PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Pembalasan Betran


__ADS_3

"Aaaaa!!!" suara teriakan dari Daren ketika penyakitnya semakin hari semakin menggerogoti kesehatannya. pria itu tidak pernah sekalipun merasa tenang, kesalahan di masa lalu terus menghantuinya. bahkan hari ini pun ada seorang tamu yang sudah mendatangi Daren.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Daren kepada Dahlia.


Dahlia tersenyum, wanita itu menatap Daren yang berada di ruang isolasi. "Tentu saja aku harus melihat bagaimana kematian akan menjemputmu." jawab Dahlia.


"Dasar wanita brengsek, Lihat saja kalau aku keluar dari sini Aku akan membunuhmu." ucap Daren.


"Bagaimana kau akan keluar, bahkan sebentar lagi kau akan mati." jawab Dahlia.


"Apa yang kau inginkan dariku?!" seru Daren.


"Tentu saja aku harus melihat seorang pria yang sudah menghancurkan masa depanku, membuatku seperti sampah, merusak semua jalan hidupku." jawab Dahlia.


"Aku tidak pernah mengenalmu, kenapa kau harus membalas dendam padaku?!" seru Daren.


"Apakah kau tidak ingat dengan seorang wanita yang beberapa tahun yang lalu bekerja di kediaman keluarga Gale, seorang gadis muda yang telah kau hancurkan masa depannya. kau dan teman-temanmu merusakku, menghancurkan masa depanku. Tentu saja aku tidak akan tinggal diam, aku akan membalas dendam atas semua yang kau lakukan kepadaku." jawab Dahlia.


Daren mulai mengingat seorang pembantu muda yang dulu ada di tempatnya, seorang gadis muda dengan kepolosannya yang sangat dia inginkan.


"Hahaha.., ternyata kau sudah menjelma menjadi wanita yang sangat luar biasa. kalau aku tahu itu dirimu pasti aku akan membuatmu tidur bersamaku lagi!!" seru Daren.


Dahlia tersenyum menatap Daren yang benar-benar begitu hina.


"Pria sampah sepertimu benar-benar tidak bisa berubah sama sekali, Tuhan memberimu penyakit yang tidak ada obatnya. bahkan sebentar lagi kau akan mampus, Lihatlah kondisi tubuhmu itu semakin hari semakin membusuk. Lalu bagaimana kau akan membalasku?" tanya Dahlia Yang seolah menguras emosi dan Daren.


Sesaat kemudian datanglah Betran ke ruangan tersebut, sama seperti Dahlia pria itu memakai pakaian lengkap untuk melihat kondisi Daren. Betapa terkejutnya Daren ketika melihat Betran masih hidup dengan senyum yang begitu bersemangat untuk mengolok-olok dia.


"Bagaimana mungkin kau masih hidup!" seru Daren kepada Betran. pria itu melihat adik tirinya yang masih segar bugar tanpa kekurangan satupun.


"Tentu saja aku kemari karena ingin melihat orang yang berusaha untuk membunuhku." jawab Betran.


"Seharusnya kau itu sudah mampus!" seru Daren yang membuat Betran tersenyum.


"Kau benar-benar tidak berubah sama sekali, dari dulu sampai sekarang kok adalah pria brengsek. Tuhan menghukummu dengan penyakit seperti ini, penyakit yang benar-benar sangat menjijikkan. Lihatlah kesombonganmu itu sekarang sudah hancur dengan semua penyakit busukmu ini." ucap Betran yang membuat Daren berusaha untuk menggerakkan tubuhnya. satu gerakan fatal saja akan membuat penyakit Daren mengeluarkan darah. Hal itu membuat Daren menjerit kesakitan.


"Lebih baik kita keluar Betran, kita sudah cukup melihat kondisinya yang hampir menjadi mayat ini." pinta Dahlia.

__ADS_1


"Kau benar Dahlia, lihatlah pria yang sudah menghancurkan dirimu ini sekarang akan hancur bersama dengan penyakitnya itu." jawab Betran. terlihat Daren berteriak dengan sangat keras, dia meronta sekuat tenaga. Hal itu membuat penyakit yang ada di tubuhnya langsung bereaksi, hal itu membuatnya mengeluarkan darah.


Dahlia dan Betran yang melihat hal itu, mereka berdua nampak tersenyum. mereka lega karena seorang pria yang sudah menghancurkan banyak wanita itu sekarang sudah membusuk bersama penyakitnya.


"Kau mau kemana Dahlia?" tanya Betran.


"Aku harus mengurus istrimu itu, dia wanita kurang ajar yang terus-menerus berusaha untuk menggoda suamiku." jawab Dahlia.


"Apakah kau butuh bantuan?" tanya Betran.


"Tentu saja, Apakah kau tidak ingin melakukan sesuatu kepada mantan wanita yang sudah membuatmu hampir kehilangan nyawa?" jawab Dahlia.


"Kau benar sekali Dahlia. Aku ingin melihat wanita itu, aku ingin melihat Bagaimana kondisi ya saat ini." jawab Betran.


Di tempat lain terlihat Jenny sudah mengetahui mengenai informasi kalau kondisi Daren semakin melemah, hal itu membuatnya tersenyum. tersenyum dengan segala kebusukannya yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya.


"Jika Tuan Daren sudah hampir mati, Maka aku harus mencari teman lain untuk menghancurkan Nyonya Dahlia. Wanita itu benar-benar sangat kuat, bagaimana caranya aku untuk menghancurkannya dan mendapatkan Tuan Daniel." ucap Jenny yang masih mempunyai pemikiran untuk merebut Daniel dari Dahlia. Jenny mengambil ponselnya, menelepon Daniel namun sayangnya Daniel tidak merespon seluruh panggilan dari Jenny.


"Aku harus mencari keberadaan Tuan Daniel, bagaimanapun caranya aku akan mendapatkan Dia." terlihat Jenny begitu terobsesi dengan Daniel. bahkan obsesinya itu sangat menakutkan.


Malam ini terlihat Betran sudah berada di rumah Jenny, bertamu di rumah sang istri yang belum dia ceraikan.


Tok..


tok..


pintu apartemen Jenny yang sudah diketok oleh seseorang, tanpa berpikir panjang Jenny langsung membuka pintu apartemennya. terlihat di sana Seorang pria sudah berdiri sembari menunggui dirinya. Hal itu membuat Jenny masih belum mengetahui Siapa orang yang sudah berada di depan matanya.


"Anda mencari siapa, Tuan?" tanya Jenny.


Seketika Betran memutar tubuhnya, menatap sang istri yang berada di depannya.


"Betran." ucap Jenny yang sangat terkejut. Hal itu membuat Jenny langsung menutup pintunya. namun sayangnya Betran langsung mendorong pintu itu hingga membuat Jenny tersungkur. kemudian Betran mengunci pintunya, menatap di sekeliling ruangan itu ada CCTV yang terpampang jelas.


"Wow.., Lihatlah Istriku yang cantik ini. seorang wanita yang berusaha untuk membunuhku." ucap Betran.


"Apa yang kau lakukan, Bagaimana mungkin kau masih hidup!!" jenny yang berteriak dengan sangat keras saat melihat Betran sudah berada di depan matanya.

__ADS_1


"Kau benar-benar berharap aku mati ya?" tanya Betran.


"Hahaha..," jenny tertawa mengejek kepada suaminya itu. "Tentu saja aku berharap kau mati, aku berharap kau tidak ada di dunia ini." jawab Jenny.


"Sayang sekali keinginanmu itu ditolak." jawab Betran.


Seketika Jenny berlari meninggalkan Betran, namun sayangnya Betran langsung menarik rambut Jenny sekuat tenaga.


"Kau tahu, kau adalah wanita hina. kau mempermainkanku beberapa tahun, kau menggunakan ku untuk membalas dendam kepada Dahlia, Kau benar-benar wanita brengsek. sekarang Lihatlah teman yang kau anggap pembantumu itu sudah hampir kehilangan nyawa, kau dan Kakakku itu sama-sama mahluk hina, Oh ya aku lupa..,Apakah kau sudah merasakan tubuh kakakku, kalau kau sudah merasakannya jangan-jangan kau akan mempunyai penyakit yang sama hinanya seperti dia." ucap Betran yang membuat Jenny terdiam.


"Pergi dari sini, pergi dari sini!!" teriak Jenny.


"Maaf ya Sayang, aku tidak akan bisa melakukan hal itu. aku kemari karena ingin menemui istriku, tentu saja aku sudah berada di sini." jawab Betran yang membuat kedua kaki Jenny nampak bergetar karena ketakutan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


__ADS_2