
Vera benar-benar merasa kesal dengan semua tontonan pagi itu, ternyata dia masih belum bisa membuat Daniel bertekuk lutut padanya. Bahkan dia terus memohon kepada sang istri agar tidak marah padanya.
"Daniel!!" seru Vera dengan nada yang begitu manja. Daniel tidak menghiraukan teriakan Vera, pria itu langsung berlari ke kamarnya untuk mandi.
"Ayo Ayah kita segera makan. Ibu sudah menunggu kita." ucap Dahlia.
Sekitar 15 menit kemudian Daniel sudah keluar dari kamarnya menuju ruang makan, Vera yang melihat Daniel duduk di kursi itu seketika Dia berjalan, dia ingin duduk di samping Daniel karena dia ingin memperlihatkan perhatiannya kepada pria itu.
"aapa yang kau lakukan disini?" tanya Daniel kepada Vera.
"Aku ingin duduk di sampingmu." jawab Vera.
"Ini bukan kursi mu, jadi segeralah kau pindah." pinta Daniel.
"Aku tidak mau, aku ingin sampingmu." jawab Vera dengan nada yang begitu manja. wanita itu memang benar-benar tidak punya malu sama sekali, dia terus merengek sembari bergelayut manja memeluk tangan Daniel. Dahlia yang melihat hal itu dia langsung duduk di seberang kursi tempat sang suami, hal itu membuat Daniel langsung pindah ke samping sang istri.
"Daniel, Kenapa kau pindah!!" seru Vera.
"BRAKKK...," ayah Zackly mengebrak meja. "Diam, di meja makan tidak ada yang boleh berbicara, Kalau kau ingin berbicara dengan berteriak pergilah dari sini, Vera!!" seru ayah Zackly dengan suara yang begitu keras. pria tua itu benar-benar sangat kesal dengan semua sikap yang ditunjukkan oleh Vera.
"Tapi Paman..," rengek Vera.
"Kalau kau terus berbicara, lebih baik kau keluar dari sini. kau itu sudah tua, umur diatas 30 tapi kenapa kau bersikap seperti anak berusia 2 tahun!!" bentar ayah Zackly.
"Tapi Paman..," ucap Vera dengan menunjukkan wajah yang begitu sedih.
"Kau itu wanita tua, wanita tua yang terus berakting sebagai anak kecil. kau itu punya malu enggak? wajahmu tuh sudah tua sudah ada keriputnya tapi sifatmu kanak-kanak banget." ucap ayah Zackly yang membuat istrinya tersenyum saat mendengar kata-kata suaminya.
Sedangkan Vera yang mendengar perkataan seperti itu dari pria yang ada di depannya itu, seketika dia tertunduk karena malu dengan kata-kata yang diucapkan oleh ayah Zackly.
Tidak ada suara yang keluar dari mulut orang-orang yang ada di ruang makan, nampak mereka makan dengan begitu tenang. tatapan mata Vera terus menatap Daniel yang bersikap begitu manja kepada sang istri.
"Wanita kurang ajar, berani sekali kau menunjukkan perlakuan seperti itu kepada Daniel ku tersayang." guman Vera dalam hati sambil terus menatap Daniel yang bersikap begitu manja kepada istrinya.
Sekitar 30 menit kemudian akhirnya ritual makan pun telah selesai.
"Kau sudah selesai kan sayang? kira segera berangkat ke kantor." pinta ayah Zackly.
"Baiklah,ayah." jawab Dahlia.
Terlihat Daniel langsung mengambil pakaian kerjanya. pria itu nampak menatap wajah sang isteri yang begitu dia puja.
__ADS_1
"Daniel, Paman. aku mau ikut!!" seru Vera yang sudah berlari mengejar Daniel dan ayah Zackly.
"Tidak usah, kau di rumah saja. jadi wanita jangan menyebalkan!" bentak ayah Zackly.
"Tapi Paman...," rengek Vera.
"Apa kau mau aku lemparan ke laut atau ke comberan?" tanya ayah Zackly yang membuat Vera langsung terdiam.
Daniel sendiri sudah pergi dari rumahnya, pria itu pergi terlebih dahulu dengan sang isteri, sedangkan ayah Zackly terlihat begitu kesal dengan kehadiran Vera.
"Dasar wanita pengangguran," omel ayah Zackly yang sangat terganggu dengan kehadiran Vera.
Saat ketiga orang itu sudah pergi dari rumah.., Vera nampak menatap Bu Hana yang sedang berada di ruang tamu, wanita itu sedang menatap beberapa lukisan yang dia buat.
"Tante!" seru Vera yang berjalan mendekati bu Hana, wanita itu berharap akan mendapatkan perhatian dan dukungan dari wanita tua yang selalu bersikap ramah itu.
"Ada apa Vera?" tanya Bu Hana.
"Tante, Tante lagi melukis apa?" tanya Vera.
"Tante lagi melukis foto Dahlia, menantu Tante." jawab Bu Hana.
"Benarkah?" tanya Vera dengan raut wajah yang sedikit kesal. tatapan matanya menatap lukisan seorang wanita bersama dengan keluarganya, lukisan Bu Hana, Dahlia, Daniel dan ayah Zackly.
"Eeee..., bagus sih Tante, tapi kok ada yang kurang cocok ya." ucap Vera.
"Apanya yang kurang cocok?" tanya Bu Hana.
"Lukisan wanita ini kurang cocok, entah kenapa aku kurang menyukai wanita ini ya, Tante." ucap Vera yang mencoba memprovokasi Bu Dahlia.
"Memangnya ada apa?" tanya Bu Hana.
"Entahlah kenapa aku tidak suka wanita ini, aku dapat melihat ada kebohongan dan kelicikan di wajah wanita itu Tante." jawab Vera.
"Benarkah, kenapa kau mengatakan hal itu?" Bu Hana yang mencoba menelisik maksud dari perkataan Vera. Bu Hana dapat melihat kalau Vera tidak menyukai kehadiran Dahlia.
"Kelihatannya dia adalah seorang wanita yang licik dan pembohong." jawab Vera.
Seketika Bu Hana langsung memegang tangan Vera, sedangkan Vera yang mendapat perlakuan seperti itu.., dia fikir dia akan mendapatkan perhatian dari Bu Hana.
"Dengarkan aku, Vera. Dahlia adalah wanita yang sempurna, menantu yang sempurna. dua adalah wanita pertama yang bisa meluluhkan hatiku." jawab Bu Hana yang terlihat begitu tidak menyukai perkataan Dahlia.
__ADS_1
"Lihat saja Tan, wanita itu sangat licik dan pandai berakting. aku yakin kalau dia adalah seorang wanita yang sudah terbiasa mengerogoti kekayaan pria seperti Daniel." ucap Vera yang terus memprovokasi Bu Hana.
"Tutup mulutmu Vera, kau itu adalah tamu di sini, tidak seharusnya kamu menghina pemilik rumah!" seru Bu Hana yang kemudian mengusir Vera dari ruang tamu.
"Brengsek, brengsek.., aku tidak pernah mengira kalau Tante Hana akan memperlakukan aku seperti itu, dulu Tante Hana selalu baik padaku. selalu memberikan aku perhatian dan begitu memanjakanku, namun sekarang gara-gara wanita itu Tante Hana membentakku." ucap Vera yang terlihat meninggalkan ruang tamu dengan kekesalan yang sangat luar biasa.
Tak berselang lama terlihat Vera mencoba untuk masuk ke dalam kamar Daniel dan Dahlia, Namun ternyata saat berada di sana ruangan itu sudah terkunci. kamar Dahlia dan Daniel dikunci oleh Dahlia.
"Brengsek, ternyata kamar ini dikunci. Seharusnya aku melakukan sesuatu agar aku bisa mendekati orang-orang yang ada di rumah ini, aku harus membuat wanita itu keluar dari kehidupan Daniel." ucap Vera yang kemudian pergi dengan kesalahan yang sangat luar biasa.
Sebuah rencana licik terus berselancar di otak Vera, wanita itu keluar dari rumah untuk melakukan rencananya agar mendapatkan perhatian Daniel.
Di tempat lain Daniel yang sedang fokus dengan pekerjaannya dia hari ini rapat di luar perusahaan Bersama sang istri.
"Saya senang karena nona Dahlia begitu pandai." puji teman bisnis Daniel.
"Terima kasih Tuan, terima kasih atas pujiannya." jawab Dahlia yang hanya memberikan senyuman singkat.
Daniel benar-benar begitu bangga kepada istrinya, wanita itu selalu menutupi kekurangan Daniel. selalu memberikan yang terbaik bagi suaminya.
"Terima kasih Tuan karena kau bersedia bekerjasama dengan perusahaan kami, perusahaan yang belum memiliki arti dimata para pengusaha yang lain." ucap Dahlia yang kemudian mempersilahkan klien bisnisnya untuk makan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
__ADS_1
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar