PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Jenny masuk kandang harimau


__ADS_3

Suara melodi dari keanggunan musik jazz, Tuan Ramiro terlihat mengajak sang istri berdansa, hal itu membuat wanita yang dia cinta itu begitu bahagia.


"Ayo sayang!" seru tuan Ramiro yang membuat sang istri langsung menoleh.


Jenny yang berada di luar rumah dan memasuki Tempat pesta, Dia benar-benar sangat kagum dan sangat terkejut dengan semua yang dia lihat. pesta yang begitu luar biasa, begitu mewah dengan para tamu yang juga benar-benar tidak dia pikirkan.


Terlihat tatapan mata Jenny menatap Dahlia yang sedang berbincang-bincang dengan tuan Ramiro, wanita itu nampak sedikit terkejut karena Daniel dan Dahlia begitu akrab dengan pengusaha yang sangat terkenal itu begitu misterius, bahkan pengusaha itu bisa dibilang adalah orang yang kaya raya.


Daniel dan Dahlia yang sedang berbincang-bincang dengan Tuan Ramiro, nampak dia menatap seorang wanita yang sudah berada di kediaman Tuan Ramiro.


Sebuah senyum terukir begitu cantik saat Dahlia menatap Jenny yang sudah datang.


"Ada apa Sayang?" tanya Daniel kepada sang istri.


"Mangsa yang sudah aku tunggu Akhirnya datang juga." ucap Dahlia yang membuat Daniel menatap ke arah tatapan mata sang istri.


Terlihat di sana Wildan sudah datang bersama Jenny.


"Ternyata wanita itu benar-benar tidak tahu malu, undangan siapa yang dia beli." ucap Daniel.


"Entahlah, pasti dia menggelontorkan uang yang sangat banyak untuk mendapatkan undangan seseorang," jawab Dahlia.


Hanya ada satu kata yang bisa diucapkan oleh Dahlia. Selamat datang di kandang harimau. langkah kaki Dahlia berjalan mendekati Jenny. wanita itu akan membuat Jenny merasakan sesuatu di pesta itu.


"Nyonya Dahlia!!" seru Jenny yang melihat Dahlia Sudah mendatanginya.


"Kau sudah datang Jenny?" tanya Dahlia yang membuat Jenny tersenyum.


"Pergilah ke tempat para pengacara itu, Wildan." perintah Dahlia.


Seketika Wildan langsung tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, hari ini akan ada tontonan yang sangat menarik. Wildan juga ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Dahlia kepada Jenny.


"Di mana Tuan Daniel, Nyonya?" tanya Jenny kepada Dahlia.


"Suamiku sedang berbincang-bincang dengan Tuan Ramiro." jawab Dahlia.


"Benarkah?" tanya Jenny.


"Tentu, Oh ya Apakah kau mengalami kendala saat ke sini?" tanya Dahlia yang membuat Jenny menggelengkan kepalanya.


"Tidak Nyonya, Saya kan sudah mempunyai undangan tentu saja saya tidak mempunyai kendala." jawab Jenny dengan bangga. wanita itu berpikir hanya dengan membawa undangan dia bisa masuk dengan bebas di pesta tersebu, para pengusaha nampak saling berbincang-bincang dengan pengusaha lain.


Jenny terus menatap di sekitar tempat itu, wanita itu tidak pernah tahu kalau sekarang ini dia sudah berada Di kandang harimau. mungkin saja sebentar lagi Jenny akan merasakan apa yang pantas dia rasakan.

__ADS_1


"Bersenang-senanglah di sini, sebentar aku mau berbincang-bincang dengan istri Tuan Ramiro." ucap Dahlia yang kemudian pergi meninggalkan Jenny.


Sedangkan Jenny terus menetap Daniel yang sedang berbicara dengan seseorang, seketika langkah kakinya berjalan mendekati Daniel. ketika Dahlia sudah meninggalkannya jantungnya berdebar begitu kencang, bibirnya tersenyum begitu lebar saat dia berjalan mendekati Daniel.


DEG..


DEG..


suara lebaran jantungnya bisa terdengar, wanita itu memegang jantungnya sembari mengatur nafasnya.


"Aku yakin kalau Tuan Daniel melihatku dia pasti akan terpesona." ucap Jenny yang kemudian mendekati Daniel.


"Tuan Daniel." sapa Jenny yang sudah berada di belakang tubuh Daniel.


Daniel menoleh, menatap Jenny yang sudah berada di belakang tubuhnya. "Kau sudah datang, Jenny?" tanya Daniel.


Jenny menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum begitu menawan sambil menatap Daniel.


"Anda sedang berbincang-bincang dengan siapa?" tanya Jenny kepada Daniel.


"Perkenalkan namanya adalah tuan Mubarak, dia adalah salah satu pengusaha yang berasal dari timur tengah." jawab Daniel.


Jenny menjabat tangan pria yang bersama dengan Daniel.


Jenny benar-benar Salah tingkah ketika dia bersama dengan Daniel, wajahnya terus bersemu merah dengan senyum yang begitu merekah.


"Kelihatannya kau senang sekali, Jenny?" tanya Daniel kepada Jenny.


"Tentu saja tuan Daniel. Oya, Apakah anda sudah berdansa?" tanya Jenny kepada Daniel.


"Sudah, aku tadi sudah berdansa dengan istriku." jawab Daniel.


"Apakah Tuan Daniel bersedia berdansa denganku?" tanya Jenny.


Daniel tersenyum, pria itu menatap Jenny dengan tatapan mata yang benar-benar tidak suka.


"Maafkan aku Jenny, aku tidak bisa berdansa denganmu karena aku sudah berdansa dari tadi bersama dengan istriku." jawab Daniel.


"Ya ampun Tuan, kenapa Kau tidak mau padahal aku benar-benar ingin berdansa dengan Tuan Daniel." ucap Jenny yang terlihat begitu mengharap ingin berdansa dengan pria itu.


Sayangnya Daniel tidak mau berdansa dengan Jenny, dia tidak menyukai wanita genit yang berusaha mendapatkan perhatiannya. akhirnya pesta yang diadakan oleh Tuan Ramiro sudah mulai berjalan, para tamu selalu membicarakan Putri angkat dari tuan Ramiro, hal itu membuat Jenny sedikit kebingungan. siapa sebenarnya Putri angkat dari tuan Romiro.


"Ada apa, apakah kau memikirkan sesuatu?" tanya Daniel kepada Jenny.

__ADS_1


"Tuan, siapa sebenarnya Putri angkat dari tuan Romiro?" tanya Jenny kepada Daniel.


"Nanti kau akan tahu sendiri." jawab Daniel.


Sekitar beberapa jam kemudian Jenny yang berada di tempat itu sedikit terkejut dan kebingungan, para tamu yang ada di tempat itu benar-benar sangat menakutkan, Bagaimana tidak. tamu yang ada di tempat itu kebanyakan membawa senjata dan berusaha untuk mempertahankan diri mereka masing-masing.


"Kenapa para pengusaha yang hadir di pesta ini membawa senjata?" tanya Jenny kepada Daniel.


"Itu sudah biasa, Apakah kau tidak mengetahuinya?" tanya Daniel yang membuat Jenny menggelengkan kepalanya. tak berselang lama tuan Ramiro memanggil Putri angkatnya. Jenny langsung menatap siapa sebenarnya Putri angkat dari tuan Ramiro. Hal itu membuat Jenny langsung berdiri menatap ke arah tuan Ramiro yang sudah berdiri sembari mengulurkan tangannya.


Seorang wanita berdiri, Dia berjalan mendekati tuan Ramiro Bersama sang istri. kejutan bagi Jenny ketika dia mengetahui kalau Putri angkat dari tuan Ramiro adalah Dahlia, seorang wanita yang ingin dia singkirkan.


"Tuan Daniel, sebenarnya ini pesta apa?" tanya Jenny kepada Daniel.


"Apakah kau tidak tahu kalau kau diundang oleh Tuan Ramiro, seharusnya kau tahu kalau tempat ini adalah tempat pertemuan para mafia, gangster bahkan pengusaha gelap." jawab Daniel yang membuat kedua kaki Jenny lemas.


Daniel menatap Jenny yang ketakutan saat mendengar jawaban dari Daniel.


"Apa, mafia, gangster dan pengusaha gelap. berarti Nyonya Dahlia adalah Putri pengusaha yang benar-benar sangat menakutkan." ucap Jenny yang kemudian terduduk di kursi yang ada di ruang dansa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


__ADS_2