PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Amarah Dahlia


__ADS_3

Api yang membakar dahan


merambat membakar seluruh pohon


Hati tertutup kegelapan melahap jati diri seseorang.


"Selamat siang!" seru Daniel yang sudah berada di tempat tuan Ramiro.


"Siang, Daniel." jawab tuan Ramiro.


"Apa yang sedang kau lakukan, Paman?" tanya Daniel kepada tuan Ramiro.


"Aku sedang memasak untuk para tamu ku yang tidak bermoral ini. Lihatlah mereka duduk santai di sini sedangkan aku membakar daging untuk mereka." canda Tuan Ramiro yang membuat Daniel tersenyum.


"Oh ya Paman, Apa Yang Kau minta kemarin sudah aku lakukan. kelihatannya musuh bebuyutan Paman itu melakukan penggelapan uang negara dengan nominal yang sangat fantastis." ucap Daniel.


"Benarkah, Memangnya berapa yang dia gelapkan?" tanya ayah Joker.


"Kalau tidak salah aku menyelidiki sekitar 100 juta dolar." jawab Daniel yang membuat Ayah Joker langsung menumpahkan kopi yang ada di tangannya.


"Apa yang sedang kau lakukan Tuan Joker, kenapa kau sangat terkejut seperti itu. uang seratus juta dollar itu mungkin belum semuanya. Kalau menurutku sih dia menggelapkan dana sekitar 200-250 juta dolar." Jawab Tuan Ramiro yang membuat Daniel dan yang lain langsung melongo. Jika uang sebanyak itu apa yang akan dilakukan oleh orang-orang itu.


"Kalau itu sih Bukan merampok atau mencuri, kalau itu aku kurang tahu apa namanya." ucap Dahlia yang terlihat ingin tertawa.


"Mencuri sebanyak 250 juta dolar itu bagaimana caranya, Apa mungkin pria itu mencuri sedikit demi sedikit dalam kurun waktu yang lumayan lama, Paman?" tanya Dahlia.


"Aku tidak tahu Dahlia, Tapi menurut informasi dari orang kepercayaanku uang yang dia curi sekitar 250 juta dolar. jika uang sebanyak itu kemungkinan besar dia mempunyai kaki tangan di pemerintahan." jawab Paman Tuan Ramiro.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita beristirahat. aku mau mengistirahatkan diriku lalu kita akan melihat apa yang terjadi dengan orang-orang itu. aku yakin kalau Alexander saat ini mendapatkan informasi mengenai pesanannya yang tiba-tiba hilang." ucap Dahlia yang kemudian berpamitan kepada tuan Ramiro dan sang istri, mereka akan kembali ke rumah mereka yang sederhana. namun ada seorang pengganggu yang belum mau menyerah untuk terus mendapatkan Daniel. siapa lagi kalau bukan Vera si manusia belatung itu.


Terlihat seorang wanita sedang tidur di dalam kamarnya, dia terus mencium kemeja berwarna coklat yang dari tadi dia peluk. sebenarnya Vera sudah diusir dari rumah ayah Zackly, tapi hari ini Vera memaksa untuk menginap di rumah Ayah Zackly.


Langkah kaki Daniel dan Dahlia memasuki rumah mereka, terlihat disana begitu sepi, mungkin Ayah Zackly dan Bu Hana sedang beristirahat karena hari ini juga sudah malam.


"Tumben sekali rumah kelihatan sepi, Sayang." ucap Dahlia yang melihat ayah Zackly dan Bu Hana sudah tidak ada di ruang tamu.


"Mungkin mereka sedang beristirahat, sayang. kau tahu sendiri kan ibu selalu suka melukis jika tidak ada kamu, kita sudah pergi dari kemarin tentu saja mereka tidak akan keluar." jawab Daniel.


"Ya sudah kalau begitu, kita mandi dulu setelah itu aku akan memasak untukmu." ucap Dahlia yang kemudian masuk ke kamar mereka untuk membersihkan diri. setelah itu terlihat Dahlia keluar terlebih dahulu, wanita itu akan memasak untuk sang suami yang masih membersihkan diri.

__ADS_1


Vera yang melihat hal itu nampak dia tersenyum, karena Dahlia tidak tahu kalau hari ini Vera berada di rumah. langkah kaki Vera terlihat mengendap-ngendap hendak memasuki kamar Daniel dan Dahlia. wanita itu menatap Dahlia yang sudah pergi ke dapur, langkah kaki Vera memasuki kamar Daniel, tak ada pria yang dia cintai di kamar itu. gemericik air terdengar dari kamar mandi, Vera sedikit tersenyum, wanita itu akan menunggu Daniel keluar dari kamar mandi, dia akan langsung menyergapnya dan memberikan pelukan rindu kepada pria itu.


Sesaat kemudian terlihat Daniel sudah keluar dari kamar mandi, pria itu hanya memakai handuk yang dia lilit di perutnya. Vera yang melihat hal itu jantungnya berdebar begitu kencang, api asmara yang sudah memburu itu bagaikan ledakan gunung yang mengeluarkan makmanya.


Daniel sendiri sangat terkejut saat dia melihat Vera sudah berada di kamarnya.


"Apa yang kau lakukan di sini, Vera?!" seru Daniel.


Entah mengapa Dahlia yang berada di dapur perasaannya benar-benar tidak enak, Dia mematikan kompornya kemudian berjalan kembali ke kamarnya. hatinya begitu gelisah, jantungnya berdebar begitu kencang, pasti ada sesuatu yang membuatnya begitu tidak tenang.


Vera seperti wanita gila yang siap untuk menerkam seorang pria. "Daniel, Apakah kau tidak merindukanku, sayang. Lihatlah aku sudah bersiap-siap untuk memberikanmu kejutan." jawab Vera yang terlihat membuka kancing bajunya satu persatu.


"Kau gila ya Vera, pergi dari kamarku!!" seru Daniel yang mengusir Vera. namun wanita itu nampak masih melakukan semua aksinya, dia membuka resleting roknya. dia mulai melakukan aksi gilanya.


Kedua bola mata Dahlia yang sudah masuk ke dalam kamarnya nampak dia melihat ada sebuah adegan yang sangat membuatnya marah. seorang wanita yang sudah berada di kamarnya berusaha untuk menggoda sang suami yang hanya memakai handuk.


"Pergi dari sini, Vera!!" seru Daniel.


"Aku tidak mau, aku ingin kau menjadi milikku Sekarang." jawab Vera.


"Dasar kau gila, Vera!!" seru Daniel.


Kedua bola mata Dahlia menatap adegan itu, hatinya bergemuruh begitu kencang. amarahnya sudah meledak, langkah kakinya berjalan memasuki kamar. nampak kedua tangan Dahlia langsung menarik rambut Vera dengan begitu keras, Dahlia langsung menyeret tubuh Vera dan membawanya keluar.


"Apa yang kau lakukan!!" teriak Vera.


"Dasar wanita gila, berani sekali kau masuk ke dalam kamarku!!" seru Dahlia yang sudah menarik rambut Vera.


Dengan segera Daniel memakai pakaian, dia harus segera mengikuti sang istri. suara keributan membuat Ayah Zackly dan Bu Hana juga ikut keluar. Mereka melihat menantu mereka sedang menarik rambut Vera yang membuat wanita itu sudah tersungkur di lantai dengan posisi rambut yang ditarik Dahlia.


"Ada apa Dahlia!" seru Ayah Zackly.


Dahlia nampak tidak menghiraukan mertuanya, wanita itu menyeret tubuh Vera turun dari tangga. bisa dibayangkan Bagaimana situasinya saat itu, suara teriakan Vera terus menggema. tubuhnya yang ditarik turun menuruni tangga itu pasti merasakan sakit yang sangat luar biasa.


"Dasar wanita brengsek, berani sekali kau melakukan hal itu kepada suamiku!" seru Dahlia yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


"Lepaskan aku, lepaskan aku!!" teriak Vera.


"Akan kubunuh kau saat ini juga!!" seru Dahlia.

__ADS_1


Terlihat Dahlia langsung menarik tubuh Vera dan menghempaskan wanita itu ke salah satu tiang yang ada di ruang tamu. Vera berteriak dengan begitu kencang, rasa sakitnya tidak terkata ketika Dahlia menghajarnya habis-habisan.


Ayah Zackly nampak menatap menantunya itu.


"Ada apa Daniel?!" seru Ayah Zackly.


"Kenapa wanita itu berada di rumah, Ayah?" tanya Daniel.


"Dia memaksa untuk menginap di sini." jawab ayah Zackly.


"Wanita itu membuat masalah ayah, dia memasuki kamar kami." jawab Daniel.


Ayah Zackly yang hendak menolong Vera itu langsung menghentikan langkah kakinya, sedangkan Bu Hana wanita itu dari tadi hanya diam saja.


"Biarkan menantu kita memberi tahu di mana posisi wanita itu, agar wanita itu tahu kalau dia hanyalah wanita murahan yang dari dulu berusaha untuk mengganggu Daniel." ucap Bu Hana yang membuat Ayah Zackly terdiam.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


__ADS_2