PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Jenny ke perusahaan Betran


__ADS_3

TOK....


TOK..


TOK..


suara pintu kantor Daniel di ketok oleh seseorang.


"Masuk!!" seru Daniel.


"Selamat pagi!" sapa Jenny yang sudah berada di perusahaan Daniel.


"Pagi, Jenny." jawab Dahlia yang juga berada di perusahaan sang suami.


Terlihat Jenny tersenyum sembari menatap Dahlia yang sedang makan bekal yang dia bawa.


"Kelihatannya enak sekali, nyonya." ucap Jenny.


"Maaf Jenny, aku bawa bekal cuma sedikit. cuma untukku dan suamiku." jawab Dahlia.


"Oya, nyonya. apakah kau sudah mengetahui kalau suamiku sudah aku lempar dari perusahaan?" tanya Jenny.


"Tentu, Wildan sudah mengatakan hal itu." jawab Dahlia.


Nampak Jenny tersenyum, dia mulai menceritakan tentang kejadian yang terjadi di perusahaan sang ayah.


"Hahaha...,pasti dia sangat kecewa." jawab Dahlia.


"Tentu saja dia sangat kecewa, nyonya. karena tiba-tiba istrinya yang bodoh ini langsung mengambil alih seluruh perusahaan ayahnya." jawab Dahlia.


"Lalu?" tanya Dahlia.


"Hatiku benar-benar begitu bahagia ketika melakukan hal itu, dua tahun lebih aku memendam penderitaan ini, merasakan sakit yang teramat ketika dia selalu menghinaku. menatapku dengan tatapan mata yang begitu rendah, bahkan dia selalu menatapku bagaikan aku ini adalah musuhnya." jawab Jenny.


"Kau harus ingat, kau harus hati-hati dengan suamimu itu. dia bukanlah orang yang mudah menyerah, kau harus selalu mengikuti perkembangan dari suamimu." ucap Dahlia.


"Memangnya kenapa aku harus melakukan hal itu, nyonya?" tanya Jenny.


"Jika kau tidak melakukan hal itu, telat satu detik saja dia akan mendahului mu. Betran adalah pria licik sama seperti kakaknya, dia tidak akan membiarkan kesempatan sekecil apapun. dia akan membuat kesempatan sekecil itu untuk meraih seluruh keinginannya." jawab Dahlia.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Dahlia.


Daniel nampak menata dua wanita yang sedang berbicara itu.

__ADS_1


"Apakah Wildan bersamamu, Jenny?" tanya Daniel.


Seketika Jenny menoleh, menatap pria yang sedang bertanya padanya. "Tuan Wildan sedang keluar, tuan. kemungkinan satu jam lagi dia akan kemari, katanya dia harus mengurus sesuatu." jawab Jenny.


Atas perintah Dahlia Wildan melakukan sesuatu untuk Dahlia, sebenarnya Dahlia tidak percaya 100% kepada Jenny. mungkin saja wanita itu suatu saat akan berbalik menyerangnya, karena hal itu Dahlia meminta Wildan untuk selalu waspada.


"Mungkin dia melakukan sesuatu mengenai urusan pribadinya." ucap Dahlia yang kemudian menatap sang suami.


"Baiklah kalau begitu, sayang. suamimu ini harus segera keluar, aku harus melakukan rapat dengan beberapa pengusaha yang lain." ucap Daniel.


"Baiklah sayang." jawab Dahlia.


Daniel berdiri mendekati sang istri dan memberikan ciuman di keningnya, tatapan mata Jenny menatap Daniel dan Dahlia. ada rasa iri yang tersirat di wajah Jenny ketika melihat kemesraan sepasang suami istri itu.


"Pria ini benar-benar begitu menghormati istrinya, menyayangi istrinya bahkan dia bersikap begitu lembut." ucap Jenny dalam hati.


Sorot mata yang penuh iri itu bisa dilihat oleh Dahlia, "Apakah kau sudah menandatangani beberapa kontrak kerjasama yang aku minta waktu itu?" tanya Dahlia.


Jenny menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap Dahlia sambil tersenyum.


"Aku sudah melakukan seperti yang kau katakan." jawab Jenny.


"Baiklah kalau begitu, tinggal beberapa langkah lagi. kau harus ingat terus, pantau seluruh aktivitas yang dilakukan oleh suamimu jangan sampai kau tertinggal satu berita pun, jangan sampai itu terjadi mungkin saja itu akan menjadi bom nuklir yang bisa menghancurkanmu." ucap Dahlia.


"Sekitar beberapa menit kemudian Wildan sudah berada di perusahaan Daniel, pria itu menatap Dahlia sembari tersenyum. itu tandanya kalau tugas yang dia berikan sudah selesai.


"Oh ya, apakah kau sudah mendengar informasi mengenai salah satu pengusaha yang mengalami insiden penembakan?" tanya Jenny yang membuat Dahlia tersenyum.


"Apakah kau mengenal pria itu?" tanya Dahlia kepada Jenny.


"Karena tuan Ramero adalah pria yang sangat tertutup, tidak mungkin pengusaha baru seperti Jenny mengenal pria itu.


Sebenarnya aku tidak mengenalnya nyonya Dahlia, tapi beberapa informasi mengatakan kalau salah satu pengusaha ternama dan berkuasa itu sekarang mengalami insidan penembakan dan dirawat di rumah sakit." jawab Jenny.


Dahlia hanya terdiam dengan tatapan mata yang penuh pertanyaan. "Oh ya, apakah kita sudah selesai pembicaraannya. karena aku harus segera keluar untuk melakukan beberapa wawancara mengenai pekerja baru." ucap Dahlia yang membuat Jenny tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, nyonya Dahlia. saya akan pergi terima kasih karena sudah meluangkan waktumu untuk membantuku." jawab jenny yang kemudian pergi dari perusahaan.


Akhirnya Wildan memberikan sebuah kode, Dahlia hanya mengangguk kemudian mempersilahkan Jenny dan Wildan pergi. beberapa informasi mengatakan kalau Betran sekarang berada di suatu tempat untuk merencanakan pembunuhan terhadap sang istri.


"Kalian harus ingat, kalian tidak boleh sampai gagal. jika sampai gagal kalian tahu sendiri akibatnya?" seru Betran yang sudah meminta anak buahnya untuk merencanakan pembunuhan terhadap Jenny.


"Apa tidak mungkin kalau istri anda itu mempunyai pengawal pribadi, Tuan?" tanya anak buah Betran.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, tapi jika dia memiliki pengawal pribadi, berarti dia sudah bersiap-siap untuk berperang denganku." jawab Betran.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Tuan?" tanya anak buah Betran.


"Kalian lakukan seperti yang Aku perintahkan, Jangan pernah melakukan sesuatu melebihi perintahku." jawab Betran.


Setelah mendapat perintah dari Betran akhirnya mereka semuanya sudah pergi, terlihat sekali kalau Betran tersenyum puas saat melihat seluruh anak buahnya melakukan semua perintahnya. terbayang dalam pikiran Betran kalau istrinya sudah meninggal. Dia akan mewarisi seluruh kekayaan dari tuan Alfred, seorang pria yang begitu kaya dengan beberapa bisnis yang dulu dia pegang.


Langkah kaki Betran terlihat menuruni tangga dari lantai 2 menuju lantai 1 rumahnya, pria itu menatap seluruh rumahnya sembari memikirkan Bagaimana caranya untuk mendapatkan perhatian sang istri.


Jika sampai seluruh rencananya tidak berhasil, maka dia harus membuat rencana yang baru untuk mendapatkan perhatian sang istri


Suara tawa yang begitu keras bahkan dapat didengar seluruh anak buah Betran.


"Apa yang terjadi dengan Tuan?" tanya salah satu pekerja yang ada di rumah Betran kepada temannya.


"Aku tidak tahu, kelihatannya Tuan mengalami depresi." jawab pekerja yang lain.


"Kelihatannya Tuan Betran mengalami syok karena seluruh harta kekayaan Tuan Alfred sudah diambil putrinya." jawab pekerjaan A.


"Jika mengambil semua harta kekayaan Tuan Alfred maka nyonya Jenny adalah wanita yang paling kaya. Bagaimana tidak, seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Tuan Alfred adalah kekayaan yang sangat luar biasa." jawab pekerja B.


"Lebih baik kita tidak usah mencampuri urusan mereka, jika tidak kita akan kena akibatnya." ucap salah satu pekerja yang kemudian meminta teman-temannya untuk bubar. Jika sampai perkataan mereka didengar oleh Betran bisa-bisa mereka akan di beri hukuman oleh pria itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2