PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Menangkap si pengkhianat


__ADS_3

"Kau tidak usah banyak bicara dan kau tidak usah terus mengelak, berani sekali Kau menghianati ku. berkerjasama dengan Betran untuk menghancurkan perusahaan ku." ucap Daniel.


Dahlia sudah duduk di sebuah kursi yang disiapkan oleh anak buahnya, wanita itu menatap apa yang akan dilakukan oleh sang suami.


"Anda salah paham Tuan Daniel, saya tidak pernah melakukan hal itu." ucap si penghianat.


"Tangkap mereka semua dan beri mereka pelajaran." perintah Daniel yang membuat anak buahnya langsung bergegas. mereka semua memberikan hukuman kepada si penghianat dan anak buahnya, kebisuan diluar gudang Perusahaan tidak akan pernah terdengar siapapun. bahkan Betran pun tidak akan tahu kalau seluruh rencananya sudah tercium.


Hari itu adalah hari yang benar-benar begitu menyebalkan, seluruh anak buah si pengkhianat sudah ditangkap dan mereka dipenjara di suatu tempat.


"Kalian tidak yang tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun di sini sampai nyawa kalian menjemput. berani sekalian kalian menghianati Ku." ucap Daniel.


"Tuan Tolong saya, tolong saya." ucap si penghianat yang terlihat berusaha untuk meminta ampunan kepada Daniel.


"Aku tidak akan bisa memaafkanmu, berani sekali kau menghianatiku. aku percaya padamu dan aku memberikan kepercayaan kepadamu untuk bekerja di perusahaan ku. namun sayangnya Kau adalah pria busuk karena kau berani menghianati Ku." ucap Daniel yang kemudian pergi bersama sang istri.


Dahlia nampak terdiam, dia tidak ingin melakukan sesuatu. suaminya sekarang sudah berubah total, dia menjadi seorang pria yang tegas, bijaksana dan sangat luar biasa.


"Inilah yang aku suka darimu, kau sudah menjadi pria yang benar-benar membuatku tergila-gila." ucap Dahlia yang membuat Daniel tersenyum.


"Kalau begitu.., malam ini maukah kau makan malam denganku." bisik Daniel yang membuat Dahlia tersenyum.


Setelah keluar dari perusahaan, Daniel dan sang istri makan malam romantis di salah satu restoran. terlihat mereka mulai mengistirahatkan pikiran mereka yang begitu tegang. beberapa minggu yang lalu mereka sudah menyingkirkan Vera dan membuat wanita itu masuk penjara atas semua kejahatannya.


Malam yang begitu dingin dengan hembusan angin yang begitu sejuk, terlihat salju sudah mulai turun. Dahlia sedikit tersenyum saat melihat salju itu turun dari langit.


"Hari ini benar-benar terasa dingin ya." ucap Dahlia kepada sang suami.


"Salju terlihat memberikan kita keindahan seperti cinta kita saat ini, Sayang." ucap Daniel.


Salju yang turun malam itu serasa membuat keromantisan sepasang suami itu semakin terlihat, Daniel terus-menerus mencium tangan sang istri. memberitahukan betapa dirinya mencintai sang istri dengan semua jiwa raganya. setelah makan malam mereka berdua akhirnya kembali ke rumah, hari ini Ayah Zackly dan Bu Hana pergi berkeliling ke sebuah negara yang begitu Ingin mereka singgahi.


"Malam ini Aku benar-benar menginginkan mu, Sayang." bisik Daniel ditelinga sang istri.


"Benarkah." jawab Dahlia yang berbicara dengan nada yang benar-benar menggoda. Hal itu membuat Daniel langsung bergairah, hembusan nafas mereka berdua terlihat sudah memburu. Daniel langsung menarik sang istri memberikan ciuman ciuman yang penuh hasrat dan begitu menuntut.


Dahlia tidak bisa mengatakan apapun, wanita itu juga menginginkan sesuatu yang sama seperti sang suami. suara ******* mulai keluar dari mulut sepasang suami istri itu, belaian demi belaian terus menyusuri tubuh Dahlia. debaran jantung Dahlia berpacu begitu cepat, hasratnya semakin membara, nafas yang begitu memburu itu membuat Dahlia benar-benar tidak bisa menahan gejolak asmara nya. dia menuntun sang suami memberikan sentuhan-sentuhan yang begitu nakal kepada Daniel hingga membuat Daniel sudah tidak bisa mengontrol dirinya.

__ADS_1


Dari ciuman hingga keinginan yang memburu sudah mulai terjadi, Daniel mulai memberikan kehangatan cintanya.


"Aku mencintaimu sayang, aku benar-benar mencintaimu." ucap Daniel di selah percintaannya dengan sang istri.


"Aku juga mencintaimu suamiku." jawab Dahlia yang membuat Daniel semakin bergairah cintanya. hasrat benar-benar membakar hati mereka berdua, malam itu menjadi malam panjang percintaan mereka, tak berselang lama suara ******* panjang dan kenikmatan sudah diraih oleh sepasang suami-istri itu.


Keesokan hari terlihat Daniel sudah mendapatkan informasi dari beberapa anak buahnya, informasi mengenai Alexander yang terus mencari keberadaan sesuatu yang harus terkirim namun tidak ada.


"Bagaimana bisa mereka tidak sampai di negara itu?!" seru Alexander kepada anak buahnya.


"Saya tidak tahu Tuan, kelihatannya barang yang kita kirim itu tidak sampai pada tujuan." jawab anak buah Alexander.


"Cepat cari di mana keberadaan orang-orang itu, Aku tidak mau tahu!!" seru Alexander yang membuat anak buahnya langsung bergegas.


Alexander benar-benar sangat murka, dia baru mendapat informasi itu hari ini kalau pengiriman yang seharusnya sampai hari ini tidak sampai pada tempatnya.


"Siapa orang yang membebaskan orang-orang itu, seharusnya para budak itu sampai di negara tujuan." ucap Alexander yang terus mencari tahu mengenai Para manusia yang dikirim ke luar negeri untuk dijual.


"Ada apa Alexander?!" seru Daren yang melihat Alexander benar-benar sangat marah.


"Kau tahu Daren, kalau orang-orang yang kita kirim ke luar negeri itu tidak sampai di tempatnya." ucap Alexander.


"Tidak ada jejak yang bisa aku lacak, bahkan sopir yang harusnya mengantar orang-orang itu sudah tidak ada kabarnya." jawab Alexander.


"Bagaimana bisa?" tanya Daren yang masih terlihat sedikit tenang.


"Apakah mungkin Jika ada salah satu musuh kita yang memblokade mobil itu?" tanya Alexander yang bisa melakukan hal itu, karena tidak akan ada yang bisa menghancurkan kekuasaan ku." jawab Darren.


"Tapi kali ini barang yang kita kirim itu tidak sampai di tujuan. orang-orang itu tidak ada di sana bahkan mobil yang seharusnya mengantar itu tiba-tiba hilang." jawab Alexander .


"Apakah kau sudah meminta anak buahmu untuk menyelidikinya?" tanya Daren yang terlihat sedikit tenang.


"Sudah." jawab Alexander.


"Apa kau yakin?" tanya Daren.


"Aku sudah meminta seluruh anak buah kita untuk mencari keberadaan kontainer itu." jawab Alexander.

__ADS_1


"Tidak mungkin kan tiba-tiba kontainer itu langsung hilang?" tanya Daren.


"Karena hal itu aku sudah mencari tahu mengenai hal itu." jawab Alexander.


"Kalau begitu kita harus segera mencari tahu mengenai keberadaan mobil kontainer itu, jika sampai musuh kita mendapatkan mobil kontainer itu kita bisa terancam bahaya." ucap Daren yang membuat Alexander langsung memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan mobil kontainer itu. jika sampai mobil kontainer itu jatuh ke tangan orang yang membenci mereka Maka Darren dan seluruh anak buahnya akan hancur dengan semua kelicikan mereka.


"Dasar brengsek, siapa yang berani melawanku." ucap Darren yang terlihat begitu marah, dia tidak tahu siapa orang yang sudah mencoba untuk menghancurkannya karena selama ini tidak ada satu orang pun yang berani untuk melawannya.


"Selamat siang bos." ucap salah satu anak buah Daren.


"Ada apa?" tanya Darren.


"Kami sudah melakukan apa yang Bos perintahkan, kelihatannya tuanmuda Betran berusaha untuk menjebak Tuan Daniel, namun kelihatannya semua rencananya itu gagal." jawab anak buah Daren.


"Benarkah, Apakah hanya itu informasi yang Kau dapatkan?" tanya Daren yang membuat anak buah hanya memberikan beberapa informasi yang lain.


Ternyata selama ini Daren selalu memantau pergerakan adiknya itu, dia tidak akan membiarkan Betran berusaha untuk mengambil alih kekuasaan nya di perusahaan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2