
Sebuah senyum yang ditunjukan oleh Dahlia kepada sang suami.
"Ada apa Sayang, kelihatannya ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Tidak apa-apa sayang," jawab Dahlia.
"Aku tidak percaya dengan kata-katamu itu, sayang. pasti ada sesuatu yang membuatmu seperti ini." ucap Daniel yang kemudian memberikan ciuman di pipi sang istri. pria itu memeluk istrinya sembari membisikkan kata-kata yang begitu romantis di telinga sang suami.
Sore itu akhirnya Dahlia dan sang suami kembali ke rumah mereka, saat ini Daniel dan Dahlia tinggal di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah. rumah yang tidak jauh dari rumah Ayah Zackly.
"Ada apa?" tanya Daniel.
"Aku memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu darimu, sayang." jawab Dahlia.
"Ada apa, apa yang membuat hatimu begitu tidak senang?" tanya Daniel.
"Apakah Jenny sering datang ke perusahaan?" tanya Dahlia kepada sang suami.
Terlihat Daniel tersenyum sembari memberikan kecupan di pipi sang istri. "Setiap hari wanita itu datang ke perusahaan, Bahkan dia selalu mencari alasan untuk mencarimu." jawab Daniel.
"Apakah kau yakin?" tanya Dahlia.
"Tentu saja aku yakin, sayang. tapi aku sangat yakin dibalik semua yang dia lakukan itu ada keinginan jahat yang tersembunyi." jawab Daniel.
Dahlia terlihat tersenyum, wanita itu memeluk sang suami sembari mencubit pipinya.
"Ternyata suamiku ini sudah sangat pandai ya." ucap Dahlia.
"Tentu saja aku sangat pandai, Sayang. aku tidak akan mungkin tergoda dengan wanita seperti dia, seorang wanita yang berkata begitu manis di depan istriku namun memiliki niat jahat di belakangnya." jawab Daniel.
"Aku benar-benar tidak menyukai wanita itu, wanita yang bersikap sok baik namun di belakang dia begitu busuk. Dia adalah wanita yang sudah menyerap sejuta ilmu dari Betran." ucap Dahlia yang membuat Daniel tersenyum.
"Untuk apa kita harus membicarakan wanita itu, Sayang. Aku tidak akan mungkin tertarik dengan wanita seperti dia, secantik apapun dia hanyalah wanita murahan yang berusaha untuk mengambil suami orang lain." jawab Daniel.
"Oh ya, Katanya kau memiliki beberapa bukti yang dilakukan oleh Daren?" tanya Dahlia kepada sang suami.
"Oh ya aku tadi lupa, Sayang. duduklah sini aku akan memperlihatkanmu beberapa kerjasama yang dimiliki oleh Darren." jawab Betran.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sayang?" tanya Dahlia kepada sang suami.
"Tentu saja kita akan bersenang-senang, Katanya tadi kau ingin bersenang-senang." jawab Daniel yang kemudian memperlihatkan beberapa informasi dari beberapa anak buahnya.
Terlihat di sana informasi yang diberikan oleh anak buahnya itu begitu terperinci, bahkan di laptop itu juga ada beberapa bukti-bukti mengenai kejahatan dari Daren.
"Jika seperti itu kita harus membuat pria itu lebih masuk ke dalam jebakan kita, kita akan membuatnya merasakan penderitaan yang sudah dia berikan padaku." ucap Dahlia.
__ADS_1
"Tentu saja Sayang, aku akan melakukan apapun untukmu." jawab Daniel.
"Betran sudah berada di tanganku, aku akan membuat pria itu mengerti bagaimana Istri dan kakaknya. dua orang yang dia kira lemah itu bukanlah orang yang seperti dia pikirkan." ucap Dahlia.
pembicaraan di malam itu membuat Daniel mengerti, dia harus selalu waspada dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
*Dua hari kemudian **
Pagi ini terlihat Jenny sudah berada di perusahaan Daniel, wanita itu membawa begitu banyak makanan. dia sengaja memasak untuk Daniel dan membawanya ke perusahaan, Jenny tahu kalau hari ini Dahlia tidak akan ke perusahaan. dia mencari informasi yang begitu detail bahkan Wanita itu sudah membuat rencana untuk mengambil simpati Daniel.
TOK..
TOK..
TOK..
pintu kantor Daniel yang sudah diketuk.
"Masuk!!" seru Daniel.
Terlihat senyum cantik dari seorang wanita yang tidak lain adalah Jenny.
"Apa yang kau lakukan di sini, Jenny?" tanya Daniel kepada Jenny.
"Aku hanya mau mampir saja Tuan, Daniel. jawab Jenny. langkah kaki Jenny memasuki kantor Daniel, wanita itu membawa beberapa kotak makanan yang sudah dia persiapkan, niat hati dia ingin membuat Daniel terpukau dengannya. Jenny yakin kalau Dahlia bukanlah seorang wanita yang gemar memasak sepertinya, seorang wanita sibuk seperti Dahlia tidak akan mungkin mempunyai waktu untuk mengurus sang suami.
"Memangnya kenapa?" tanya Daniel yang berbicara kepada Jenny tanpa menatap wanita itu.
"Tadi aku memasak sangat banyak, jadi aku berpikir kalau aku akan membawakanmu masakan yang aku buat sendiri." jawab Jenny.
"Benarkah?" tanya Daniel.
"Benar, Ayo kita makan dahulu, yang aku dengar beberapa hari ini nyonya Dahlia sangat sibuk. Aku yakin kalau Nyonya Dahlia tidak punya waktu untuk memasak." ucap Jenny.
Daniel tersenyum, pria itu menatap wanita yang sekarang terlihat Sudah berani untuk mendekatinya.
"Selain kau membawakan aku makanan kau ingin apalagi?" tanya Daniel yang sudah mendekati sofa yang ada di kantornya.
"Sebenarnya sih aku ingin bertemu dengan Tuan Daniel untuk membicarakan mengenai perusahaanku." jawab Jenny.
"Perusahaan mu?" tanya Daniel yang sudah mulai menelisik Jenny.
"Anda tahu sendiri kan Tuan Daniel, kalau perusahaanku adalah perusahaan yang sangat besar. Aku sangat kebingungan, Aku butuh dukungan dari seseorang untuk mengajariku mengenai perusahaan." jawab Jenny.
"Bukankah perusahaan-perusahaan itu sudah mendapatkan bantuan dari Wildan?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Tentu saja Tuan Wildan membantu saya, tuan Daniel. tapi dia kan seorang pengacara, dia tidak terlalu mengerti masalah perusahaan." jawab Jenny yang terus menarik simpati Daniel.
"Oh begitu ya, lalu apa yang kau inginkan? Apakah kau ingin meminta bantuan ku?" tanya Daniel kepada Jenny.
"Tentu saja saya meminta bantuan kepada Anda, tuan Daniel. Saya yakin anda adalah seorang pembisnis yang sangat hebat." jawab Jenny.
Wajah Daniel tersenyum namun di dalam hati wanita pria itu menertawakan wanita yang sudah ditolong istrinya malah sekarang dia ingin menggigit sang istri.
"Kenapa kau tidak meminta bantuan kepada istriku saja, Jenny?" tanya Daniel yang sudah duduk di sofa sembari menatap wanita yang ada di depannya. paras tampan Daniel dan kebaikan hatinya itu benar-benar membuat Jenny begitu terpukul bahkan Wanita itu sudah jatuh cinta setengah mati kepada Daniel.
Sesaat kemudian terlihat Jenny melakukan aktingnya, wanita itu kelihatannya pura-pura sakit.
"Ada apa Jenny?" tanya Daniel.
"Entahlah Tuan Daniel, tiba-tiba saja kepalaku sedikit pusing." jawab Jenny.
"Benarkah?" tanya Daniel.
"Iya." jawab Jenny.
"Apa yang kau makan tadi pagi hingga kau sakit seperti ini?" tanya Daniel yang terlihat memberikan perhatian. padahal dia ingin memancing Jenny dengan semua aktingnya itu .
"Entahlah Tuan, kepala saya tiba-tiba pusing." jawab Jenny yang berakting sedikit sempoyongan. mungkin di dalam hati Jenny adalah agar Daniel menolongnya atau agar pria itu langsung menggendongnya ke suatu tempat.
Seketika Daniel berdiri, Jenny yang melihat hal itu dia langsung tersenyum. "Aku yakin pria ini tidak akan menolak pesonaku." ucap Jenny dalam hati, Jenny langsung berpura-pura terhuyung di sofa, namun Daniel yang berdiri itu bukannya mendatangi Jenny malah dia memencet interkom yang ada di kantornya untuk memanggil sekretaris pribadinya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
__ADS_1
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar