PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Dahlia


__ADS_3

"Apa, Nyonya Dahlia adalah putri dari tuan Ramiro?" terlihat Jenny benar-benar sangat terkejut dengan kenyataan yang dia lihat hari ini. Putri seorang pengusaha yang berteman dengan para penjahat.


"Ada apa denganmu, Jenny. kenapa kau sangat terkejut seperti itu?" tanya Daniel.


Jenny menatap Daniel, tatapan mata yang benar-benar sangat kebingungan.


"Nyonya Dahlia adalah putri dari tuan Ramiro, tuan Daniel?" tanya Jenny.


"Tentu, Istriku adalah Putri angkat dari tuan Ramiro. Memangnya ada apa?" tanya Daniel kembali.


keterkejutan Jenny benar-benar dapat dilihat oleh Daniel, pria itu hanya tersenyum. sebenarnya Daniel ingin menertawakan Jenny, seorang wanita yang mempunyai keinginan sungguh besar namun itu tidak akan bisa dia raih.


DEG.


tiba-tiba saja kedua kaki Jenny benar-benar terasa lemas, dia tidak akan pernah menyangka mengetahui sebuah kebenaran yang begitu menakutkan. Jenny mengira kalau Dahlia adalah wanita biasa seperti para wanita pada umumnya, namun hari ini dengan kedua mata dan kedua telinganya dia melihat dan mendengar kalau Dahlia adalah Putri angkat dari tuan Ramiro. itu berarti wanita itu adalah wanita yang sangat menakutkan.


"Jika Nyonya Dahlia adalah putri dari Tuan Ramiro, itu artinya beberapa perusahaan yang dia pegang adalah perusahaan-perusahaan yang sangat besar. perusahaan yang selama ini dikatakan oleh Tuan Daniel." ucap Jenny yang terus-menerus tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar.


Wildan yang berada di tempat jauh pun dia dapat melihat kalau Jenny benar-benar sangat terkejut, wanita itu tidak akan pernah mengira kalau Dahlia adalah wanita yang sangat luar biasa. keinginannya untuk merebut Daniel seketika menjadi sebuah angan yang harus dia pertahankan. dia harus mencari 1000 cara untuk melawan wanita itu.


Langkah kaki Dahlia mulai berjalan mendekati sang suami dan Jenny, wanita itu tersenyum sembari menatap Jenny yang diam membeku bagaikan patung porselen.


"Ada apa dengan mu, Jenny. Apakah ada sesuatu yang membuatmu terkejut?" tanya Dahlia kepada Jenny. Jenny terdiam, dia menatap Dahlia dengan tatapan mata yang tidak bisa dikatakan. seribu pertanyaan terus bermunculan, jika Dahlia adalah putri dari Tuan Ramiro itu artinya Jenny adalah wanita yang sangat berbahaya.


"Tidak apa-apa, Nyonya. mungkin saya sedikit kurang enak badan." jawab Jenny.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kamu beristirahat. kemungkinan kau benar-benar sangat capek." jawab Dahlia.


Raut wajah Jenny mulai nampak pucat, tubuhnya terasa menggigil. keinginannya untuk mendapatkan Daniel seketika harus dilupakan, dia masih ingin hidup, dia masih ingin menjalani hari-harinya tanpa mencari masalah.

__ADS_1


Senyum yang dari tadi merekah itu kini langsung mengering, senyum yang begitu lebar itu terlihat kini sudah memudar. Jenny harus membuang angan-angannya untuk mendapatkan Daniel. Jika dia terus-menerus menginginkan pria itu bisa dikatakan Jenny akan kehilangan nyawa dan hartanya.


"Jika aku ingin mendapatkan Tuan Daniel aku harus mencari sekutu yang lebih kuat dari siapapun." terlintas di pikiran Jenny nama seorang pria yang mungkin bisa membantunya. membantunya untuk menyingkirkan Dahlia selamanya.


"Ada apa Jenny?" tanya Dahlia kembali.


"Tidak apa-apa, Nyonya. mungkin saya harus pulang. tubuh saya tiba-tiba merasa kurang sehat." jawab Jenny.


"Ya sudah kalau begitu, Panggil lah Wildan dan suruh dia Untuk mengantarkan kamu pulang." ucap Dahlia.


Jenny menganggukkan kepalanya, menatap Dahlia dengan tetapan mata yang benar-benar tidak percaya.


"Seperti apakah wanita ini." uman Dahli sambil menatap Jenny. ke terkejutan dan ketakutan itu dapat dilihat oleh Dahlia,


"Lebih baik kau segera pulang dan beristirahatlah, setelah itu besok harus kembali bekerja di perusahaan ayahmu. aku yakin beberapa perusahaan menunggumu untuk menghadiri rapat." ucap Dahlia yang membuat Jenny langsung menganggukkan kepalanya.


"Kau benar-benar kebingungan?" tanya Wildan.


"Tidak apa-apa Tuan Wildan, mungkin aku tidak enak badan kau tahu sendiri kan perusahaan akhir-akhir ini dibuat kerepotan dengan tanda tangan kontrak yang begitu banyak." jawab Jenny.


Berbohong pun percuma Dahlia dan yang lain dapat menatap semua kebohongan Jenny, mereka harus membuat Jenny merasakan apa yang harus dirasakan.


Beberapa jam kemudian akhirnya Jenny sudah sampai di rumah, dia menatap ruangan itu satu persatu jeni sudah membayangkan kalau dirinya akan bersama Daniel menjalani hidup sampai tua agar mereka berdua selalu bahagia.


"Lebih baik kita pergi dari sini pulang." ucap Jenny. dia terus memikirkan mengenai Dahlia, apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan Daniel.


Apa yang harus di lakukan Jenny agar Daniel menatapnya, malam yang sudah larut itu nampak membuat Jenny terlelap. esok pagi dia akan melakukan sesuatu terhadap Daniel. Daniel bukanlah orang bodoh yang akan mudah terperangkap, namun Jenny masih bersekuku untuk mendapatkan perhatian dari Daniel.


Keesokan pagi bersinar begitu terang terlihat Jenny belum pulang, sedangkan di tempat lain terlihat Dahlia dan sang suami terus memburu mengenai informasi Darren. ponsel dah lihat-lihat berdering wanita itu menatap ponselnya. terlihat di sana nama Betran sudah tertera.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Dahlia.


"Apakah kau sudah mempunyai informasi mengenai kakakku?" tanya Betran.


"Belum, tapi akan kupastikan kalau kau akan mendapatkan seluruh kekayaan dari keluargamu. tapi kau harus membantuku untuk melakukan hal itu." jawab Dahlia.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


__ADS_2