PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
PESTA TUAN RAMIRO


__ADS_3

Akhirnya Setelah dari perusahaan Daniel Jenny pulang ke rumahnya, dia harus mencari pakaian untuk pergi ke pesta Tuan Ramiro. dia tidak akan melepaskan kesempatan yang begitu luar biasa ini, dia harus mendapatkan perhatian Daniel seluruhnya. wanita itu mulai berpikir untuk melakukan sesuatu, mencari pakaian dari desainer atau butik yang sangat ternama.


* Beberapa jam kemudian **


Akhirnya Daniel dan Dahlia sudah pergi ke salah satu tempat yang sudah menunggu mereka berdua, di sebuah tempat yang tidak lain adalah rumah kediaman Tuan Ramiro.


"Sebenarnya Jenny tidak mempunyai undangan dari tuan Ramiro, dia berani membeli kepada salah satu temannya demi mendapatkan undangan tersebut. kau tahu sayang.., Apakah kau percaya kalau Paman Ramiro rumah ngundang Jenny?" tanya Dahlia kepada Daniel.


"Tidak mungkin sayang, tidak mungkin Paman Ramiro mengundang wanita itu, apalagi dia hanyalah anak kemarin malam." jawab Daniel.


"Tentu saja Paman Ramiro tidak akan melakukan hal itu, memangnya siapa wanita itu yang mendapatkan undangan spesial karena yang aku tahu undangan ini bukanlah untuk para pengusaha. undangan ini adalah untuk para mafia, gangster dan lain sebagainya." jawab Dahlia sambil tersenyum.


"Mungkin kalau wanita itu datang ke pesta yang diadakan oleh Paman Ramiro, dia akan sangat terkejut karena pesta itu bukanlah pesta biasa. pesta yang akan membuatnya mengerti siapa kita yang sebenarnya." jawab Daniel.


"Apakah menurutmu seperti itu?" tanya Daniel kepada sang istri.


"Tentu saja sayang, tentu saja seperti itu. wanita itu akan tahu di mana tempatnya." jawab Daniel.


Dahlia hanya tersenyum, wanita itu menatap sang suami yang mempunyai rencana licik untuk Jenny.


"Apakah kau tidak sayang kalau mau mencelakai wanita itu?" tanya Dahlia kepada sang suami.


"Memangnya kenapa aku harus kasihan, dia berusaha untuk merayu ku dan berusaha untuk mencari perhatianku. Aku tidak suka wanita seperti itu." jawab Daniel.


"Jadi, kau sudah merasakan perhatiannya ya?" tanya Dahlia yang kemudian tersenyum.


"Tidak mungkin sayang." jawab Daniel yang kemudian mencium bibir sang istri. pria itu tidak akan mau kehilangan sesuatu yang Begitu berharga hanya untuk debu yang berterbangan di luar rumahnya.


Malam itu akhirnya Daniel dan sang suami sudah berangkat dari rumah, sedangkan Jenny nampak dia begitu bersemangat untuk sampai di tempat yang sudah dia inginkan. dia tidak akan tahu apa yang menunggunya, dia tidak akan tahu apa yang sudah dia lakukan. dia berusaha untuk mendapatkan perhatian Daniel namun pesta yang akan dia datangi itu adalah pesta yang akan membuatnya menjadi wanita bodoh. bahkan Tuan Alfred tidak akan tahu siapa Tuan Ramiro, Karena tidak semua orang mengenal pria itu, pria yang sangat misterius. aku harus segera berangkat agar Tuan Daniel melihatku." ucap Jenny yang kemudian berdandan begitu cantik di luar rumahnya.


Terlihat sudah ada seorang pria yang menunggu Jenny, dia tidak lain adalah Wildan. dengan perintah Dahlia Wildan menunggu Jenny di luar rumahnya. dia harus terus memantau wanita itu, mengambil alih seluruh aset-aset yang dimiliki Jenny tanpa sepengetahuan wanita itu.


"Apakah kau sudah siap, Nona Jenny?" tanya Wildan kepada Jenny.

__ADS_1


"Tentu saja aku sudah siap." jawab yang begitu mengembang. laut bahagia yang benar-benar tidak bisa dihilangkan dari wajah Jenny dalam pikirannya, dia terus membayangkan wajah Daniel, membayangkan wajah seorang pria yang benar-benar membuatnya jatuh cinta.


"Lihat saja, Tuan Daniel. kau akan terpesona dengan diriku." ucap Jenny yang kemudian memasuki mobil Wildan.


Wildan nampak hanya tersenyum, tersenyum kepada wanita bodoh yang sudah masuk ke kandang harimau. Jenny tidak akan tahu apa yang sudah dia lakukan, bahkan Wanita itu sudah membuat Dahlia merencanakan sesuatu untuknya.


Di tempat lain ternyata betrand di tangkap oleh Dahlia, pria itu sudah mendapatkan beberapa informasi mengenai sang istri dari Dahlia. bahkan salah satu anak buah Dahlia juga memberikan informasi mengenai semua sepak terjang istrinya.


"Aku tidak pernah mengira kalau wanita itu benar-benar brengsek, Dia terlihat begitu lemah Namun nyatanya dia adalah iblis yang berkedok sebagai wanita lemah." ucap Daniel.


"Apa yang akan kita lakukan, Tuan?' tanya anak buah Betran.


"Kita tidak usah melakukan apapun, jika sampai kita melakukan sesuatu pasti Dahlia dan Daniel akan menghabisi kita semua." jawab Daniel.


"Apakah kita akan diam saja?" tanya anak buah Betran.


"Kita tunggu apa yang diinginkan oleh Dahlia, Wanita itu sudah berjanji padaku untuk membantuku mengambil seluruh alih kekayaan dari kakakku. Bahkan dia akan membantuku untuk mengambil seluruh kekayaan dari istriku karena dia sudah mengkhianatiku." jawab Betran.


"Apa yang harus kita lakukan, apakah kita akan diam saja di sini?" tanya anak buat Betran.


"Ternyata Nyonya Jenny adalah wanita yang benar-benar licik, Tuan. mungkinkah selama ini dia berusaha untuk membohongi anda, sebenarnya selama ini dia ingin membalas dendam kepada Nyonya Dahlia?" tanya anak buah Betran yang membuat Betran langsung menetap anak buahnya.


"Kau mungkin saja benar, jika sampai selama ini dia membohongiku, maka lihat saja.., aku pasti membalasnya. tidak mungkin wanita itu tiba-tiba mendekati Dahlia, Aku yakin dia sangat membenci Dahlia karena selama ini aku tidak bisa melupakannya." jawab Betran.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya anak buah Betran kembali.


"Kau sudah dengarkan apa perintahku, Kalian diam saja dan jangan lakukan Apapun. kita lihat sesuai perintah Dahlia dan Daniel. kalian keluarlah, wanita itu bilang kita tidak usah melakukan apapun. Oh ya jangan lupa kalau kalian keluar jangan sampai terlihat oleh anak buah Jenny. Karena Wanita itu sekarang adalah wanita yang sangat berbahaya." jawab Betran.


Pesta yang diadakan oleh Tuan Ramiro benar-benar begitu mewah, bukan saja para pengusaha yang ada di sana melainkan orang-orang yang sangat berbahaya yang sudah menghadiri pertemuan itu.


"Selamat datang Dahlia!!" seru Tuan Ramiro kepada Dahlia.


"Terima kasih, Paman." jawab Dahlia yang kemudian memberikan pelukan kepada tuan Ramiro.

__ADS_1


Tak berselang lama terlihat seorang wanita juga sudah sampai di tempat Tuan Ramiro, sebuah tempat yang benar-benar begitu asing baginya. saat dia keluar dari mobil dia nampak menatap rumah yang begitu besar begitu mewah dan benar-benar sangat luar biasa.


"Apa-apaan ini, apakah ini benar-benar rumah tuan Ramiro. kenapa di depan gerbang ada pemeriksaan senjata." ucap Jenny yang terlihat kebingungan. Wildan yang melihat raut wajah kebingungan dari Jenny nampak pria itu hanya terdiam.


"Ayo Nyonya Jenny, kita masuk." pinta Wildan yang membuat Jenny menganggukkan kepalanya. wanita itu akhirnya masuk bersama Wildan.


Terlihat di sana beberapa pengusaha juga sudah datang, Jenny nampak benar-benar sangat terkejut karena pengusaha yang sangat hebat pun berada di sana.


"Siapa sebenarnya orang itu, kenapa para tamu yang hadir di sini adalah orang-orang yang sangat berkuasa." ucap Jenny dalam hati yang terus menatap para tamu undangan.


Sesaat kemudian seorang pengawal yang menjaga rumah itu menghadang Jenny dan Wildan.


"Kalian jangan khawatir, aku adalah anak buah dari Nyonya Dahlia." ucap Wildan yang membuat para pengawal langsung memperbolehkan Jenny dan Wildan masuk.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2