
Tatapan mata Vera menetap Dahlia Yang memperlakukan Daniel yang seperti itu. wanita itu seolah mempertegas Kalau tidak ada wanita lain yang boleh memasuki hubungan mereka.
"Sudahlah Daniel, aku lihat sendiri kan kalau istrimu itu tidak pergi dari rumah. mungkin dia hanya ingin menggodamu saja." ucap Vera.
Dahlia menatap Vera, sorot mata kebencian dan target selanjutnya sudah ditunjukkan oleh Dahlia.
"Aku adalah seorang wanita yang tidak suka diganggu kehidupannya, Aku adalah seorang wanita yang tidak suka dimasuki lingkar pribadinya. jika ada seseorang yang berani memasuki kehidupanku Maka jangan salahkan aku jika aku membuatmu terluka. kau adalah wanita luar, Jadi kalau kau mempunyai pikiran dan hati jangan pernah memasuki hubunganku dan suamiku. namun jika suamiku lebih memilih mu itu adalah keinginannya sendiri, aku tidak akan memaksa suamiku untuk memilih. tapi lihat saja sedetik itu pula aku akan meninggalkannya tanpa perasaan bersalah atau untuk memberi maaf untuk yang kedua kalinya." ucap Dahlia.
Daniel sebenarnya sudah mengetahui bagaimana sifat dari istrinya itu, ada sifat yang begitu kejam yang bisa dilihat oleh Daniel. namun rasa cinta Daniel yang begitu luar biasa kepada sang istri tidak akan mampu membuatnya kehilangan wanita itu.
"Tidak, Maafkan aku sayang." ucap Daniel.
"Kita lihat saja, Apakah permintaan maafmu itu hanya dari mulut atau kau benar-benar melakukannya." jawab Dahlia yang kemudian pergi meninggalkan sang suami.
"Daniel, kau tidak boleh melakukan hal itu. kenapa kau harus memohon kepada istrimu, aku yakin kalau istrimu itu hanya mempermainkan mu." ucap Vera.
"Aku tidak akan mampu untuk kehilangan, dia Aku tidak akan mampu untuk melihatnya pergi dariku. jika sampai dia meninggalkanku maka dia sudah membawa nyawaku." jawab Daniel yang kemudian berdiri.
Langkah kaki Daniel mengikuti sang istri, pria itu benar-benar seperti pria gila yang bikinnya tingkat dewa. Vera benar-benar melihat semua yang dilakukan oleh Daniel, Wanita itu sangat kesal dia tidak akan pernah mengira kalau Daniel akan melakukan hal itu.
"Apa yang dilakukan oleh wanita itu, aku yakin kalau wanita itu melakukan mantra guna-guna atau sihir untuk membuat Daniel seperti itu. dulu Daniel tidak akan mampu untuk menolak ku, Lihatlah sekarang wanita itu seolah mempertegas kalau dirinya lah wanita satu-satunya yang ada di hati Daniel." ucap Vera yang terus menggerutu. wanita itu masih belum mengetahui siapa yang dihadapi seorang wanita kejam, bahkan dia bisa disebut sebagai malaikat pencabut nyawa.
Semilir angin malam itu membuat Dahlia memejamkan matanya, Wanita itu menatap diluar kamarnya. terlihat Daniel memasuki kamarnya, menatap sang istri yang berdiri di balkon kamarnya. ada rasa bersalah yang begitu luar biasa, rasa sakit yang tertore itu bagaikan luka yang masih menganga.
"Sayang." Panggil Daniel kembali.
Dahlia harus memberikan pelajaran kepada sang suami, dia tidak boleh menjadi pria yang tidak memiliki pendirian sama sekali, Mudah terpengaruh dan menjadi pria yang gampang dibohongi oleh orang lain.
"Untuk malam ini kau tidur di kursi, Sayang. karena aku tidak ingin satu ranjang denganmu, kalau kau memaksa satu ranjang denganku maka aku akan keluar untuk tidur di ruang tamu." ucap Dahlia.
DEG...
seketika Daniel tersentak, istrinya benar-benar marah kali ini bahkan kemarahannya membuat Dahlia tidak ingin didekati oleh sang suami.
"Sayang, aku minta maaf..," ucap Daniel.
"Maaf hanyalah sebuah kata, aku sudah bilang kalau aku tidak suka seseorang mengatakan perkataan seperti itu hanya dari mulut." ucap Dahlia.
__ADS_1
Sesaat kemudian Dahlia masuk ke dalam kamar, dia tidur di ranjang dan memejamkan matanya. Daniel menarik salah satu kursi dan duduk di samping sang istri.
"Aku sudah bilang kan tidurlah di kursi panjang itu, jangan tidur di sampingku." ucap Dahlia.
"Aku tidak mau, aku tidak bisa tidur kalau tidak di sampingmu." jawab Dahlia.
"kalau begitu cobalah kau tidur dengan wanita itu, mungkin kau langsung terlelap." jawab Dahlia yang kemudian membalikkan tubuhnya. Daniel tidak bisa menatap wajah sang istri, hanya bisa menatap punggung Dahlia yang sudah memutar posisinya.
Ada sebuah sakit yang begitu luar biasa, istrinya benar-benar terluka. dia tidak ingin di dekati oleh Daniel seperti saat ini.
"Hufff..," Daniel menghela nafasnya. jantungnya berdebar begitu kencang, dadanya terasa diremas oleh sesuatu karena kebodohannya sendiri. Daniel menyandarkan kepalanya di kursi, memejamkan matanya sembari memikirkan semua kesalahannya.
Sekitar 15 menit kemudian Daniel Sudah terlelap dalam posisi terduduk, Dahlia memutar tubuhnya menatap sang suami yang sudah terlelap.
"Kau harus belajar menjadi seorang pria yang tangguh, Sayang. aku tidak suka memiliki suami yang mudah tergoda, mudah terbuai dengan semua kebohongan dunia." ucap Dahlia yang kemudian menyentuh wajah sang suami.
Akhirnya malam itu kedua insan itu tidur dengan posisi mereka masing-masing, pagi sudah menjelang. Dahlia terlihat sudah bangun dan menuju dapur, sekitar 2 jam kemudian Daniel membuka matanya dia tidak melihat keberadaan sang istri, seketika Daniel langsung kebingungan. dia berlari untuk mencari keberadaan sang istri.
"Sayang, sayang!!" seru Daniel yang sudah keluar dari kamarnya. jantungnya berdebar begitu kencang, dia tidak berpikir secara normal namun dia berpikir kalau istrinya sudah meninggalkannya.
"Isteriku di mana Ayah?" tanya Daniel kepada ayahnya.
"Kau kira dia itu istriku, hingga kau tanya padaku, dia kan istrimu masa kau tidak tahu dia ke mana." jawab ayah Zackly yang masih kesal dengan putranya.
Sesaat kemudian seorang wanita keluar dari kamar tamu, siapa lagi kalau bukan Vera.
"Daniel!!" seru Vera yang sudah berjalan mendekati Daniel.
"Kamu makan itu masalah..," jawab ayah yang kemudian meninggalkan putranya.
Daniel yang melihat Vera dia langsung pergi meninggalkan wanita itu, dia harus mencari keberadaan sang istri yang tidak ditemukan di dalam kamarnya.
"Kau mau ke mana? belum mandi mau keluar!!" seru Ayah Zackly.
"Aku mau mencari istriku, ayah." jawab Daniel.
"Istrimu berada di dapur seperti biasanya, Kau kira dia di mana." jawab ayah Zackly yang terlihat hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sukur, baru tahu rasa kamu. istrimu itu adalah jelmaan malaikat pencabut nyawa, titisan dewa neraka enak saja kau mempermainkan, lihat saja pusing sendiri kau." guman ayah Zackly dalam hati yang kemudian berjalan menuju dapur.
Sebenarnya Ayah Zackly ingin menertawakan semua yang dilakukan oleh putranya itu, Siapa suruh dia bermain-main dengan menantunya. sekarang rasakan sendiri akibat kebodohannya itu. sebuah senyum ditunjukkan oleh Daniel ketika pria itu melihat sang istri berada di dapur. langkah kakinya semakin mendekat sembari mengatur nafasnya, tanpa berkata apapun Daniel langsung memeluk sang istri. memberikan kecupan di pipi Dahlia dan memeluknya dengan erat.
"Kenapa kau tidak membangunkanku?" tanya Daniel dengan suara yang sedikit terengah-engah. karena dari tadi berlari mencari sang istri.
"Kenapa aku harus membangunkanmu, seperti biasanya kan aku berada di dapur untuk memasak." jawab Dahlia.
"Aku sangat ketakutan ketika terbangun tidak melihatmu." jawab Daniel.
"Benarkah?" tanya Dahlia yang terlihat terus melakukan pekerjaannya yaitu memasak.
"Kau Jangan melakukan hal itu, jantungku seperti berhenti seketika saat membuka mataku kau tidak ada di sampingku." ucap Daniel.
"Mandilah, Setelah itu kita makan." pinta Dahlia yang membuat Daniel langsung berlari untuk segera membersihkan dirinya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1