
Daniel yang berdiri itu bukannya mendatangi Jenny malah dia memanggil sekretaris pribadinya.
"Ada apa Tuan." jawab sekretaris pribadi Daniel.
"Mega, tolong kau ambilkan aku air dan obat, Nona Jenny tidak enak badan." perintah Daniel.
"Baik Tuan, Apakah saya perlu mengambilkan teh atau minuman yang lain?" tanya Daniel.
"Kau ingin minum apa, Jenny?" tanya Daniel kepada Jenny.
Nampak Jenny terdiam, dia hanya menggelengkan kepalanya dan terus berakhtir tidak enak badan. Mega yang sudah mendapat perintah dari Dahlia untuk selalu memantau Jenny.., tentu saja wanita itu tersenyum.
"Saya akan mengambilkan obat untuk nona Jenny, Tuan." ucap Mega.
"Baiklah Mega, tolong kau ambilkan obat dan air untuk nona Jenny. oya jangan lupa ambilkan sesuatu untuknya agar dia tidak pusing." pinta Daniel.
Mega langsung keluar dari kantor Daniel, Wanita itu pergi untuk mengambil sesuatu. padahal dia sudah mempersiapkan semuanya di meja kerjanya, Mega menunggu 5 menit, setelah itu Mega kembali ke kantor Daniel.
"Apakah kau sudah tidak apa-apa, Jenny?" tanya Daniel.
"Kepala saya pusing, Tuan Daniel." jawab Jenny.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Daniel.
"Apakah anda bisa memijit kepala saya, kepala saya benar-benar sangat pusing." jawab Jenny.
Terlihat Daniel ingin tertawa dalam hati. "Wanita ini benar-benar sangat berani, Aku ingin tahu jika sampai istriku mengetahui hal ini. pasti kepala dan badanmu itu Sudah terpisah entah kemana." guman Daniel dalam hati.
Setelah itu Mega sudah masuk ke dalam kantor bosnya, dia menatap wanita tidak tahu diri yang sudah ditolong oleh Bos wanitanya itu.
"Tuan Daniel Ini obatnya." ucap Mega.
"Bisakah kau bawa ke sini Mega, beserta air putihnya. tolong kau berikan kepada Nona Jenny." pinta Daniel kepada Mega.
Mega langsung memberikan sekitar 5 obat kepada Jenny, hal itu membuat Jenny langsung terkejut.
"Obat apa ini?" tanya Jenny kepada Mega.
"Itu adalah obat sakit kepala, kemungkinan besar Anda masuk angin, Nona. jadi saya juga membawakan obat masuk angin itu. itu adalah obat resep dari dokter Jadi anda harus meminum semuanya." jawab Mega sembari tersenyum Dalam Hati.
"Kenapa obatnya banyak sekali, Apakah tidak ada obat yang lain?" tanya Jenny kepada Mega.
Sesaat kemudian terlihat Mega membawa minyak angin, wanita itu menaruhnya di tangan kemudian langsung mengusapkan minyak angin itu ke wajah Jenny dan kepalanya.
"Aaa...,Apa yang kau lakukan!!" seru Jenny yang sangat marah karena wajahnya sudah dipenuhi bau minyak angin.
"Maafkan aku Nona Jenny, maksud hati saya itu ingin menaruh di leher dan pelipis Anda. malah anda terus bergerak jadi saya tidak sengaja mengusap di wajah and." jawab Mega.
__ADS_1
Daniel yang melihat hal itu ingin sekali dia tertawa terbahak-bahak, kemungkinan besar Mega sudah diperintahkan oleh sang istri untuk menjahili Jenny.
"Lepaskan aku!" seru Jenny yang kemudian mendorong tubuh Mega dan Mega sendiri yang berakting terhuyung ke lantai.
"Apa yang kau lakukan, Jenny. kenapa kok mendorong sekretaris ku!!" seru Daniel kepada Jenny.
"Aku tidak sengaja Tuan, habis dia mengusap wajahku dengan minyak angin. apa dia kira tidak panas." jawab Jenny.
"Kau yang seharusnya meminta maaf kepada sekretarisku, Jenny. Dia kan sudah bilang kalau dia akan mengusap di lehermu, tapi kenapa kau banyak bergerak. Hal itu membuat sekretarisku ini malah salah mengusap." jawab Daniel.
"Bukan begitu Tuan Daniel." ucap Jenny yang terlihat menatap Daniel yang marah padanya. niat hati ingin mengambil simpati Daniel malah sekretarisnya itu mengacaukan kesempatan itu.
"Sudahlah Mega, sekarang kau kembalilah ke tempatmu sebentar lagi nona Jenny juga akan kembali." ucap Daniel.
"Tidak Tuan Daniel, Aku kan sudah membawa makanan. ayolah kita makan dahulu." pinta Jenny dengan nada yang begitu memelas.
"Katanya kau tadi sakit kepala, Apa tidak sebaiknya kau istirahat dahulu?" tanya Daniel.
"Tidak Tuan, mungkin dengan makan kepalaku yang pusing ini bisa hilang." jawab Jenny.
"Apakah kau yakin?" tanya Daniel.
Jenny menganggukkan kepalanya, dia meminta Daniel untuk duduk di sampingnya. sesaat kemudian terlihat seorang pengganggu yang sangat besar datang, seorang wanita yang cantik, berparas menawan sudah berada di kantor sang suami.
"Selamat pagi, sayang!!" seru Dahlia yang sudah memasuki kantor sang suami.
"Jenny, Apakah kau baru datang?" tanya Dahlia sembari menatap Jenny.
Seketika Jenny langsung kebingungan. dia salah tingkah saat melihat Dahlia tiba-tiba berada di perusahaan suaminya. informasi yang dia dapat kalau Dahlia tidak akan ke perusahaan sang suami itu salah besar.
"Aku baru saja sampai di sini, Nyonya." Jawab Jenny.
"Apakah kau membawa bekal makanan?" tanya Dahlia kepada Jenny.
"Iya Nyonya, tadi saya memasak agak banyak jadi saya berpikir daripada saya buang saya bawa ke sini." jawab Jenny.
Terlihat Dahlia tersenyum sedangkan Jenny terlihat janin sangat gugup. tiba-tiba saja Dahlia sudah berada di depan matanya.
"Oh ya sayang, Aku tadi memasak kan sesuatu untukmu." ucap Daniel.
"Makanan yang tadi pagi aku minta ya?" tanya Daniel.
"Tentu saja sayang, aku tadi memasak spesial untukmu." jawab Dahlia yang kemudian membuka dua kotak makanan.
Dengan segera Daniel langsung mengambil bekal yang dibawakan oleh sang istri, dia menarik sang istri kemudian meminta Mega untuk masuk ke kantornya.
"Oh ya Mega, kau makanlah dahulu dengan Nona Jenny. aku akan makan bersama istriku." ucap Daniel.
__ADS_1
"Kenapa saya harus makan bersama dia, Tuan Daniel. saya membawa makanan ini kan untuk Anda." jawab Jenny.
"Apakah kau tidak lihat, Jenny. Kalau istriku membawa makanan untukku, Aku tidak akan makan makanan yang lain selain masakan istriku." jawab Daniel yang kemudian mulai memakan masakan yang dibuat oleh sang istri.
Dengan sengaja Daniel menyuapi sang istri, bermesraan di depan Jenny agar wanita itu tahu di mana posisinya. seorang wanita luar mencoba untuk memasuki mahligai rumah tangganya.
"Oh ya sayang, Nanti malam aku ingin kau menemaniku ke pesta yang diadakan oleh salah satu pengusaha." ucap Daniel.
"Pesta apa?" tanya Dahlia kepada sang suami.
"Pesta pernikahan dari tuan Ramiro." jawab Daniel.
Seketika Jenny menatap Dahlia dan Daniel, ini adalah kesempatan untuk dirinya mendekati Daniel.
"Pesta yang diadakan oleh Tuan Ramiro, tuan Daniel. aku juga mendapatkan undangan itu." ucap Jenny yang membuat Dahlia menatap wanita itu.
"Benarkah kau juga mendapat undangan itu?" tanya Dahlia.
"Benar Nyonya, aku tadi mendapatkan undangan dari tuan Ramiro sendiri." jawab jenny.
"Dasar wanita tidak tahu diri, berani sekali kau berbohong di hadapanku." guman Dahlia dalam hati. karena Dahlia tahu Tuan Ramiro bukanlah pria yang akan mudah dekat dengan orang lain, apalagi Jenny adalah wanita kemarin yang baru menapaki dunia bisnis.
"Tentu saja sayang, kita akan pergi nanti malam." jawab Dahlia yang kemudian mengusap wajah sang suami.
Mega yang berada di ruangan itu nampak dia benar-benar menertawakan kebodohan Jenny yang berusaha untuk merusak rumah tangga bosnya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar