PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Perasaan Jenny untuk Daniel


__ADS_3

* Satu minggu kemudian **


BRAKK...


seorang pria sudah ditangkap dengan beberapa anak buahnya, pria itu disembunyikan di suatu tempat. di sebuah tempat yang begitu jauh dari semua aktivitas dunia luar.


"Kalian jaga Mereka jangan sampai keluar." perintah Dahlia.


"Baik nyonya." jawab anak buah Dahlia.


Hari ini Tuan Ramiro akan pulang dari rumah sakit, dia sangat senang karena kesembuhannya begitu cepat, dia dan sang istri benar-benar sangat berterima kasih kepada ayah Zackly yang selalu memberi keamanan pada mereka.


Dari hari ke hari waktu mulai berjalan, kabar mengenai hilangnya Betran membuat orang-orang yang ada di beberapa tempat sangat terkejut. para partner bisnis Betran juga sangat terkejut karena tiba-tiba saja Betran menghilang tanpa ada kabar sama sekali.


Jenny yang mendengar kabar itu pun dia sedikit senang, karena dengan begitu dia tidak perlu mencari cara untuk membuat sang suami pergi darinya.


"Selamat pagi!" sapa Jenny yang sudah berada di perusahaan milik Daniel.


"Selamat pagi." jawab Daniel.


"Apakah Nyonya Dahlia ada?" tanya Jenny kepada Daniel.


"Maaf Jenny, istriku sedang ada rapat dengan beberapa klien bisnisnya. mungkin hari ini dia akan datang siang." jawab Daniel.


"Kalau begitu saya tidak beruntung karena tidak bisa menemui Nyonya Dahlia." ucap Jenny dengan nada suara yang begitu sedih.


"Kalau kau mau kau tunggu di sini, kemungkinan dua atau empat jam lagi dia sudah kembali." jawab Daniel.


"Bagaimana ya tuan Daniel, tapi jika Tuan Daniel memaksa, saya akan menunggu nyonya Dahlia di sini." jawab Jenny.


Tatapan mata Jenny nampak menatap Daniel, wanita itu nampaknya begitu terpukau dengan sosok pria yang selalu baik kepada istrinya itu.


"Oh ya tuan Daniel, Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Jenny kepada Daniel.


"Boleh, memangnya ada apa." jawab Daniel.


"Sudah berapa lama kau menikah dengan Nyonya Dahlia?" tanya Jenny.


"Satu tahun lebih, mungkin hampir 2 tahun. kau kan sudah menikah dengan Betran 2 tahun lebih." jawab Daniel.


"Iya aku sudah menikah dengan pria itu, 2 tahun lebih." jawab Jenny yang terlihat terus menatap Daniel.


"Sekretarisku akan mengantarmu ke salah satu ruangan yang ada di perusahaan, kau Tunggu saja istriku di sana." ucap Daniel.


"Kenapa saya harus menunggu nyonya Dahlia. di sana, Bukankah saya harus menunggu nyonya Dahlia di sini saja?" tanya Daniel.


"Maafkan aku Jenny, Aku tidak suka ditemani oleh seseorang saat aku bekerja." jawab Daniel sembari tersenyum.

__ADS_1


Jenny nampak tersenyum pula saat mendengar jawaban dari Daniel,


"Tapi setiap hari Anda bersamanya, Dahlia. Kenapa tidak terganggu?" tanya Jenny.


"Dia itu istriku, Tentu saja aku tidak terganggu." jawab Daniel yang kemudian meminta sekretarisnya untuk mengantar Jenny ke ruang tunggu.


"Silahkan Nona Jenny, ikutlah bersama dengan sekretaris ku. dia akan mengantarkanmu ke ruang tunggu untuk menunggu istriku." ucap Daniel.


Memang Daniel adalah pria yang sangat teriti dengan siapa saja yang mendekatinya, pria itu tidak suka dengan semua wanita yang berusaha untuk mendapatkan perhatian darinya. Entah mengapa beberapa waktu ini Jenny selalu ke perusahaannya, entah ada sang istri atau tidak wanita itu terlihat selalu ke perusahaan milik Daniel.


"Aku harus berhati-hati dengan semua wanita, karena aku tidak ingin kehilangan istriku." ucap Daniel yang kemudian melanjutkan pekerjaannya di tempat lain.


Terlihat Jenny sedikit tersenyum, tersenyum sembari memikirkan wajah Daniel yang begitu baik.


"Nyonya Dahlia benar-benar sangat beruntung, Dia memiliki seorang suami yang begitu penyayang. andai saja aku mendapat suami seperti dia Mungkin aku akan bahagia seperti Nyonya Nyonya Dahlia." ucap Jenny yang terlihat mulai memikirkan sesuatu.


Bukan manusia namanya jika tidak sudah ditolong malah dia menggigit si penolong, terlihat Jenny mulai memiliki perasaan dengan Daniel. Hal itu membuat wanita itu begitu berambisi untuk mendapatkan Daniel.


"Maafkan aku Nyonya Dahlia, Apakah salah jika aku menyukai suamimu. perasaan ini tumbuh begitu cepat, kebaikan suamimu membuat jantungku ini berdebar begitu cepat." ucap Jenny yang terlihat memikirkan seorang pria yang tidak seharusnya dia pikirkan. dia mulai berambisi untuk mendapatkan Daniel.


Di tempat lain ternyata Dahlia bertemu dengan Wildan, pria itu menceritakan semua permasalahan yang ada di perusahaannya.


"Kenapa Kau jarang ikut dengan wanita itu, Wildan?" tanya Dahlia kepada Wildan.


"Kelihatannya dia tidak suka diikuti saat ke perusahaan Anda, nyonya." jawab Wildan.


"Kelihatannya Wanita itu sudah mulai melawan aku sudah menolongnya untuk terlepas dari Betran, malah dia menginginkan sesuatu dariku." ucap Dahlia.


"Apakah kau tidak tahu kalau wanita itu mulai mengincar suamiku." jawab Dahlia.


"Wildan benar-benar sangat terkejut, pria itu tidak akan pernah mengira kalau Jenny akan melakukan hal itu. jika sampai wanita itu benar-benar mengincar Daniel, maka dia harus menghadapi wanita kejam yang ada di depannya itu.


"Jika itu benar apa yang akan menyalakan?" tanya Wildan.


"Tentu saja aku harus memberikan dia pelajaran, Wildan. berani sekali dia berusaha untuk mengambil suamiku." jawab Dahlia.


"Anda benar sekali, Nyonya. kita sudah menolongnya dengan semua yang sudah kita lakukan, dia dengan berani berusaha untuk mengambil sesuatu milik Nyonya." jawab Wildan.


"Aku memberimu satu tugas waktu itu apakah sudah kau sudah menyelesaikannya?" tanya Dahlia.


"Sudah, Nyonya." jawab Wildan.


"Baguslah kalau begitu, kau harus selalu berhati-hati jangan sampai semua yang kau lakukan itu diketahui orang lain." ucap Dahlia.


"Tenang saja, Nyonya. tidak akan ada yang tahu." jawab Daniel.


Setelah pembicaraannya dan wildan selesai akhirnya Dahlia kembali ke perusahaan, wanita itu mulai melajukan mobilnya sedikit kencang. salah satu sekretaris perusahaan sudah menelpon Dahlia dan memberitahu mengenai kedatangan Jenny yang beberapa hari ini selalu aktif ke perusahaan milik suaminya.

__ADS_1


"Wanita ini benar-benar tidak tahu malu, aku menolongnya dengan baik malah dia berusaha untuk mengambil milikku." ucap Dahlia yang kemudian mengajukan mobilnya.


Tak berselang lama ternyata wanita itu sudah sampai di perusahaan, tatapan matanya menatap perusahaan sang suami. tidak jauh dari tempat itu mobil Jenny sudah terparkir, jika informasi yang diberikan oleh sekretaris suaminya itu benar berarti Jenny sudah berada di perusahaan selama 2 jam.


"Oke, kau sudah melakukan sesuatu yang aku benci. Maka aku harus bermain-main denganmu, dengan semua kelicikanmu ini." ucap Dahlia yang kemudian memasuki perusahaan sang suami.


Langkah kakinya terlihat begitu gemulai Saat memasuki perusahaan para bawahannya, memberikan salam dan menyapa para karyawan.


Wanita itu dengan sangat sopan, tak berselang lama Dahlia sudah sampai di depan kantor sang suami. wanita itu menatap suaminya yang sedang mengerjakan tugas-tugasnya.


"Sayang!!" seru Daniel yang melihat sang istri sudah berada di kantornya.


"Ada apa Sayang?" tanya Dahlia.


"Oh ya, tadi ada Jenny yang menunggumu di ruang tunggu." jawab Daniel.


"Biarkan saja, wanita itu menungguku sayang. karena seperti itulah yang harus dia lakukan." jawab Dahlia.


Daniel hanya tersenyum, pria itu memberikan beberapa informasi kepada sang istri.


"Daren sudah melakukan beberapa bisnis ilegal dan aku sudah memiliki bukti-buktinya." ucap Daniel.


"Lalu?" tanya Dahlia.


"Bagaimana jika kita sedikit bersenang-senang karena sudah lama aku tidak bersenang-senang." jawab Daniel.


"Tentu saja Sayang, jika kau ingin bersenang-senang maka aku akan menemanimu." jawab Dahlia yang kemudian tersenyum kepada sang suami.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2