
Setelah dari pesta tersebut akhirnya Jenny mencari sesuatu untuk bisa menyingkirkan Dahlia, namun sayangnya dia tidak bisa mendapatkan hal itu. di tempat lain rencana yang dibuat oleh Daniel untuk menyerang balik Daren Akhirnya sudah selesai, sebuah penyerangan yang tidak akan dapat dipikirkan oleh Darren sama sekali. terlihat pria itu begitu santai, dia menatap laptop yang ada di ruang kerjanya.
"Kau akan merasakan apa yang telah kau berikan kepada adikku, Kau membuatnya kehilangan nyawa. aku akan memberikan hukuman atas apa yang kau lakukan pada dua wanita yang aku cintai, dia wanita yang telah kau hancurka." ucap Daniel.
Terlihat Daniel mengambil ponselnya, menelpon seseorang yang begitu dia percayai di dalam kediaman keluarga Gale.
"Apakah kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Daniel kepada orang kepercayaannya.
"Tenang saja tuan, semua yang Anda persiapkan selama beberapa tahun ini sudah selesai. kita akan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan." jawab anak buah Daniel.
"Lakukan sesuai perintahku, jangan ada bukti yang bisa membuatmu celaka." pinta Daniel.
"Tenang saja Tuan, Saya sudah melakukan seperti yang tuan perintahkan. apalagi nyonya besar juga sudah tidak akan mampu untuk menolong putranya, satu putranya sudah tidak ada kabar dan Putra pertamanya dalam kondisi seperti ini." jawab orang kepercayaan Daniel.
"Kalau begitu Apakah kau sudah melakukan yang aku minta waktu itu?" tanya Daniel.
"Sudah Tuan, Saya sudah membuat pria itu mendapat penyakit yang begitu menjijikkan. dia sudah pulang dari rumah sakit, bahkan tak ada seorang wanita pun yang mau mendekatinya." jawab orang kepercayaan Daniel.
"Baguslah kalau begitu, aku tidak ingin pria itu terus hidup. akan kubuat dia menderita, akan kubuat Dia merasakan penderitaan adikku dan istriku." jawab Daniel.
Setelah menelpon orang kepercayaannya terlihat Daniel menghembuskan nafasnya, menatap dinding berwarna crem yang ada di kantornya. ingatan masa lalunya mendapati adiknya yang sudah meninggal dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
BRAKKK..
Di kediaman keluarga Gale, terlihat Daren sangat murka setelah mengetahui kenyataan kalau dirinya memiliki penyakit yang selalu ditularkan oleh para wanita penghibur yang selalu bersamanya.
"Aaa!!!" teriak Daren.
"Tenang tuan!" seru salah satu anak buah Daren.
"Bagaimana aku bisa tenang setelah aku mengetahui kalau sekarang aku memiliki penyakit para wanita sialan itu!!" seru Daren.
"Tenanglah Tuan, anda pasti bisa sembuh. segala penyakit pasti ada obatnya," salah satu anak buah Daren yang berusaha untuk menenangkan Bosnya itu.
"Kalian kira aku ini bodoh hingga Aku tidak tahu penyakit apa yang sekarang menggerogot tubuhku ini." jawab Daren.
"Teknologi kedokteran sangat canggih, Tuan. Saya yakin anda pasti bisa sembuh." ucap salah satu anak buah Daren kembali.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku sampai mengalami penyakit seperti ini." ucap Daren yang terus-menerus berusaha untuk melukai seluruh anak buahnya.
Bagaimana tidak, Dia mungkin sudah lupa dengan semua yang dia lakukan. bercinta dengan para wanita bahkan selalu bersama dengan para wanita penghibur, sebenarnya beberapa bulan yang lalu Betran menjebak Daren dengan salah satu pekerja malam yang memiliki penyakit yang sangat berbahaya. penyakit kelamin yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi, Daniel yang mengetahui hal itu dia sedikit berterima kasih kepada Betran. berkat dirinya dia akan mendapat balasan atas apa yang Daren lakukan selama ini.
Perlahan-lahan namun pasti, hari demi hari Daren yang mengalami penyakit kelamin itu mengalami penurunan kesehatan. dia benar-benar kesal, dia benar-benar tidak ingin mati mengenaskan dengan kondisi seperti itu. dia selalu mencari para wanita untuk memuaskan dirinya. Sedangkan para wanita yang mengetahui kondisi Daren yang begitu mengenaskan tentu saja mereka semua tidak mau.
"Tuan, Anda harus menghentikan keinginan anda yang seperti ini." pinta salah satu anak buah Daren.
"Aku tidak mau mati sendirian, jika aku sudah dalam kondisi seperti ini para wanita itu harus mati bersamaku. mereka menularkan penyakit yang sangat hina ini padaku!!" seru Daren.
Nampak beberapa anak buah Daren tidak bisa mengatakan apapun, sedangkan Nyonya Gale yang mengetahui kalau putranya tertular penyakit kelamin dari para wanita yang selalu bersamanya dia tidak bisa berkata apapun. sore ini Dahlia akan bertemu dengan nyonya besar Gale, dia meminta bantuan wanita tua itu dengan semua kejahatan yang telah dilakukan oleh putranya.
"Dahlia." Panggil nyonya besar saat melihat Dahlia.
"Senang bertemu dengan Anda lagi, Nyonya." ucap Dahlia.
Nyonya besar tersenyum, Dia mendekati Dahlia sembari memeluknya dengan begitu erat.
"Bagaimana kondisimu, Dahlia?" tanya nyonya besar.
"Kondisiku baik-baik saja, Nyonya." jawab Dahlia.
"Kondisiku baik-baik saja, Bu." jawab Dahlia.
Nyonya besar tersenyum menatap Dahlia yang terlihat bahagia dengan keadaannya yang sekarang.
"Oh ya Dahlia, ada apa kau menelpon ibu?" tanya nyonya besar kepada Dahlia.
"Ada sesuatu yang harus aku beritahu kepada nyonya besar, karena saya yakin kalau nyonya besar mencari keberadaan dari Putra Nyonya." jawab Dahlia.
"Maksudmu." nyonya besar yang sedikit bingung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Dahlia.
"Apakah nyonya besar sudah mengetahui keberadaan Betran?";tanya Dahlia sembari tersenyum kepada nyonya besar.
"Maksudmu apa Dahlia?" tanya nyonya besar kembali.
"Sebenarnya saya tahu di mana keberadaan Betran, nyonya. saya tahu di mana dia sekarang ini." jawab Dahlia.
__ADS_1
Seketika kedua bola mata Nyonya besar langsung membulat sempurna, wanita tua itu nampak tersenyum dengan dua bola mata yang berkaca-kaca.
"Benarkah, Apakah kau yakin, Dahlia?" tanya nyonya besar.
"Benar sekali nyonya besar, sebenarnya beberapa bulan yang lalu saya menemukan Betran dalam kondisi hampir meninggal." jawab Dahlia. sebuah kebohongan diceritakan oleh Dahlia kepada nyonya besar, dia harus membuat wanita tua itu tidak memihak pada Daren. kedua tangan nyonya besar langsung memegang Dahlia.
"Bagaimana kondisi Putraku, Dahlia?" tanya nyonya besar, kondisinya baik-baik saja Nyonya. Mungkin beberapa waktu yang lalu dia terluka tapi sekarang dia sudah baik-baik saja." jawab Dahlia.
Nyonya besar nampak menangis tersedu-sedu saat dia mengetahui kondisi dari putranya di
"Siapa yang melakukan hal ini, Dahlia?" tanya nyonya besar.
"Siapa lagi yang ingin menghilangkan nyawa saudaranya selain dari Putra simpanan istri Anda, nyonya." jawab Dahlia.
Terpukul, itulah yang sekarang dirasakan oleh nyonya besar. Daren benar-benar ingin menghabisi putranya, Hal itu membuat nyonya besar benar-benar tidak bisa tinggal diam lagi. dia sangat marah, air matanya yang sudah menetes itu langsung dia usap.
"Aku tidak akan lagi tinggal diam, ajaklah aku ke Putraku, Dahlia. Aku ingin melihat kondisinya." ucap nyonya besar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
__ADS_1
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar