PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Usaha Betran gagal


__ADS_3

Malam ini Dahlia dan yang lain berencana untuk melakukan penyergapan pada salah satu perusahaan milik Daniel. Tuan Ramiro sudah menerima informasi kalau salah satu perusahaan milik Daniel akan menjadi sasaran penyerangan Betran.


* Gudang perusahaan Daniel **


"Ternyata mereka benar-benar sangat brengsek, Lihatlah gudang Perusahaan kita menjadi tempat persenjataan. aku yakin Betran benar-benar sudah memikirkan semua ini, dia pasti berharap kalau seluruh rencananya berhasil." ucap Dahlia.


"Kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi, sayang. kita akan membuat mereka menerima pembalasan kita." jawab Daniel.


Dengan segera seluruh barang berbahaya yang disembunyikan di salah satu perusahaan Daniel dibawa pergi oleh Dahlia dan anak buahnya, disebuah tempat yang tidak akan bisa ditemukan oleh orang lain. mungkin saja mereka tidak akan berfikir Dimana mereka sudah menyembunyikan senjata-senjata itu.


Di tempat lain terlihat Betran sudah tertawa terbahak-bahak, Dia mengira Kalau hari ini seluruh rencananya akan berhasil, satu kontainer senjata sengaja diselundupkan oleh Betran di perusahaan Daniel. dengan begitu saat polisi mendapat laporan mereka akan segera mendapatkan kenyataan yang tidak akan dapat mereka jelaskan.


Salah satu tangan Betran nampak sudah mengangkat ponselnya, pria itu menelpon seorang polisi dan memberitahukan kepada pria itu mengenai senjata-senjata yang diselundupkan oleh pengusaha yang bernama Daniel.


Para polisi yang mendengar berita tersebut tentu saja mereka langsung bergegas untuk mencari kebenaran semua yang diucapkan oleh penelpon misterius itu.


Sekitar satu jam kemudian akhirnya para polisi sudah sampai di salah satu perusahaan Daniel.


"Pak polisi apa yang pak polisi lakukan di perusahaan saya?" tanya Daniel kepada polisi.


"Begini Tuan Daniel, saya mendapat laporan mengenai sesuatu yang mencurigakan di salah satu gudang Perusahaan Tuan Daniel." jawab polisi.


"Apa maksud pak polisi?" tanya Daniel yang sekarang ini sudah melakukan aktingnya.


"Seseorang sudah menelpon kami dan dia mengatakan kalau salah satu gudangmu menjadi tempat persembunyian dari barang-barang selundupan anda yang akan anda kirim ke salah satu negara." Jawab polisi.


"Anda sedang menuduh saya pak polisi?" tanya Daniel.


"Saya sudah mendapatkan surat kuasa untuk menggeledah salah satu gudang Perusahaan Anda, bolehkah anda ikut?" tanya polisi yang membuat Daniel menganggukkan kepalanya. salah satu mata-mata Betran yang ada di perusahaan nampak tersenyum. pria itu mengira kalau semua rencananya dan Betran sudah berjalan.


Langkah kaki para polisi dan Daniel sudah meninggalkan perusahaan menuju salah satu gudang Perusahaan. terlihat orang-orang itu sudah keluar dari perusahaan dan memakai mobil mereka masing-masing. sekitar 10 menit kemudian para polisi dan Daniel serta beberapa anak buahnya sudah sampai di salah satu gudang yang dikatakan oleh polisi, sebuah gudang yang begitu besar dengan beberapa penjagaan yang juga lumayan besar.


Saat berada di dalam gudang tersebut ada sekitar 3 mobil kontainer yang masih berjajar di sana, polisi langsung bergegas menyuruh anak buahnya untuk membuka pintu mobil kontainer itu.


"Cepat buka pintu kontainer ini!!" seru polisi. pria itu menata para polisi yang sedang menggeledah satu persatu mobil kontainer yang sedang berjajar di gudang perusahaannya. mata-mata dari Betran nampak tersenyum. Dia mengira rencananya sudah berhasil.


"Sebentar lagi aku akan mendapatkan bayaran yang sangat luar biasa, sebentar lagi pria ini akan masuk penjara dengan tuduhan yang tidak main-main." ucap si penghianat.


"Bagaimana pak polisi, Apakah anda semua sudah mendapatkan apa yang anda cari?" tanya Betran kepada salah satu polisi.

__ADS_1


Terlihat para polisi sudah menggeledah tiga kontainer itu, mereka tidak mendapatkan apa-apa. barang-barang yang ada di dalam kontainer adalah barang-barang perusahaan, peralatan perusahaan yang memang sudah berada di sana terus.


Dahlia dan Tuan Ramiro sengaja mengambil alih kontainer itu dan membuat seluruh anak buah Betran terfokus pada rencana mereka. Hal itu membuat si penghianat tidak tahu kalau kontainer itu sudah tergantikan.


"Semua ini tidak perlu saya tinjau lagi Tuan Betran, semuanya adalah barang-barang perusahaan." ucap pak polisi.


Si pengkhianat terkejut, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Apa maksud Pak polisi?" tanya si penghianat yang membuat Daniel tersenyum.


Terlihat Daniel menatap Pria tua yang berusia sekitar 50 tahun itu. tatapan mata Daniel mengunci pria itu.


"Ada apa Pak, Kenapa kau sangat terkejut seperti itu?" tanya Daniel kepada si penghianat.


"Bukan seperti itu Pak Daniel, saya hanya terkejut tiba-tiba para polisi datang ke perusahaan membawa surat kuasa untuk menggeledah perusahaan kita." jawab si penghianat yang mengalihkan pembicaraan.


Para polisi nampak terdiam, sesaat kemudian mereka pergi dari perusahaan milik Daniel.


"Baiklah kalau begitu Tuan Daniel, kami harus segera kembali dari ke kantor. Ternyata semua informasi itu bohong." ucap polisi yang kemudian meninggalkan perusahaan Daniel.


Daniel menjabat tangan pak polisi, pria itu mengantarkan polisi keluar dari gudang Perusahaan, sedangkan Daniel memberikan isyarat kepada anak buahnya dan sang istri untuk terus memantau si penghianat.


"Bagaimana mungkin, Bagaimana ini bisa terjadi. seharusnya di dalam mobil ini ada ada senjata-senjata itu." ucap si penghianat. dia benar-benar tidak mengerti kemana hilangnya satu kontainer senjata tersebut.


Sekitar 10 menit kemudian terlihat pintu gudang Perusahaan ditutup oleh Daniel dan beberapa anak buahnya yang berada di dalam gudang tersebut.


"Baiklah kalau begitu Tuan Daniel, sebaiknya kita pergi dari gudang ini. aku yakin para polisi itu mendapatkan informasi yang salah." ucap si penghianat yang terlihat mengajak Daniel pergi dari gudang tersebut.


"Kau tidak perlu terburu-buru Tuan, karena kita harus membicarakan sesuatu." ucap Daniel yang membuat pengkhiana langsung terdiam.


Pintu gudang langsung tertutup, terkunci dari luar dengan penjagaan anak buah sang istri. Langkah kaki dari Dahlia sudah memasuki gudang itu, Daniel yang mendengar langkah high heel sang istri nampak tersenyum.


PLOK..


PLOKK..


PLOKK.


suara tepuk tangan dari seorang, si penghianat tampak terkejut saat melihat istri dari Daniel juga berada di sana.

__ADS_1


"Nyonya Dahlia," ucap si penghianat.


"Mertuaku dan suamiku sudah memberikanmu makan selama bertahun-tahun, berani sekali Kau menghianati suamiku dan mertuaku." ucap Dahlia.


"Apa maksud Anda, nyonya Dahlia? Saya tidak mengerti." jawab si penghianat.


"Kau tidak usah banyak bicara tuan, karena saya sudah mengetahui kau dan beberapa anak buahmu ini sudah menghianati suami ku." jawab Dahlia.


Seketika si penghianat nampak terkejut, pria itu menatap Dahlia yang sudah berada di gudang Perusahaan.


"Anda salah paham dan anda tidak tahu apa-apa, nyonya Dahlia." ucap si penghianat.


"Beraninya kau menghianatiku, beraninya kau berusaha untuk menjebak ku. kau sudah bekerja dengan ku dan Ayah selama bertahun-tahun, nyatanya Kau berani sekali menghianati Ku." ucap Daniel yang membuat si penghianat benar-benar terkejut.


Beberapa anak buat Dahlia dan Daniel sudah masuk, mereka langsung menyergap anak buah si penghianat.


"Apa yang anda lakukan, Tuan Daniel?!" seru si pria.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia

__ADS_1


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2