
"Aku benar-benar sangat capek, Tuan Daniel." ucap Salsa yang terlihat sudah duduk bersama Daniel di cafe.
"Apa tidak sebaiknya kau menunggu sopir mu itu?" tanya Daniel.
"Tuan Daniel, Bisakah aku meminta tolong padamu?" tanya Salsa kepada Daniel.
"Memangnya kau ingin meminta tolong apa?" tanya Daniel kembali.
"Kau tahu kan Tuan Daniel, kalau aku itu sedang menunggu jemputan. Bisa tidak Kalau tuan Daniel mengantarku pulang hari ini." ucap Salsa dengan nada yang begitu menggoda.
Kelihatannya wanita itu terus berusaha untuk menggoda Daniel. "Kita antarkan saja sayang!!" seru Dahlia yang sudah keluar dari perusahaan dan sudah berada di kafe.
Ternyata Dari tadi wanita itu mendengar semua perkataan dari Salsa.
"Nyonya Dahlia." ucap Salsha.
"Kelihatannya jemputan mu belum datang dari tadi, Salsa?" tanya Dahlia.
"Nyonya Dahlia kau tahu sekali kan Aku ini seorang wanita, jika aku tiba-tiba pulang takutnya nanti di jalan terjadi sesuatu." ucap Salsha.
Sebuah garis senyum mengejek diperlihatkan oleh Dahlia, tentu saja wanita itu mengejeknya. tidak memungkinkan wanita seperti Salsa itu takut, Bahkan dia saja sekarang ini sudah menantang maut di depan matanya.
"Sudahlah suamiku, lebih baik kita antarkan dia pulang. kelihatannya dia benar-benar sangat ketakutan." ucap Dahlia.
"Baiklah sayang." jawab Daniel.
sepasang suami istri itu sudah mengetahui mengenai rencana Daren. karena hal itu Dahlia akan melihat apa yang akan di rencanakan oleh Salsa.
"Tuan Daniel, nyonya Dahlia. terima kasih karena sudah mau mengantarkan saya." ucap Salsa.
"Tentu, lagipula kau tadi bilang kan kalau kau takut jika terjadi sesuatu, karena hal itu kami akan mengantarkan mu." jawab Dahlia.
Sebuah senyum terukir begitu indah bagaikan sinar mentari yang terbit di pagi hari, itulah yang sekarang diperlihatkan oleh Salsa.
"Sekarang kau bisa tersenyum begitu lebar, Tapi keesokan hari aku yakin kalau senyummu itu akan sirna bagaikan guncangan gempa bumi ketika kemarau datang." ucap Dahlia yang kemudian meminta sang suami untuk menurunkan salsa di salah satu bangunan apartemen yang bisa dibilang sangat luar biasa jika ingin membelinya.
"Oh ya tuan Daniel, Nyonya Dahlia. maukah kalian mampir ke apartemenku?" tanya Salsa kepada Dahlia.
__ADS_1
"Terima kasih Salsa, kapan-kapan saja kami akan mampir ke tempatmu. lagi pula kami sudah tahu kan." ucap Dahlia yang kemudian meminta sang suami untuk segera kembali.
Akhirnya Dahlia dan Daniel pergi meninggalkan Salsa, wanita itu tersenyum. dia menggigit salah satu jarinya sembari menatap mobil Daniel yang sudah tidak terlihat.
"Lihat saja sebentar lagi kau akan menjadi milikku, kau akan bertekuk lutut di bawah kakiku, kita akan bermain di atas ranjang dari malam sampai pagi. aku yakin kalau kau adalah pria yang benar-benar sangat luar biasa." ucap Salsa. Wanita itu sudah mulai berselancar Di pikiran kotornya.
Sedangkan Dahlia dan Daniel yang berada di dalam mobil nampak pria itu menatap sang istri.
"Sekarang Apa rencanamu, sayang?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Tentu saja akan memberikan wanita itu pelajaran karena dia benar-benar sangat berani berusaha untuk mengambil mu dariku." jawab Dahlia.
"Lalu?" tanya Daniel kembali.
"Tentu saja aku akan menghancurkannya, menghancurkan dia seperti pecahan kaca yang harus kuhancurkan menjadi debu." jawab Dahlia.
Daniel mengerti apa yang ada di fikiran sang istri, karena hal itu saat istrinya meminta untuk mengantar Salsa..,seketika Daniel tahu ada sesuatu yang harus dilakukan oleh istrinya.
"Apakah kau ingin memberikan wanita itu pelajaran sayang?" tanya Daniel.
"10 kali lipat, karena dia berani berusaha menggoda Suamiku. aku akan memberinya hukuman yang benar-benar tidak akan bisa dia lupakan, mungkin bisa dibilang hukuman atas semua kebodohannya karena terus-menerus berusaha melakukan kesalahan." jawab Dahlia.
"Selamat pagi, tuan Daniel." sapa Salsa yang sudah berada di kantor Daniel.
"Selamat pagi Salsa, Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Daniel kepada Salsa.
"Begini Tuan Daniel, Tadi pagi kan saya memasak cukup banyak. karena masakan saya yang terlalu banyak dan saya tidaj bisa menghabiskannya.., maka daripada saya membuang makanan itu saya ingin membawa masakan saya untuk dicicipi oleh Tuan Daniel." ucap Salsa.
Ketika mendengar kata masakan otak Daniel langsung menuju sesuatu yang mungkin akan menjebaknya.
"Terima kasih Salsa, karena kau memberikan aku perhatian yang sangat besar." ucap Daniel.
"Ini adalah sebagai tanda terima kasih karena kemarin Tuan Daniel sudah mengantar saya pulang." jawab Salsa.
"Itu tidak perlu, Salsa. karena kau adalah anak buahku jadi aku mempunyai kewajiban untuk memberimu keamanan." jawab Daniel. Daniel yang seolah memberikan perhatian kepada Salsa. padahal dalam hati pria itu terus berharap kalau sang istri segera datang atau segera membereskan masalah ini. Daniel ingin sekali menyingkirkan wanita itu namun kelihatannya sang istri mempunyai rencana untuk membuat Salsa dalam masalah yang sangat besar.
Hari ini Dahlia bersama anak buah Tuan Ramero pergi ke suatu tempat, mereka harus segera menyelesaikan beberapa permasalahan mengenai Alexander.
__ADS_1
"Kalian harus ingat, jangan sampai pria itu memiliki bukti atas semua yang kita lakukan. kalian harus mengerjakan semuanya dengan sangat bersih, kita buat pria itu melakukan kesalahan dan kita buat pria itu menanggung akibatnya." ucap Dahlia.
"Baiklah nyonya Dahlia, kau tenang saja. di rekening Itu akan ada nominal uang yang sangat luar biasa, Kemudian rekening yang sudah terisi itu akan menjadi bom nuklir untuk Tuan Alexander." jawab buah tuan Ramero.
"Lalu apa yang akan kau lakukan, apakah kau bisa menyusup ke rekening rahasia yang dimiliki oleh Daren?" tanya Dahlia.
"Tentu saja Nyonya Dahlia, saya akan melakukannya. anda tenang saja Anda tinggal duduk diam Saya akan melakukan semua pekerjaan saya." jawab si pria.
"Baiklah kalau begitu, aku benar-benar sangat suka dengan semua jawabanmu, kita hanya mempunyai waktu 2 jam saja setelah itu perusahaan ini akan tertutup dengan kecanggihan teknologi mereka, kita mungkin bisa keluar dari sini dengan nyawa yang masih menempel tapi kemungkinan besar mereka akan mengetahui seluruh perbuatan yang kita lakukan di sini." ucap Dahlia.
"Tenang saja Nyonya Dahlia, Saya kan sudah bilang Saya hanya butuh waktu 30 menit untuk melakukan tugas saya. jadi kita masih mempunyai waktu yang sangat banyak untuk melakukan semua pekerjaan kita." jawab si pria.
Sekitar 30 menit kemudian apa yang dikatakan oleh anak buah Tuan Ramiro itu benar terjadi, pria itu sudah memasukkan nominal uang yang sangat fantastis ke rekening Alexander, dengan begitu pria itu akan mendapatkan kejutan di pagi hari yang sangat luar biasa.
"Kita segera pergi dari sini, kita akan lihat apa yang terjadi ketika pria itu bernafas di pagi hari." ucap Dahlia yang kemudian pergi dari perusahaan milik Darren. Wanita itu sudah merencanakan semua rencananya bahkan usahanya untuk membuat Daren dan Alexander saling membunuh melalui kepercayaan mereka.
Padahal ternyata selama ini Alexander sudah menggerogoti harta Darren tanpa sepengetahuan pria itu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
__ADS_1
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar