
"Tolong aku nyonya." pinta Jenny.
"Apakah kau yakin jika kau mau memberikan apa yang aku minta?" tanya Dahlia kepada Jenny.
"Apapun akan kuberikan padamu, asalkan kau mau membantu Ayahku." jawab Jenny.
Terlihat Dahlia memikirkan sesuatu untuk menghancurkan Betran, sesuatu yang begitu licik bahkan tidak akan pernah terpikirkan oleh Betran sendiri. Dahlia merasa kasihan dengan Jenny, seorang istri yang tidak pernah dianggap oleh suaminya, seorang istri yang tidak pernah mendapatkan hak sebagai seorang istri.
"Memangnya barang apa saja yang dicuri oleh suamimu?" tanya Dahlia kepada Jenny.
Jenny menceritakan barang-barang apa saja yang ditemukan oleh para polisi di rumah mereka. Dahlia sangat terkejut karena barang-barang yang dikatakan oleh Jenny adalah barang-barang yang mungkin harganya begitu fantastis dan beberapa barang juga adalah barang-barang yang sangat berbahaya.
"Suamimu adalah orang yang sangat brengsek, dia tidak akan pernah berpikir dua kali untuk menghancurkan ayahmu jika sampai dia mencari beberapa bukti yang lebih kuat untuk memenjarakan ayahmu. aku yakin ayahmu tidak akan pernah keluar dari penjara." ucap Dahlia.
"Aku mohon nyonya Dahlia. bantulah aku, Aku tidak ingin Ayahku masuk penjara, Aku ingin membalas semua sakit hati ini kepada suamiku." ucap Jenny.
"Apakah kau yakin yang aku tahu kalau kau begitu mencintai suamimu?" tanya Dahlia yang membuat Jenny terdiam.
"Aku sudah bertekad untuk membalas dendam kepada suamiku, sudah hampir satu tahun aku selalu bersamanya. Aku selalu mengharapkan cintanya, tidak pernah sekalipun dia berusaha untuk memberikan aku hak sebagai seorang istri. aku hanyalah patung di rumahku sendiri, aku hanyalah mayat hidup yang terus melihat suamiku mendambakan wanita lain." jawab Jenny.
"Itulah perasaan yang aku rasakan ketika pria itu tiba-tiba kembali dengan membawa Seorang Istri. Dia memberikan aku cinta, dia memberikan aku harapan Namun nyatanya dia langsung menghempaskanku seperti aku ini adalah barang tidak berharga." jawab Dahlia.
"Memang Dahlia sudah melupakan masa lalu itu, tapi dendam yang sudah ada di hatinya tidak akan mudah dia hilangkan. sesaat kemudian Dahlia mengambil ponselnya. dia mulai mencari informasi mengenai Tuan Albert yang dipenjara.
"Apakah kau sudah menghubungi salah satu pengacara suami ayahmu?" tanya Dahlia.
"Belum, Aku yakin kalau mereka pasti sudah bekerja sama dengan suamiku untuk tidak membantu Ayahku." jawab Jenny.
"Kau benar sekali, suamimu itu adalah pria licik. Dia adalah seorang monster sama seperti kakaknya, perbedaan mereka hanyalah pada wanita. suamimu tidak suka mempermainkan wanita atau bermain-main dengan mereka, Kalau kakaknya dia adalah monster yang benar-benar monster." jawab Dahlia.
Sekitar beberapa menit kemudian Dahlia mendapatkan sebuah informasi mengenai Tuan Alfred, sebuah senyum ditunjukkan oleh Dahlia kepada Jenny.
"Kau tahu salah satu barang yang sudah ditaruh oleh suamimu ke rumah ayahmu?" tanya Dahlia kepada Jenny.
__ADS_1
"Itu sebuah kotak bersejarah dari zaman kerajaan, itu adalah salah satu koleksi dari seorang pengusaha yang berada berasal dari Dubai. kalau aku tidak salah barang itu bersertifikat dan barang itu sudah dilelang Beberapa bulan yang lalu." ucap Dahlia.
"Masuk Nyonya Dahlia?" tanya Jenny.
"Kalau tidak salah beberapa barang itu adalah barang ilegal namun sudah bersertifikat, tapi jika barang itu sudah beralih ke tangan orang lain maka barang itu menjadi barang yang berbahaya." jawab Dahlia.
Jenny semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan Dahlia, namun Dahlia hanya bisa tersenyum karena Jenny bukanlah wanita yang suka bermain-main dengan dunia hitam.
"Kembalilah Besok, aku akan melakukan sesuatu untukmu. tapi kau harus ingat, kau harus menepati janji yang sudah kau katakan padaku. jika kau berani membohongiku atau menghianatiku maka aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkanmu sampai ke akar yang telah tertanam." ucap Dahlia yang membuat Jenny menganggukkan kepalanya.
Terasa beban yang menghimpit Jenny seketika longgar, ada seseorang yang mau menolongnya. dia yakin Dahlia akan mau membantu ayahnya untuk keluar dari penjara, dia tidak peduli jika harus kehilangan harta yang selama ini dicari oleh ayahnya, yang terpenting adalah dia harus bisa mengeluarkan ayahnya apapun Yang terjadi.
"Lebih baik aku kehilangan suami daripada aku kehilangan Ayahku, Lebih baik aku mendapatkan kasih sayang daripada aku kehilangan kasih sayang." ucap Jenny yang kemudian melajukan mobilnya.
Hari ini Jenny kembali ke rumahnya, dia ingin mencari tahu apa yang dilakukan oleh sang suami seperti yang diminta oleh Dahlia. Jenny yakin Dahlia tahu kalau suaminya itu sedang melakukan sesuatu, dari sepak terjang sang suami Betran adalah seorang pria yang tidak terlalu yakin dengan keputusannya. dia akan berpikir dua kali atau dia akan melakukan sesuatu yang bisa menyelamatkan hidupnya.
BRAKK..
Jenny yang sudah membuka pintu rumahnya dengan sangat keras.
"Kenapa aku harus bunuh diri, ini adalah rumahku. rumah yang diberikan oleh Ayahku, daripada aku bunuh diri Lebih baik aku mencari sesuatu untuk bersenang-senang." jawab Jenny.
Betran yang mendengar perkataan sang istri nampak pria itu menatap wanita yang sudah dia nikahi,
"Ada apa denganmu, dua hari kau tidak pulang kelihatannya kau benar-benar sudah berubah." ucap Betran.
"Aku, kenapa aku harus berubah?" tanya Jenny.
"Kelihatannya kau habis terkena suatu penyakit yang sangat mematikan. Lihatlah kau seperti wanita gila yang mendengar kalau ayahmu itu masuk penjara." ucap Betran. kata-kata yang keluar dari mulut pria itu benar-benar begitu mengiris hati Jenny.
"Aku akan mencari cara untuk mengeluarkan Ayahku. Aku tidak akan membiarkan kau bersenang-senang di atas penderitaanku dan ayahku." ucap Jenny.
"Wow.., dua hari kau tidak pulang sekarang kau menjadi wanita seperti, Memangnya kau dari mana, Apakah kau mencari seseorang untuk membantumu?" tanya Betran kepada istrinya.
__ADS_1
"Tentu saja aku harus mencari bantuan untuk mengeluarkan Ayahku, Aku tidak akan membiarkan orang sebaik ayahku di penjara karena semua kebusukan mu!!" seru Jenny.
Betran yang mendengar hinaan dari sang istri seketika pria itu murka, dia langsung menjambak rambut Jenny dengan begitu keras.
"Dasar wanita tidak tahu diri, Aku menjadikanmu istri bukan untuk aku kasihani atau aku memanjakan mu. jika ayahmu tidak kaya raya seperti itu Aku tidak sedih menikahimu!!" seru Betran.
"Aku tidak sedih, aku tidak Sudi terus-menerus menerima hinaanmu seperti ini. Lihatlah aku pasti akan mencari sesuatu untuk membuatmu merasakan apa yang aku rasakan, Kau sudah membuat ayahku di penjara. kau sudah membuat Ayahku seperti orang bodoh!!" seru Jenny.
"Ayah mu adalah orang bodoh karena dia mau menikahkanmu denganku dan lihatlah dirimu adalah wanita yang tidak bisa apa-apa. kau hanya bisa duduk diam di rumah tanpa bisa melakukan sesuatu!!" seru Betran.
Nampak Jenny memegang rambutnya yang di tarik kasar oleh Betran, wanita itu tidak ingin menangis. dia ingin mempertahankan kehidupannya, dia tidak ingin menyerah dengan semua yang dilakukan oleh sang suami.
"Dengarkan aku baik-baik, kau hanyalah gadis penakut yang tidak akan bisa melakukan apapun. jangan coba-coba kau melakukan sesuatu yang akan bisa membuatku marah." bisik Betran di telinga sang istri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
__ADS_1
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar