PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Dahlia vs 3 penggoda


__ADS_3

"Hahaha istrimu itu memang benar-benar sangat luar biasa, siapa yang akan mampu melawannya. tidak akan ada orang yang akan mampu melakukan hal itu, jika dia berani melakukan hal itu maka mereka harus berpikir untuk 2 dua kali untuk membuat istrimu itu menjadi wanita bodoh. lihat saja sebentar lagi ketiga wanita itu akan menjadi mainan di tangan istrimu." ucap Ayah Zackly yang membuat Daniel ikut tertawa.


"Tentu saja ayah, mereka bertiga akan menjadi mainan istriku. Biar istriku yang menghadapi 3 wanita itu, kalau aku biar bekerja dan berurusan dengan sesuatu yang pantas aku urusi, buat apa aku mengurusi mereka bertiga jika tidak akulah yang akan merugi sendiri." ucap Daniel yang membuat Ayah Zackly menganggukkan kepalanya.


"Kau benar Daniel, lebih baik menghindari masalah daripada mendekati masalah. jika masalahnya sederhana mungkin saja itu akan baik-baik saja, jika masalahnya itu berhadapan dengan istrimu maka kau harus menjauh sejauh Mungkin, jika tidak kau akan tahu akibatnya saat berurusan dengan titisan dewi pencabut nyawa itu." jawab ayah Zackly yang kemudian tersenyum.


Beberapa hari kemudian terlihat Salsa, Mora dan Celia sudah berada di perusahaan milik Daniel. mereka bertiga berharap Daniel berada di perusahaan, namun pemikiran mereka itu benar-benar salah karena yang berada di perusahaan itu adalah Dahlia. wanita yang benar-benar sangat menakutkan, wanita yang benar-benar harus mereka waspadai.


"Kelihatannya istri dari Daniel adalah salah wanita yang berbahaya." ucap Mora.


"Kau benar, kelihatannya dia memiliki analisa mengenai keadaan yang ada di sekitarnya." jawab Mora.


"Sudahlah, aku yakin kalau wanita itu hanyalah wanita biasa. wanita yang takut kalau suaminya diambil oleh wanita lain." ucap Salsa yang membuat dua temannya ikut menganggukkan kepalanya.


"Dengar kita harus membuat rencana untuk menjebak Daniel, dengan begitu rencana dari tuan Daren akan segera terlaksana." ucap Mora.


"Kita tidak boleh membuat rencana ini terlihat begitu mudah, karena kata tuan Daren kita harus membuat Tuan Daniel menjadi sekutu kita untuk menghancurkan tuan muda Betran." ucap Salsa.


"Terserah, aku ingin segera menyingkirkan wanita itu. lagi pula aku juga ingin menikmati tubuh dari Daniel. Apa mungkin tubuhnya itu benar-benar menggairahkan?" ucap Salsa yang membuat Mora dan Celia menatap temannya itu.


"Kita harus fokus dengan pekerjaan kita, kau jangan selalu memikirkan hasratmu saja. jika sampai tugas ini hancur maka Tuan Daren akan menghukum kita!" bentak Celia yang membuat Salsa langsung terdiam.


"Apa salahnya jika aku sedikit bersenang-senang dengan pria itu, toh Tuan Daren tidak melarang kita kan." ucap Salsa yang membuat Celia memukul wanita itu.


"Jangan banyak bicara, Lihatlah Wanita itu sudah berada di depan kantor ini!" bentak Mora yang membuat Salsa langsung terdiam.


Ketiga wanita itu akhirnya melakukan pekerjaan mereka bersama Dahlia, mereka terus mencari titik lemah dari wanita yang ada di depannya itu. siang itu Dahlia sengaja keluar untuk urusan pekerjaan dengan tuan Ramiro, sedangkan ketiga wanita itu nampak menggunakan waktu itu untuk mendekati Daniel yang berada di kantornya.


"Selamat siang tuan Daniel." sapa Salsa yang sudah berada di kantor Daniel.


"Selamat siang Nona." jawab Daniel.


"Apa yang sedang Tuan Daniel lakukan?" tanya Salsa kepada Daniel.


"Aku sedang melakukan beberapa pekerjaan, Memangnya ada apa?" tanya Daniel yang langsung berbicara tanpa panjang lebar.

__ADS_1


"Oh ya Tuan, Bolehkah aku melakukan sesuatu untukmu?" tanya Salsa kepada Daniel.


"Tidak usah Nona, Aku sudah selesai dengan beberapa tugas ku." jawab Daniel.


"Kau mau ke mana, tuan?" tanya Salsa kembali.


"Aku harus keluar untuk melakukan rapat dengan salah satu perusahaan milik sahabat istriku." jawab Daniel.


"Oh ya Tuan Daniel, ini kan sudah waktunya jam makan siang. Apakah kau mau keluar dengan ku?" tanya Salsa kepada Daniel.


"Tidak usah Nona Salsa, terima kasih karena nanti aku akan ada acara makan bersama dengan klien ku." jawab Daniel yang kemudian pergi.


"Dasar pria Kurang ajar, sombong sekali dia seperti itu. dia benar-benar pria yang jual mahal lihat saja sebentar lagi aku akan membuatmu bertekuk lutut di kakiku. akan kubuat kau menjadi milikku." ucap Salsa yang terlihat begitu marah saat dirinya ditolak oleh Daniel dan lebih memilih menghindari masalah daripada dia harus terkena masalah. karena hal itu Daniel tidak mau mendekati masalah dengan 3 wanita ular yang ada di depannya.


Siang sudah berganti sore, sore itu terlihat Daniel sudah hendak keluar dari perusahaannya. dia menunggu sang istri yang sedang melakukan beberapa rapat dengan teman-teman tuan Ramiro.


Tatapan mata Salsa nampak menatap Daniel yang sedang berada di luar perusahaan, pria itu terlihat duduk di ruang tunggu perusahaannya. pastilah Dia sedang menunggu sang istri, setelah berada di ruang tunggu terlihat Daniel keluar ke sebuah tempat. Salsa yang melihat hal itu seketika dia mengikuti Daniel, mencari tahu kemana Daniel akan pergi. karena dia tidak akan melepaskan kesempatan yang benar-benar sangat luar biasa ini.


Salsa akan menggoda Daniel dengan semua tipu dayanya, dengan semua rayuannya agar pria itu tunduk padanya. lagipula pikiran kotor Salsa itu selalu melihat tubuh kekar milik Daniel.


Bibir merah merona itu dibuat semakin merah saat dia melihat Daniel yang sudah berada di kafe yang ada di depan perusahaannya. dengan sengaja Salsa mempertebal make up nya agar dirinya terlihat semakin cantik dihadapan Daniel. Entah itu cantik seperti bidadari atau dia cantik seperti topeng monyet. Entahlah tapi yang jelas Daniel tidak akan mau melirik satu wanita pun.


"Selamat siang tuan Daniel, Oh maaf Selamat sore." ucap Salsa yang terlihat dengan sengaja membuat kesalahan. wanita itu menatap Daniel yang masih memakai kacamata hitam sembari memainkan ponselnya.


"Nona Salsa, apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau belum pulang?" tanya Daniel kepada Salsa.


"Iya, Tuan Daniel. tadi aku ditinggal oleh dua temanku itu, kau tahu sendiri kan mereka itu begitu sibuk dengan beberapa pekerjaan yang dimiliki oleh Tuan Darren." jawab Salsa.


"Oh begitu ya." ucap Daniel tanpa mau menatap wajah Salsa.


Sedangkan Salsa sendiri terlihat wanita itu terus menatap tubuh Daniel yang benar-benar menggoda di otaknya, terlihat bibirnya digigit Karena Wanita itu menahan hasrat yang ada di hatinya.


"Pria ini benar-benar menggodaku, aku harus mendapatkannya Apapun yang terjadi. aku tidak akan membiarkan siapapun melarangku untuk menyentuhnya." ucap Salsa dalam hati.


Pikiran kotor wanita itu benar-benar diluar batas, wanita yang tidak mempunyai moral bahkan lebih hina daripada dia.

__ADS_1


"Tuan Daniel sedang apa disini?" tanya Salsa kepada Daniel.


"Aku sedang menunggu istriku, Nona Salsa." jawab Daniel.


"Lalu apa yang kau lakukan sekarang?" tanya Daniel.


"Aku menunggu jemputan ku, Tuan Daniel. Entah mengapa sampai sekarang jemputan itu belum datang." jawab Salsa.


"Apa kekasihmu yang akan menjemputmu?" tanya Daniel.


"Tidak Tuan, cuma supir dari tuan Darren yang menjemputku." jawab Salsa.


Terlihat Daniel hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Salsa dia berharap Kalau pria yang ada di depannya itu tertarik dengan seluruh pembicaraannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia

__ADS_1


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2