
"Aaaaa!!!" teriak Vera. "Semuanya benar-benar membuatku pusing." ucap Vera.
Hari ini terlihat Dahlia dan Daniel pulang agak malam, karena mereka sedang berada di suatu tempat untuk melakukan kerja sama dengan seorang pengusaha sekaligus seorang pria berkuasa.
"Hahaha..., kau benar-benar sangat luar biasa menantuku!!" seru ayah Zackly.
"Tentu saja Ayah, dia adalah istriku. Tentu saja dia benar-benar sangat luar biasa." ucap Daniel yang terlihat begitu bangga karena sang istri berhasil membuat seorang pria yang begitu terkenal tidak mau bekerjasama dengan perusahaan lainnya.
"Kita hanya bisa bermain cantik, Ayah. jika kita tidak melakukan hal itu, tentu saja kita tidak akan mendapatkan dukungan dari mereka." jawab Dahlia yang terlihat tersenyum kepada suami dan mertuanya.
Berbeda dengan seorang wanita yang sedang berdiri di atas balkon lantai 2, dia dari tadi mondar-mandir naik lantai 1 ke lantai 2 untuk menunggu kedatangan Daniel.
"Dasar wanita brengsek, Apa yang dia lakukan hingga membuat paman Zackly bertekuk lutut seperti itu, dia terus-menerus memujinya." ucap Dahlia yang begitu tidak menyukai keberadaan Dahlia. wanita itu seperti sebuah penyakit yang terus menular sehingga membuat orang-orang yang ada disekitarnya berusaha untuk menyingkirkannya.
"Apa yang sedang kau lihat, Vera?" tanya Bu Hana kepada Vera.
"Tidak apa-apa, Tan. cuma melihat nyamuk yang dari tadi mengganggu ditelingaku." jawab Vera.
"Benarkah, Kalau begitu Kau harus segera menyemprotkan obat pembasmi kuman di sekitar wajahmu agar nyamuk yang mengganggu itu tidak terus-menerus membuatmu tidak nyaman." ucap Bu Hana yang terlihat mengerti kemana arah pembicaraan Vera. karena kasus itu daritadi terus-menerus berbicara dengan nada yang menghina Dahlia.
"Kok gitu sih Tante," ucap Vera. Gadis itu benar-benar kesal karena dia tidak bisa membuat Bu Hana berada di pihaknya. malah terlihat Bu Hana seperti ingin menyingkirkan dia dari rumahnya.
Vera mulai mengatur nafasnya, wanita itu mulai membuat rencana. langkah kakinya mulai turun dari lantai 2 menuju lantai 1, dia akan memecahkan suasana hati Dahlia dan Daniel.
"Daniel, kau baru pulang?" tanya Vera yang sudah berada di ruang tamu untuk menyambut Daniel.
"Iya, Memangnya ada apa?" tanya Daniel kepada Vera. Daniel dapat melihat kalau Vera sudah berdandan begitu cantik, mungkin niat hati Vera hanya ingin memperlihatkan kecantikannya di depan Daniel.
"Daniel, Dahlia. sebaiknya kalian segera membersihkam tubuh kalian dulu, sebentar lagi kita makan. Ayah sebaiknya Ayah juga bersihkan diri!!" seru Bu Hana yang langsung mendorong tubuh Dahlia dan Daniel untuk segera masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Ayah Zackly pria itu langsung digandeng oleh bu Hana menuju kamarnya.
Vera yang melihat hal itu wanita itu sangat kesal, dia terus menggerutu tidak karuan dengan semua yang dilakukan oleh Bu Hana.
"Wanita tua itu mau apa sih, kenapa dia terus-menerus mencoba untuk menggangguku. apa dia tidak ingin hidup lama? lihat saja nanti aku akan memberikan dia pelajaran. kelihatannya dia tidak menyukai keberadaan Ku." ucap Vera yang terlihat memikirkan sesuatu yang licik di otaknya, mungkin otak Vera itu terbuat dari tungku batubara guna membakar otaknya yang konslet itu.
"Lihat saja aku pasti akan membuat hubungan Daniel dan istrinya hancur, Aku tidak akan membiarkan wanita itu terus berada di sisi Daniel." ucap Vera.
Bu Hana memasuki kamarnya Bersama sang suami, wanita itu terlihat begitu kesal, raut wajahnya yang biasa terlihat cantik itu hari ini tidak terlihat muram.
__ADS_1
"Ada apa Bu, kenapa Wajahmu seperti itu? Wajahmu seperti seorang wanita yang habis diajak bertengkar." ucap Ayah Zackly.
"Tidak usah berkata seperti itu, Ayah Hari ini Ibu benar-benar sangat kesal kesal dengan semua perlakuan seekor kecoa yang terus mengganggu." jawab Bu Hana.
"Kecoak, Memangnya di mana ada kecoak Bu?" tanya ayah Zackly.
"Di rumah ini ada kecoak yang sangat besar dan super besar, kecoak yang selalu berusaha untuk mengganggu kehidupan kita." jawab Bu Hana.
Ayah Zackly menggaruk kepalanya, pria itu terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh sang istri.
"Sebuah kecoa, Memangnya di rumahnya di mana ada kecoa. "Ibu, apakah kau sedang marah dengan seseorang?" tanya ayah Zackly kepada sang istri.
"Kalau sudah tahu tidak usah bertanya, Ayah. apa Ayah ingin membuat Ibu bertambah marah?" tanya Bu Hana yang membuat Ayah Zackly langsung terdiam. raut wajah yang begitu masam dan begitu kesal membuat Ayah Zackly tidak berani bertanya lagi kepada sang istri.
Pria itu memasuki kamar mandi sembari memikirkan Siapa yang dimaksud oleh istrinya. di kamar lain terlihat juga sepasang suami istri sedang membersihkan diri mereka sambil bercanda gurau, tertawa bersama dan sedikit melakukan kejahilan kejahilan kecil.
"Sayang," Panggil Daniel kepada sang istri.
"Ada apa." jawab Dahlia.
"Apakah kau masih marah denganku?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Tentu saja aku bertanya seperti itu, Apakah kau masih marah padaku?" tanya Daniel.
"Jika kau melakukan kesalahan lagi Tentu saja aku tidak akan pernah memaafkanmu." jawab Dahlia.
Beberapa perkataan yang keluar dari mulut Dahlia membuat Daniel langsung mengerti kalau dirinya tidak boleh melakukan satu kesalahan lagi, jika dia melakukannya maka dia harus bisa menanggung konsekuensi atas apa yang dia lakukan
Terlihat Vera terus mondar-mandir di depan kamar Daniel dan Dahlia, wanita itu ingin mencari tahu apa yang dilakukan oleh sepasang suami-istri itu.
"Aku tidak akan membiarkan Daniel melakukan sesuatu kepada wanita itu, tidak boleh..,tidak boleh terjadi sesuatu kepada mereka." Vera yang terus berjalan mondar-mandir.
Sekitar 15 menit kemudian terlihat Dahlia dan Daniel sudah keluar dari kamarnya, mereka berdua nampak sangat terkejut saat melihat ada penampakan seorang wanita di depan kamar mereka. penampakan Vera yang dari tadi terus mondar-mandir seperti wanita gila.
"Apa yang kau lakukan di depan kamarku, Vera?" tanya Daniel kepada Dahlia.
Dahlia yang melihat hal itu wanita itu hanya tersenyum, dia tahu apa yang ada dipikiran wanita itu.
__ADS_1
"Ayo sayang, kita segera makan. kita harus segera beristirahat karena besok masih ada beberapa urusan yang harus segera kita selesaikan." pinta Dahlia kepada sang suami.
Daniel menganggukkan kepalanya, pria itu berjalan menggandeng sang istri, Vera yang melihat hal itu seketika wanita itu langsung menarik tangan Daniel.
"Daniel, aku bisa minta tolong nggak?" tanya Vera kepada Daniel.
"Memangnya kamu minta tolong apa?" tanya Daniel.
"Ada sesuatu yang harus aku kerjakan, aku tidak bisa mengotak-atik laptopku jadi aku bisa tidak meminta tolong pada mu?" tanya Vera kepada Daniel.
Daniel menatap tangan Vera yang sudah menarik salah satu tangannya, seketika pria itu menghempaskan tangan Vera.
"Kau dengar apa yang dikatakan istriku, Vera. aku harus segera menyelesaikan beberapa pekerjaanku, aku harus makan setelah itu aku harus beristirahat. esok pagi aku harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang sudah menunggu kami berdua." jawab Daniel yang kemudian membawa sang istri ke ruang makan.
Kesal, itulah yang terjadi pada Vera. dia dicampakkan oleh Daniel, wanita itu benar-benar membuat Vera seperti air yang mendidih di atas kompor.
"Dasar wanita tidak tahu diri, Lihat saja aku pasti akan membuat keluar dari rumah ini." ucap Vera yang terlihat menghentakkan kakinya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
__ADS_1
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar