
Pagi yang begitu indah bertemankan semilir angin yang begitu menyejukkan, Dahlia yang berada di taman belakang rumah sang suami nampak wanita itu sedang bercanda gurau dengan suaminya.
"Kau sedang melakukan apa, istriku?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Aku sedang mengupas buah-buahan ini Sayang." jawab Dahlia.
"Apakah buah-buahan itu untukku?" canda Daniel.
"Tentu, Memangnya kau mau?" tanya Dahlia yang memperlihatkan senyumnya yang begitu cantik.
Pagi hari yang begitu sejuk itu membuat dua pengantin baru itu terbuai dengan keromantisan mereka.
"Apakah hari ini kau tidak ingin jalan-jalan denganku, istriku?" tanya Daniel.
"Kita di rumah saja daripada kita keluar untuk mencari masalah." jawab Dahlia yang membuat Daniel tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." jawab Daniel yang kemudian tidur di pangkuan sang istri.
Terlihat seorang wanita yang menatap Daniel sedang bermesraan dengan sang istri.
"Aku tidak akan rela Daniel bersama wanita itu, semenjak kecil aku sudah mengatakan kalau Daniel hanya akan menjadi suamiku." ucap Vera sembari menatap Daniel dan sang istri.
Sesaat kemudian sebuah rencana licik sudah mulai berhamburan di otak Vera.
"Kalian boleh seperti itu, tapi lihat saja aku pasti akan menghancurkan kebahagiaan kalian." ucap Vera yang kemudian berjalan mendekati Daniel dan saat istri.
Vera adalah sepupu jauh dari keluarga Ayah Zackly, semenjak kecil Vera memang sudah menyukai Daniel namun Daniel selalu menganggap Vera hanya sebagai adiknya tidak lebih dari itu.
"Daniel!!" seru Vera dengan nada yang begitu manja.
Dahlia dan Daniel yang sedang duduk-duduk di taman itu seketika menoleh, Dahlia masih belum mengetahui kalau wanita yang berada di tempat itu adalah sepupu jauh dari sang suami. nampak tatapan mata Dahlia menatap seorang wanita yang berbicara dengan nada yang begitu menggoda kepada sang suami.
"Vera." jawab Daniel.
"Daniel!" seru Vera yang kemudian langsung duduk disamping Daniel yang sudah terduduk disamping sang istri. Vera langsung memeluk Daniel dengan begitu erat.
"Aku benar-benar sangat rindu padamu, Daniel." manja Vera yang terus bergelayut manja di leher Daniel.
Dahlia hanya menatap kejadian itu, wanita itu memakan buah yang tadi sudah dia kupas kulitnya, dia hanya menatap adegan itu tanpa bertanya atau melerai semua itu. Daniel adalah pria yang bodoh atau bagaimana, dia nampak hanya terdiam sembari menatap wanita yang sedang merangkulnya.
"Bagaimana kabarmu, Vera?" tanya Daniel.
"Kabarku baik-baik saja, Daniel. Apakah kau tidak merindukan ku?" tanya Fera.
"Tentu aku sangat merindukanmu." jawab Daniel.
Sepertinya Dahlia menjadi obat nyamuk di tempat itu, tentu saja Dahlia tidak akan tinggal diam. baginya pria yang tidak mempunyai prinsip tidak akan berguna bagi Dahlia, wanita itu meletakkan piring dan pisau di meja. Dahlia nampak berdiri dan ingin meninggalkan sang suami yang sedang bermain romantis-romantisan dengan seorang wanita yang tidak dia kenal.
Vera yang melihat hal itu nampak dia tersenyum, sepertinya rencananya untuk membuat cemburu istri Daniel itu berhasil.
"Sayang kamu ke mana?" tanya Daniel kepada sang istri.
__ADS_1
"Aku mau keluar, Aku mau mencari pacar baru." jawab Dahlia yang langsung to the point tanpa berbasa-basi.
Daniel yang Mendengar hal itu tentu saja dia langsung berdiri. "Sayang Apa maksudmu?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Aku mau mencari pria yang setia, Aku mau mencari pria kaya yang lebih sempurna dan tidak pembohong." jawab Dahlia yang kemudian berjalan.
Sebuah senyum terus ditunjukkan oleh Vera, wanita licik dan picik itu ternyata begitu senang saat melihat Dahlia meninggalkan suaminya.
"Daniel." Panggil Vera.
"Iya ada apa?" jawab Daniel.
"Daniel anterin aku jalan-jalan dong." pinta Vera kepada Daniel.
Tatapan mata yang sangat tidak menyenangkan itu ditunjukkan oleh Dahlia kepada sang suami.
"Sebentar ya, aku Aku ingin berbicara dengan istriku. kau bisa pergi tidak pinta Daniel kepada Vera.
"Aku tidak mau, aku sudah lama tidak bertemu denganmu. Kenapa kau malah mengusirku." jawab Vera sembari berakting begitu sedih.
Daniel yang tipikal pria sensitif itu dia langsung duduk kembali dan menenangkan Vera. Dahlia yang bisa melihat sorot mata licik dari wanita yang bersama suaminya itu tentu dia tahu.
"Kau mau main-main denganku Ya, baiklah silakan ke bermain-main. aku juga akan melakukan permainan seperti dirimu." guman Dahlia dalam hati yang kemudian berlalu pergi meninggalkan sang suami.
Ayah Zackly yang melihat hal itu ketika dia menghampiri menantunya.
"Dahlia." Panggil Ayah Zackly.
"Iya Ayah." jawab Dahlia.
"Aku mau keluar Ayah, aku mau mencari suami baru. Suamiku itu sangat membosankan." jawab Dahlia yang kemudian pergi meninggalkan mertuanya.
Sedangkan Ayah Zackly yang mendengar jawaban dari Dahlia seketika dia langsung tersentak, dia terus berusaha untuk mengejar Dahlia yang sudah berjalan keluar dari rumahnya.
"Apa yang dilakukan oleh pria tidak becus itu..," gerutu Ayah Zackly yang terlihat terus ngikuti Dahlia.
"Stop, Ayah. jangan ikuti aku." pinta Dahlia.
"Memangnya kau mau kemana, Sayang?" tanya ayah Zackly.
"Aku mau mencari suami baru, Ayah sudah dengarkan." jawab Dahlia yang sedikit emosi.
Bu Hana atau ibu mertua Dahlia yang melihat hal itu seketika dia langsung menghentikan menantunya.
"Kau mau ke mana Sayang?" tanya nyonya Hana.
"Ibu..,ibu kan sedang tidak enak badan. kenapa ibu keluar?" tanya Dahlia kepada Ibu mertuanya.
"Kau mau ke mana?" tanya Nyonya Hana kembali.
"Aku mau keluar sebentar, Ibu." jawab Dahlia dengan nada yang sangat lembut berbeda ketika dia berbicara dengan ayah mertuanya.
__ADS_1
"Dahlia, bisakah kau antar ibu ke perpustakaan. Ibu mau beristirahat disana." pinta bu Hana kepada menantunya.
"Baiklah Ibu, asal seseorang yang melihat kita bersama itu tidak mengatakan kepada suamiku kalau aku bersama ibu, jika dia sampai mengatakannya.., lihat saja aku pasti akan mencari suami baru." ucap Dahlia yang terlihat mengancam Ayah mertuanya.
Ayah Zackly yang Mendengar hal itu seketika pria itu menggelengkan kepalanya dan memberikan isyarat menutup mulutnya.
"Baiklah Ibu, karena saksi mata sudah menutup mulutnya Mari kita ke perpustakaan." jawab Dahlia yang kemudian menuntun Ibu mertuanya.
Ayah Zackly benar-benar tidak akan pernah mengira kalau menantunya akan menjawab pertanyaan yang diajukan dengan jawaban yang sangat sangat luar biasa. "mencari suami baru."
Sekitar 5 menit kemudian terlihat Daniel sudah keluar, dia berjalan terburu-buru hingga menabrak ayahnya.
BRUK..
"matamu itu di mana, Apakah kamu tidak lihat kalau Ayah ini berada di depanmu. berani sekali kau menabrak ayahmu ini, kau kira ayahmu ini makhluk tidak terlihat apa!!" bentak ayah Zackly kepada putranya.
"Ayah di mana istriku?" tanya Daniel kepada Ayahnya.
"Aku tidak tahu." jawab ayah Zackly yang terlihat begitu kesal.
"Ayah dimana istriku?" tanya Daniel kembali.
"Kau tadikan bersama istrimu, Bagaimana kau tidak tahu kalau dia keluar atau dia pergi." jawab ayah Zackly dengan nada suara yang sedikit kesal.
"Aku tadi berbicara dengan Vera, Ayah." jawab Daniel.
"Tuh kan.., Lihat kau saja sedang berbicara dengan wanita lain. kau tidak melihat istrimu pergi." jawab ayah Zackly sambil mencibir putranya.
"Dimana istriku Ayah?" tanya Daniel kembali.
"Tadi ada seorang wanita yang bilang kalau dia mau pergi keluar untuk mencari suami Baru, Katanya suaminya menyebalkan dan tidak berguna lagi Bahkan dia tidak menghiraukannya." jawab ayah Zackly yang membuat Daniel langsung terkejut.
"Ayah jangan bercanda!" seru Daniel.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
__ADS_1
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia