
DING..DONG..
DING... DONG
suara jam dinding yang ada di kamar Daniel dan Dahlia.
"Ada apa, sayang?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Nanti kita akan lihat sebuah berita yang sangat menggemparkan, Sayang." jawab Dahlia.
"Memangnya ada berita apa?" tanya Daniel.
"Kemarin kan aku sudah bilang kalau aku akan melakukan sesuatu kepada pria itu." jawab Dahlia.
Daniel tersenyum, sesaat kemudian pria itu memberikan kecupan di pipi sang istri. "Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita segera makan. kita harus segera pergi ke perusahaan, katamu Kau mempunyai kejutan untukku." jawab Daniel.
"Tapi kejutannya tidak hari ini, Sayang. mungkin hari ini tapi nanti malam." jawab Dahlia.
"Apakah kau akan memberikan ku sesuatu?" tanya Daniel.
"Tidak, aku tidak akan memberikanmu sesuatu, sayang. tapi aku akan memberikan kejutan kepada orang lain." jawab Dahlia.
"Memangnya siapa?" tanya Daniel.
"Nanti kau akan tahu." jawab Dahlia.
"Ya sudah kalau begitu, nanti saja aku akan melihat kejutan itu." jawab Dahlia.
Hari ini Dahlia sengaja pergi ke perusahaan Bersama sang suami, sekitar satu jam kemudian mereka sudah sampai di perusahaan. di sana ada 3 wanita penggoda yang masih bekerja di perusahaan Daniel, namun yang 2 ditarik oleh Darren tinggal Salsa yang masih berada di perusahaan Daniel.
"Sesuatu apapun yang diberikan oleh wanita itu untukmu Kau harus mengambilnya, sayang. tapi kau tidak boleh memakan nya atau meminumnya." pinta Dahlia.
"Memangnya ada apa Sayang?" tanya Daniel.
"Nanti kau akan tahu sendiri Sayang, Oh ya rencana yang sudah aku buat itu sudah aku kerjakan, bagianmu kau harus melakukannya sayang." pinta Dahlia.
"Tenang saja Sayang, aku akan melakukannya. Aku tidak akan memakan atau meminum barang yang diberikan wanita itu, tapi kita akan melakukan rencana kita." jawab Daniel.
Hari ini Salsa terlihat berdandan begitu menor, bibirnya berwarna merah semerah darah. blush on-nya berwarna merah semerah tamparan istri sah, eyeshadow berwarna merah semerah tonjokan dari istri muda.
"Oh ya, nanti malam kan aku ada acara kecil-kecilan di apartemenku, apakah Tuan Daniel dan nyonya Dahlia mau datang ke sana?" tanya Salsa kepada Daniel.
"Entahlah Salsa, kau tahu sendiri kan kalau Hari ini istriku harus menghadiri beberapa rapat perusahaan." jawab Daniel.
"Masa kau tidak mau datang ke tempat anak buahmu, Tuan Daniel?" tanya Salsa.
"Mungkin aku akan ke sana sebentar saja, setelah itu aku akan menjemput istriku." jawab Daniel.
"Terima kasih Tuan Daniel, karena kau mau mampir ke acara ku." jawab Salsa yang terlihat begitu bahagia.
__ADS_1
Daniel menghela nafasnya begitu dalam, pria itu menatap kepergian Salsa dari kantornya. hari ini Salsa sudah membuat rencana pesta di apartemennya, tentu saja rencana jebakan untuk Daniel.
Malam telah tiba, Daniel yang sudah pergi ke pesta tempat Salsa terlihat di salah satu tempat yang ada di kediaman Gale, salah satu anak buah Daren memberitahukan mengenai sebuah pergerakan yang sangat mencurigakan.
"Ada apa?" tanya Daren.
"Tuan Daren, ada sesuatu yang mencurigakan." jawab anak buah Daren.
"Memangnya ada apa?" tanya Daren kembali.
"Saya sudah menyelidiki mengenai rekening rahasia milik Tuan Alexander." jawab anak buah Daren.
"Lalu?" tanya Daren.
"Ternyata rekening rahasia itu digunakan oleh Tuan Alexander untuk mengambil dana perusahaan dengan nominal yang sangat besar." jawab anak buah Daren.
"Sudah berapa kali?" tanya Darren yang terlihat masih begitu santai.
"Sudah beberapa kali, Tuan. namun yang terakhir nominal pengambilan uang itu sangat besar." jawab Darren.
"Berapa?" tanya Darren kepada anak buahnya.
"50 juta dolar." jawab anak buah Daren yang membuat pria itu langsung begitu marah.
"Apakah kau yakin?" tanya anak buah Daren.
"Aku sudah memberikan dia kehidupan yang layak menjadi anak buah Ku, berani sekali Alexander melakukan hal itu dia mencuri dariku." ucap Daren.
"Apa yang harus kita lakukan, Tuan?" tanya anak buah Daren.
"Tentu saja kita harus mencarinya, memberikan dia pelajaran atas apa yang dia lakukan." jawab Darren yang kemudian meminta salah satu anak buahnya untuk mengumpulkan seluruh anak buahnya yang lain. pria itu benar-benar sangat marah dengan semua yang dia dapat dari anak buahnya.
Acara yang diadakan oleh Salsa di apartemennya sudah berjalan, wanita itu juga mengundang Alexander dan beberapa pengusaha ternama. terlihat Daniel datang sendiri malam itu Sedangkan sang istri harus semua mengerjakan semua yang harus dia lakukan.
"Semuanya sudah dimulai?" tanya Daniel kepada Salsa.
"Tenang saja semuanya nya sudah bisa dimulai." jawab Salsa.
Wanita itu sudah mulai melancarkan rencananya, Dia memberikan sebuah obat kriminal di minuman yang sudah dipersiapkan untuk Daniel. Daniel bisa membaca seluruh pergerakan yang dilakukan oleh Salsa, karena hal itu minuman yang diberi oleh Salsa untuk Daniel ditukar.
"Kau mau menjebakku ya, kalau begitu sebentar lagi permainan istriku akan dimulai." guman Daniel dalam hati.
Hari itu menjadi hari yang benar-benar sangat menyenangkan, sekitar satu jam kemudian obat yang dimasukkan Salsa ke minuman Daniel mulai bereaksi. Namun bukan Daniel yang merasakan reaksi itu, namun Alexander yang merasakannya. pria itu menatap Salsa dengan tatapan mata yang begitu menggoda, pria itu langsung menarik Salsa ke salah satu ruangan, suara ******* yang memburu dapat dirasakan oleh Alexander.
BRAKKK...
Alexander sudah membawa Salsa ke salah satu ruangan yang ada di apartemen, pria itu langsung memberikan gencatan senjata kepada Salsa. suara ******* yang begitu keras dapat didengar oleh orang-orang yang ada di ruangan itu, suara yang benar-benar begitu membuat telinga terasa sakit. suara teriakan dan kenikmatan itu keluar dari mulut Salsa dan Alexander, kedua orang itu nampak terus melakukan aksi mereka.
Para tamu yang ada di ruangan itu seketika membubarkan diri, mereka tidak ingin mendengar atau menjadi saksi bisu dari tindakan tidak senonoh Alexander dan Salsha. saat mereka hendak keluar dari apartemen itu tiba-tiba saja Daren dan anak buahnya sudah berada di sana.
__ADS_1
"Tuan Daren." ucap Daniel yang sudah melihat dari yang di apartemen Salsa.
"Daniel." ucap Daren.
Sesaat kemudian Dahlia juga datang ke apartemen Salsa, dia harus menyelamatkan sang suami yang dikira menjadi kaki tangan Salsa.
"Tuan Daren, apa yang Tuan lakukan di sini?" tanya Dahlia yang sudah berada di apartemen Salsa.
"Kalian sendiri apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Daren.
"Sekretaris Tuan kan mengadakan pesta, tentu saja kami di sini." jawab Dahlia.
"Benarkah?" tanya Daren.
"Benar, bahkan suami saya dan yang lain juga diundang ke sini." jawab Dahlia.
"Lalu kemana orang yang punya pesta?" tanya Daren.
"Saya kurang tahu Tuan." jawab Daniel.
Salah satu pengusaha yang ada di tempat itu mengatakan sesuatu yang benar-benar membuat Daren begitu murka.
"Maaf tuan Daren, ternyata sekretaris Tuan Daren itu adalah wanita murahan. saat dia mengadakan pesta malah dia bersenang-senang dengan anak buah tuan Daren yang lain. dia membuat adegan ranjang hingga membuat kami mendengarnya!" seru salah satu pengusaha yang membuat Daren langsung mendobrak pintu tempat Salsa dan Alexander melakukan gencatan senjata.
Kedua insan itu masih melakukan percintaan mereka tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di sekelilingnya, Darren yang sudah masuk ke dalam ruangan itu nampak menatap Salsa dan Alexander yang masih melakukan hubungan ranjang itu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1