PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Jenny mencari Dahlia


__ADS_3

"Rencana apa yang akan kau jalankan?" tanya Paman tua kepada Jenny.


"Aku akan mencari seorang wanita yang bernama Dahlia." jawab Jenny.


"Siapa dia?" tanya Paman tua.


"Dia adalah wanita yang dicintai oleh suamiku, namun demi ambisinya dia menyakiti wanita itu hingga sekarang." jawab Jenny.


"Kalau begitu Paman akan membantumu, aku yakin kalau pria itu akan terus-menerus berusaha untuk mencari cara agar ayahmu masuk penjara. aku yakin kalau dia adalah pria yang benar-benar brengsek, ayahmu benar-benar sudah dibohongi oleh pria itu." ucap panman tua.


"Aku kira dia akan melupakan wanita itu dan mencintaiku, Paman. nyatanya dia terus-menerus mengejarnya Bahkan dia berusaha untuk membuat suami dari Nyonya Dahlia masuk penjara." ucap Jenny.


"Suamimu benar-benar orang brengsek, dia akan terus melakukan sesuatu agar dia mendapatkan apa yang dia inginkan." ucap Paman tua.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu, paman. aku akan mencari Nyonya Dahlia, aku akan meminta bantuannya agar seluruh rencana Suamiku itu gagal." jawab Jenny.


"Kau benar, ayahmu adalah orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus, namun suamimu adalah pria yang benar-benar menjadikanmu pion untuk melancarkan seluruh rencananya." ucap paman tua.


Setelah ritual makan pagi itu akhirnya Jenny mencari informasi mengenai Dahlia, dia harus segera mendapatkan alamat wanita itu dan minta bantuan kepadanya.


Sekitar 2 jam kemudian Jenny sudah mendapatkan alamat Dahlia, dengan segera dia melajukan mobilnya menuju sebuah kediaman mewah yang dimiliki oleh mertuanya. siang itu adalah siang yang sedikit sejuk. karena beberapa hari yang lalu salju masih turun.


"Sayang!" seru Dahlia.


"Ada apa." jawab Daniel.


"Apakah kau Sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan Daren?" tanya Dahlia.


"Kontrak kerjasama baru ya?' tanya Daniel.


"Iya." jawab Dahlia.


"Tidak sayang, aku tidak menandatanganinya. Mungkin aku akan menolaknya." jawab Daniel.


"Terserah Kalau begitu, Oh ya tadi Paman Ramero bilang kalau salah satu perusahaan milik Daren juga melakukan kerjasama dengan seorang pria asing keturunan Meksiko." ucap Dahlia.


"Memangnya kenapa?" tanya Daniel.


"Kata paman Ramero pria itu adalah pria yang sangat berbahaya. Mungkin dia bisa membantu Daren untuk menghancurkan musuh-musuhnya." jawab Dahlia.


"Kalau begitu kita tidak boleh diam saja, kita harus membuat pria itu segera hancur." ucap Daniel.


Suara canda tawa Dahlia dan Daniel yang berada di taman belakang rumah mereka. sesaat kemudian salah satu pelayan yang ada di tempat itu menghampiri Daniel dan Dahlia.


"Tuan, Nyonya." Panggil salah satu pelayan.


"Ada apa?" tanya Dahlia.


"Tuan, Nyonya. ada tamu yang ingin bertemu dengan Nyonya." jawab pelayan.


"Siapa?" tanya Dahlia.


"Saya tidak tahu Nyonya katanya ada sesuatu yang penting." jawab pelayan.


"Dia pria atau wanita?" tanya Daniel yang langsung menyipitkan matanya.


"Wanita Tuan." jawab pelayan.

__ADS_1


Daniel tersenyum, sesaat kemudian dia memberikan kejutan di pipi sang istri,


"Dasar pencemburu." ejek Dahlia yang kemudian mencubit dada sang suami.


"Auch.., sakit sayang." manja Daniel yang kemudian memeluk sang istri dari belakang l.


"Cepat kita temui wanita itu, mungkin ada sesuatu yang membuatnya datang kemari." ucap Dahlia yang kemudian diikuti Daniel.


Saat berada di ruang tamu terlihat Dahlia menatap seorang wanita yang sedikit dia kenal.


"Nyonya!" seru Jenny kepada Dahlia.


Dahlia mulai mengingat siapa wanita itu, wanita yang ada di depannya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Dahlia kepada Jenny.


"Apakah kamu mengenalnya sayang?" tanya Daniel kepada sang istri.


"tentu saja Sayang." jawab Dahlia.


"Siapa dia?" tanya Daniel kembali.


"Nama saya adalah Jenny, Tuan." ucap Jenny.


"Dia adalah istri dari Betran." jawab Dahlia.


"Mau apa dia kemari?" tanya Daniel kepada sang istri.


"Kau kira aku tahu, sayang." jawab Dahlia.


Terlihat Jenny mendekati Dahlia, wanita itu menatap Dahlia dengan tatapan mata yang begitu mengharapkan sesuatu.


"Ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu, Nyonya." jawab Jenny.


"Masalah apa?" tanya Dahlia.


"Baiklah kalau begitu sayang, aku tinggalkan kalian berdua dulu. Aku ingin mengerjakan beberapa pekerjaan." ucap Daniel yang kemudian meninggalkan sang istri.


Dahlia terus menatap wajah Jenny, wajah seorang wanita yang dinikahi oleh pria yang sekarang dia benci.


"Apakah kau membenciku, Nyonya Dahlia?" tanya Jenny kepada Dahlia.


"Kenapa aku harus membencimu?" tanya Dahlia.


"Karena aku sudah mengambil pria yang kau cintai." jawab Jenny.


Dahlia tersenyum, wanita itu menatap Jenny.


"Duduklah terlebih dahulu." Dahlia yang kemudian menyuruh Jenny untuk duduk.


Entah apa yang ingin dikatakan oleh Jenny, namun Dahlia dapat melihat kalau ada sesuatu yang benar-benar begitu mendesak.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Dahlia kembali.


Jenny langsung berdiri, dia bersujud di depan Dahlia sembari menggenggam tangan wanita itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Dahlia.

__ADS_1


"Nyonya Dahlia, Aku ingin meminta tolong padamu." ucap Jenny.


"Minta tolong apa maksudmu?" tanya Dahlia.


Jenny menceritakan mengenai ayahnya, wanita itu nampak begitu emosional saat dia mengatakan hal itu. Dahlia tersenyum, wanita itu menatap Jenny yang berada di depannya.


"Pria itu adalah pria brengsek yang tidak bisa dipercaya dan pria yang benar-benar akan membuatmu terluka." ucap Dahlia.


"Tolonglah aku Nyonya Dahlia, aku harus membantu Ayahku. Aku benar-benar tidak akan menyangka kalau suamiku melakukan hal itu." ucap Jenny.


"Tentu saja dia bisa melakukan hal itu, buktinya saja Dia mencampakkanku kemudian berusaha untuk mencelakai suamiku." jawab Dahlia.


"Aku benar-benar tidak pernah mengira Kalau suamiku melakukannya itu, dengan begitu baiknya Ayahku menolongnya memberikan dia segalanya. namun sekarang dia malah mencelakai Ayahku, berusaha melakukan sesuatu kepada Ayahku dan terus berusaha untuk membuat Ayahku seperti sesuatu yang benar-benar bodoh." ucap Jenny.


"Lalu apa yang kau inginkan dariku?" tanya Dahlia.


"Aku mohon bantulah aku untuk mengeluarkan Ayahku." jawab Jenny.


"Apa yang akan aku dapatkan?" tanya Dahlia.


tentu saja Dahlia harus mencari rencana cadangan dia tidak mau Jika dia akan terperangkap dengan kebusukan Betran.


"Akan kuberikan apapun yang kau minta, asalkan kau membantuku untuk mengeluarkan Ayahku." jawab Jenny.


"Bagaimana jika aku memintamu untuk membunuh suamimu atau menghancurkannya?" tanya Dahlia yang langsung pada pokok pembicaraannya.


"Aku mau, akan kulakukan apapun asalkan kau mau membantu Ayahku untuk keluar dari penjara. aku tidak peduli kehilangan suamiku, dia sudah mencelakai Ayahku dan berusaha untuk membunuhku, bahkan pria itu dengan terang-terangan selalu mengatakan kalau dia tidak mencintaiku." ucap Jenny.


Dahlia nampak menatap wanita muda yang ada di depannya itu.


"Apa yang kau inginkan setelah ini?" tanya Dahlia.


"Yang kuinginkan hanyalah menghancurkannya, Aku ingin terlepas darinya, aku tidak ingin kehidupanku hancur terus menerus. Aku ingin kebahagiaan walaupun kebahagiaan itu tidak aku dapatkan darinya." jawab Jenny.


"Apakah kau yakin?" tanya Dahlia.


Jenny menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap Dahlia dengan tatapan mata yang benar-benar penuh dengan kebencian untuk suaminya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2