PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Jenny melawan Betran


__ADS_3

* Dua hari kemudian **


"Apa maksudmu!" seru Betran yang baru mengetahui kalau Jenny sudah mengambil alih seluruh kekayaan tuan Alfred.


"Iya tuan, nyonya Jenny sudah mengambil alih seluruh kekayaan tuan Alfred." jawab anak buah Betran.


"Bagaimana mungkin, tidak mungkin wanita itu bisa melakukannya." jawab Betran.


"Saya kurang tahu Tuan, tapi tuan Alfred sudah mengalihkan seluruh kekuasaan kepada nyonya Jenny." jawab anak buah Betran.


Sesaat kemudian salah satu sekertaris Betran masuk ke kantor pria itu.


"Ada apa?" tanya Betran.


"Tuan, nyonya Jenny...," perkataan sekertaris Betran yang terputus ketika Jenny sudah memasuki kantor pria itu.


"Tidak usah melapor kepada pria itu!" seru Jenny yang sudah masuk ke dalam kantor suaminya.


"Apa yang kau lakukan!!" seru Betran saat melihat Isterinya memasuki kantornya.


"Selamat siang, tuan Betran." sapa Jenny.


"Apa yang kau lakukan di kantorku?!" tanya Betran yang melihat sang isteri sudah memasuki kantornya.


"Maafkan aku, tuan Betran. aku kemari bersama dengan para pengacaraku untuk mengusirmu dari kantor ayahku." jawab Jenny.


"Apa maksudmu, kau kurang ajar sekali!!" seru Betran.


"Kenapa aku tidak boleh kurang ajar, ini adalah kantorku dan aku bisa memasuki kantorku kapan saja." jawab Jenny.


"Apa maksudmu, segera keluar dari sini!!" seru Betran.


"Aku tidak akan mau keluar dari sini, seharusnya kau yang keluar dari sini." jawab Jenny tanpa rasa takut sama sekali. Wanita itu sudah mengerti Bagaimana sikap yang harus ditunjukkan di depan Betran, dia tidak mau lemah. dia tidak mau ditindas terus menerus oleh Betran.


"Rupanya kau benar-benar mau melawanku." ucap Betran.


"Memangnya kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu?" tanya Jenny.


"Keluar, jika tidak aku pasti akan mengusirmu!" seru Betran.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, segera kau keluar dari perusahaanku." jawab Jenny.


Betran sangat marah, ingin sekali pria itu melakukan sesuatu kepada Jenny.


"Apa yang ingin anda lakukan?!" seru Betran saat melihat beberapa bodyguard yang di kirim oleh Dahlia.


"Tentu saja aku akan melemparmu dari perusahaanku!" seru Jenny sembari tersenyum.


"Kau!!" seru Betran.

__ADS_1


Sesaat kemudian para bodyguard itu langsung menarik Betran keluar dari kantornya, mereka langsung membawa Betran keluar dari perusahaan.


"Lepaskan aku!!" seru Betran. suara teriakan yang begitu keras, bahkan pria itu mencoba untuk melawan para bodyguard yang menarik paksa dia.


"Akan ku bunuh kalian!!" seru Betran.


"Coba tuan lakukan." jawab para bodyguard.


Di tempat lain terlihat seorang wanita nampak tersenyum saat melihat Betran sudah di tarik paksa oleh para bodyguard nya.


"Pria itu kelihatan nya sangat marah, Sayang." ucap Daniel.


"Tentu, pasti dia sangat marah." jawab Dahlia.


"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita pergi dari sini." pinta Daniel.


"Baiklah, aku juga ingin berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan." jawab Dahlia yang kemudian meminta sang suami mengantarnya ke pusat perbelanjaan.


Hari ini Dahlia ingin membebaskan fikiran nya, dia juga ingin bersenang-senang dengan sang suami, sedangkan di perusahaan terlihat Jenny sedang bersenang-senang dengan seluruh penghuni perusahaan.


"Huffff...," Jenny menghela nafasnya.


"Apa yang akan kita lakukan?" tanya pengacara Jenny.


"Seperti yang sudah dikatakan oleh Nyonya Dahlia, aku harus membuat pria itu hancur." jawab Jenny.


Sang pengacara yang bernama Wildan itu benar-benar sangat terpukau dengan wanita yang ada di depannya, benar apa yang dikatakan oleh Dahlia kalau Jenny akan menjadi wanita yang lebih kuat jika ada seseorang yang bisa mendukungnya.


"Memangnya kau ingin meminta bantuan apa?" tanya Wildan.


"Bisakah kau menjadi orang kepercayaanku, karena aku tidak punya siapapun selain Nyonya Dahlia dan orang-orang kepercayaannya." jawab Jenny.


"Tentu saja Nyonya Dahlia sudah memerintahkan aku untuk selalu memantau dirimu, Jadi jika kau meminta aku menjadi orang kepercayaanmu maka akan kulakukan." jawab Wildan.


"Terima kasih." jawab Jenny yang kemudian tersenyum kepada Wildan.


"Terlihat seorang pria benar-benar begitu murka, dia sangat marah saat dirinya diusir dari salah satu perusahaan milik Tuan Alfred. akhirnya Betran kembali ke perusahaannya dengan emosi yang menghubung-gebu, pria itu tidak akan pernah menyangka hari ini dia benar-benar diusir oleh istrinya dari perusahaan ayah mertuanya.


"Wanita brengsek, berani sekali dia melakukan hal itu, dia punya kekuatan dari mana hingga dia menantangku seperti ini!!" seru Betran.


Terlihat pria itu terus memikirkan Dari mana asal kekuatan yang dimiliki oleh istrinya hingga wanita itu berani mengusiknya. mau tidak mau Betran harus mengalah, dia sudah kepalang basah dengan semua yang terjadi. terlihat Betran menelpon salah satu anak buahnya dan beberapa pengacara untuk berdiskusi mengenai perusahaan Ayah mertuanya yang sekarang sudah diambil alih oleh istrinya.


Sekitar 1 jam kemudian para pengacara itu sudah berkumpul di perusahaan Betran,


"Kami baru tahu kalau seluruh aset yang dimiliki oleh Tuan Alfred sudah dirubah atas nama Nyonya Jenny." ucap para pengacara.


"Bagaimana bisa kalian menjadi orang bodoh seperti ini, kalian tidak tahu kalau seluruh aset kekayaan mertuaku itu sudah dikuasai oleh istriku!!" seru Betran.


"Maafkan kami Tuan, tapi kami juga tidak punya kuasa jika Nyonya Jenny mengambil pengacara lain untuk melakukan seluruh pekerjaannya." jawab para pengacara.

__ADS_1


"Aku ingin kalian segera melakukan sesuatu untuk membalik nama seluruh kekayaan mertuaku itu menjadi milikku." pinta Betran.


"Kelihatannya itu akan sulit Tuan, karena seluruh aset yang dimiliki oleh Tuan Alfred sudah beralih ke tangan nyonya Jenny, kecuali jika Nyonya Jenny meninggal maka anda pewarisan dari seluruh kekayaan istri anda." jawab para pengacara.


Seketika pikiran licik dan kotor itu langsung melekat pada betra, pria itu mulai berpikir untuk membunuh sang istri atau melenyapkannya, dia tidak akan segan-segan untuk melakukan hal itu untuk menjadi orang kaya dan bersaing dengan kakaknya.


"Jika kematian istriku bisa membuatku menjadi kaya maka akan kulakukan, dengan begitu Aku memiliki seluruh aset kekayaannya dan aku bisa menantang kakakku." ucap Betran.


"Kelihatannya Anda harus sedikit berhati-hati, Tuan." ucap salah satu pengacara.


"Memangnya ada apa?" tanya Betran yang sedikit kebingungan.


"Karena yang Saya dengar kalau nyonya Jenny mempunyai pendukung yang sangat hebat." jawab Salah satu pengacara.


"Maksudmu?" tanya Betran.


"Yang Saya dengar kalau beberapa hari yang lalu Nyonya Jenny mendatangi sebuah bank internasional, dia menandatangani seluruh aset kekayaan itu dan dibekukan di sana tanpa terkecuali. tapi jika ada sesuatu yang terjadi terhadap Nyonya Jenny maka seluruh aset itu tidak akan bisa diambil alih oleh siapapun kecuali seseorang." jawab pengacara.


"Maksudmu istriku memiliki kandidat lain untuk di untuk mengambil seluruh kekayaannya Jika dia mengalami kecelakaan atau mati?" tanya Betran.


"Benar sekali Tuan." jawab pengacara.


"Brengsek, ternyata wanita itu sekarang menjadi wanita yang sangat pandai. Entah dari mana kepandaiannya yang tiba-tiba muncul itu." ucap Betran yang terlihat begitu berambisi untuk mendapatkan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Tuan Alfred.


"Apa tidak sebaiknya anda berusaha untuk mendekati Nyonya Jenny dan mengambil hatinya?" tanya salah seorang pengacara.


"Aku tidak bisa melakukan hal itu, Karena dia sudah tidak percaya padaku." jawab Betran.


"Tapi anda belum mencobanya kan?" tanya pengacara yang membuat Betran berpikir mengenai apa yang dikatakan oleh pengacara.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2