalah pria yang mempunyai talenta sebagai seorang pembisnis yang luar biasa." jawab Jenny.


"Lalu, tidakkah kau memikirkan mengenai pria yang baik hati itu, Jenny?" tanya Dahlia.


Seketika Jenny menatap Dahlia, wanita itu sedikit mengerutkan keningnya saat Dahlia mengatakan hal itu.


"Maksud nyonya Dahlia?" tanya Jenny.


"Maksudku adalah Apakah kau tidak ingin mencari seorang pria yang bisa menolongmu, memberikan bantuan padamu, melindungimu dan memberimu keamanan?" tanya Dahlia kepada Jenny.


"Tentu saja saya ingin melakukan hal itu, nyonya. tapi untuk saat ini saya masih belum menemukannya." jawab Jenny.


"Lalu seperti apa pria yang kau inginkan, Jenny?" tanya Dahlia kepada Jenny.


"Seorang pria yang memberi saya kenyamanan dan ketenangan hati." jawab Jenny sembarimu terus menetap Daniel. tatapan mata yang penuh harapan dan tatapan mata yang ingin sekali mengambil milik orang-orang lain.


"Apakah Tuan Wildan tidak masuk kriteria mu, Jenny!" tanya Dahlia yang kemudian mengusap mulut sang suami.


"Menurutmu kriteria seperti suamiku adalah pria sempurna?" tanya Dahlia yang langsung menanyakan hal itu kepada Jenny. Hal itu membuat Jenny langsung tersentak menatap Dahlia sembari tersenyum dengan malu-malu.


"Tuan Daniel adalah pria paling sempurna,Tuan Daniel adalah seorang pria yang begitu menyayangi wanita, memanjakannya dan memberikan dia keamanan yang sangat besar." jawab Jenny dengan wajah sedikit bersemu merah.


Dahlia yang mendengar jawaban dari Jenny tentu saja wanita itu tidak suka, dengan terus terang dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dia yang dikatakan. namun Dahlia bukanlah wanita bodoh yang akan terpancing dengan semua yang dilakukan oleh Jenny.


"Menurut Nona Jenny, Apakah Nona Jenny mau mencari suami seperti Tuan Daniel? tanya Mega yang tiba-tiba mengatakan hal itu. wanita itu juga sangat penasaran wanita yang sudah ditolong oleh Nyonya Bosnya itu benar-benar sangat menjengkelkan. terlihat Jenny tersenyum begitu manja dengan raut wajah yang begitu merona.


"Apa mungkin nyonya Jenny menginginkan pria seperti Tuan Daniel, jangan-jangan saat ini nyonya Jenny menyukai Tuan Daniel?" tanya Mega yang langsung membuat Jenny menatap Daniel kemudian menatap Mega.


Dahlia hanya tersenyum, wanita itu menatap Mega dengan tatapan mata yang ingin memberikan Dua jempol bagi karyawannya itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Mega. aku tidak mungkin menjadi wanita seperti itu, Nyonya Dahlia adalah wanita yang sudah menolongku. Mengapa aku harus mengambil suaminya, Aku adalah wanita yang mempunyai pendidikan Tidak mungkin aku menjadi wanita belatung yang menginginkan milik orang lain." jawab Jenny dengan nada yang sedikit terbata. wanita itu begitu menahan debaran di dadanya ketika Mega tiba-tiba menanyakan hal itu pada Jenny. jantung Jenny nampak berdebar begitu kencang, nafasnya terasa terengah-engah ketika dia menjawab pertanyaan Mega.


"Aku kira nyonya Jenny menginginkan Tuan Daniel, kalau nyonya Jenny melakukan itu makan nyonya adalah wanita yang tidak tahu diri." ucap Mega sembari tertawa terbahak-bahak.


"Apa maksudmu Mega, Kau kira aku ingin merebutnya Tuan Daniel dari Nyonya Dahlia. itu tidak mungkin." ucap Jenny sedikit ragu-ragu. namun wanita itu harus menahan keinginannya, dia langsung mengambil segelas air putih. Dahlia hanya bisa tersenyum dia bisa melihat kalau anak buahnya itu benar-benar sangat usil. tapi Mega adalah wanita yang luar biasa, dia melakukan sesuatu tanpa disuruh oleh bosnya.


"Kau jangan seperti itu, Mega. tidak mungkin kan Jenny mau melakukan hal itu padaku, Jika dia mau melakukan hal itu dan berani untuk menghianati aku atau suamiku maka kau tahu sendiri kan Bagaimana hukumannya, Mega?" ucap Dahlia yang membuat Mega tersenyum.


"Tentu saja Nyonya, siapapun yang berani menghianati anda mereka harus mendapatkan hukumannya." jawab Mega yang kemudian mengusap mulutnya dan berpamitan.


Terlihat Jenny benar-benar Salah tingkah, wanita itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan. mereka benar-benar telah membuatnya tidak bisa mengatakan apapun bahkan wanita itu seolah mengatakan Jenny benar-benar ingin mengambil Daniel dari tangan Dahlia.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2