
Terlihat Jenny kebingungan, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. pria yang ada di hadapannya itu nampak begitu marah.
"Apa yang kau lakukan di sini, Betran!!' seru Jenny.
"Aku kemari karena ingin mengunjungi istriku." jawab Betran.
"Kau bukanlah suamiku!!" seru Jenny.
"Tentu saja aku bukan suamimu, lagi pula Siapa yang sudi memiliki istri sepertimu." jawab Betran.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?!" seru Jenny. nampak Betran tidak mengatakan apapun, pria itu hanya menatap wanita yang ada di depannya itu. seorang wanita yang benar-benar harus diasingkan karena dia akan menjadi duri di kehidupannya dan Dahlia.
"Aku kemari karena hanya ingin melihatmu saja, melihat kondisi wanita yang berusaha untuk membunuhku." jawab Betran.
DEG..
Setelah mendengar perkataan Betran. wajah Jennyterlihat pucat pasir pria itu sudah mengetahui kalau dirinya lah yang berusaha untuk membunuhnya.
"Kau salah bukan aku yang berusaha untuk membunuhmu!" seru Jenny.
"Kau jangan khawatir seperti itu, aku ke sini bukan bermaksud ingin membunuhmu atau ingin membalas dendam padamu. aku ke sini karena aku ingin melihat Bagaimana kondisi istriku, beberapa hari lagi kita akan bercerai karena itu aku kemari hanya ingin melihat wajah dari wanita yang pernah aku nikahi." jawab Betran yang kemudian pergi meninggalkan apartemen milik Jenny.
Sedangkan Jenny sendiri terlihat kedua kakinya langsung lemas, dia terduduk di lantai. nafasnya terengah-engah setelah kedatangan Betran.
** beberapa hari kemudian **
Sakit, itulah sekarang di rasakan oleh Dahlia dan Betran. mereka terus menerus tersakiti dari masa lalu yang begitu kelam. Dahlia tersenyum begitu bangga, begitu bahagia setelah mengetahui bahwa musuh terakhirnya dalam kondisi yang benar-benar mengenaskan. pria itu sekarat, bahkan di tubuhnya sudah dipenuhi dosa-dosa yang dulu dia lakukan kepadanya dan para wanita yang dia hancurkan masa depannya.
Sama seperti Betran, terlihat pria itu hanya bisa tersenyum. tersenyum atas semua yang terjadi kepada kakaknya, apa yang bisa mereka lakukan, tapi satu kata yang bisa diucapkan oleh Betran adalah akhirnya kau mendapat balasan
Satu minggu kemudian berita mengenai seluruh kekayaan dari keluarga Gale sudah dipindahkan kepada Betran. Hal itu membuat dan Daren yang sudah dalam kondisi yang sangat parah itu kondisinya menurun drastis. jantungnya tidak bisa menerima semua informasi itu, hingga membuat alat penunjang jantung yang terpasang di tubuhnya tidak mampu menjalankan tugasnya.
Betran dan Dahlia yang berada di tempat itu nampak Mereka melihat dari dinding kaca yang membatasi dirinya dan Daren.
"Akhirnya Tuhan akan mengambil nyawamu." ucap Dahlia.
Begitu pula dengan Betran, pria itu terlihat tersenyum begitu bangga. tersenyum begitu lebar saat melihat kondisi kakaknya sudah tidak mampu lagi untuk bertahan.
__ADS_1
"Semuanya adalah karma yang harus dia terima." ucap Betran.
"Ini adalah karma yang harus dia terima atas segala dosa-dosanya." jawab Dahlia.
"Apakah kau tidak ingin menembaknya?" tanya Betran yang membuat Dahlia tersenyum.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, Apakah kau tidak ingin menembaknya? aku membawa senjata yang bisa kau gunakan untuk membunuhnya." jawab Dahlia.
"Buat apa aku pinjam padamu Jika aku saja sendiri sudah membawanya." jawab Betran sambil tersenyum.
Dari waktu ke waktu Daren terus merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, pria itu sudah tidak mampu lagi bertahan dengan semua penyakitnya. terlihat Daren hanya bisa menatap dinding kamar tempat dia diisolasi, nafasnya terasa bisa dihitung. salah satu anak buah Daren yang melihat hal itu mereka akhirnya pasrah.
Sesaat kemudian tiba-tiba saja Daren merasakan sesuatu yang sangat membuatnya kesakitan, jeritan terakhir itu menjadi nafas terakhir pula bagi Daren. pria itu meninggal dalam kondisi yang sangat mengenaskan, dia sudah tidak mampu bertahan. dia adalah sebuah noda dari gambaran para wanita yang sudah dia rusak. nyonya besar yang mengetahui kematian Putra dirinya itu nampak dia tidak ingin tahu mengenai Daren. dia meminta anak buah Daren untuk memakamkan putranya di tempat yang sangat jauh, jika mereka berani memakamkan Daren di makam keluarga besar Gale, berarti mereka akan mendapatkan hadiah yang sangat buruk dari nyonya besar.
Begitu banyak wanita merasa bahagia dengan kematian dari Daren, pria itu seolah memberikan suara kegembiraan. tangis kebahagiaan karena pria yang selalu merusak moral para wanita itu sekarang sudah tidak bernyawa, dia tidak akan mampu bertahan. dia tidak akan mampu mendapatkan sesuatu yang bernama kehidupan.
Waktu terus berjalan, satu bulan setelah kematian Daren akhirnya Dahlia dan Daniel pergi berbulan madu. mereka sudah memutuskan untuk mendapatkan kebahagiaan mereka kembali, Dahlia meminta Betran untuk mencari kebahagiaannya, melupakan masa lalu yang tidak akan bisa dia raih menata masa depan itu lebih penting, mendapatkan yang terbaik adalah sebuah Anugerah.
Di salah satu negara yang begitu indah terlihat Daniel dan Dahlia meluangkan waktu mereka, sebenarnya kabar mengenai kehamilan Dahlia sudah diketahui namun mereka berdua ingin memanjakan diri mereka sebelum kehamilan Dahlia semakin besar. 3 bulan, itulah usia kandungan dari Dahlia, wanita itu terlihat begitu antusias menjaga buah hati yang diberikan Tuhan untuk dirinya dan sang suami.
"Kalau berjalan jangan terlalu cepat, sayang!!" seru Daniel.
"Tidak, itu tidak baik bagi kesehatanmu!!" seru Daniel.
"Kalau begitu aku mau naik jungkit-jungkit-an itu." ucap Dahlia kembali.
"Tidak, itu sangat berbahaya itu bisa mengganggu kandungan mu." jawab Daniel kembali.
"Kalau aku tidak boleh main ini, tidak boleh main itu. lalu aku harus naik apa?!" seru Dahlia.
"Sini aku tunjukkan." jawab Daniel yang kemudian mengajak sang istri ke sebuah tempat, ternyata di sana mengajak sang istri untuk naik sebuah komedi putar.
"Sayang kenapa aku harus naik kuda ini." ucap Dahlia Yang merengek manja.
"Jangan seperti itu, sayang. Apa kau ingin membuat anak kita dalam bahaya?" tanya Daniel yang membuat Dahlia menggelengkan kepalanya.
"Sayang aku mau minta es krim dong." pinta Dahlia.
__ADS_1
"Kau mau berapa, Apa perlu aku beli satu toko?" jawab Daniel sambil tersenyum.
"Kamu ini lebay banget sih, aku minta cuma satu porsi bukan satu toko." jawab Dahlia yang kemudian menarik sang suami ke salah satu gerai es krim.
Kebahagiaan terpampang jelas di wajah Dahlia dan Daniel, mereka berdua harus menikmati masa-masa kebahagiaan. dendam Dahlia sudah sirna, orang-orang yang menyakitinya pun sudah mendapatkan balasan atas segala perbuatan mereka. kehidupan bagaikan anugerah yang begitu indah, semua masa sulit itu kini tergantikan dengan kebahagiaan yang sudah diraih oleh Dahlia.
"Sayang aku minta permen gulali itu dong." pintar Dahlia Yang merengek manja.
"Nanti giginya sakit." jawab Daniel sambil tersenyum menatap sang istri.
"Kalau aku tidak dibelikan permen itu Lihat saja pasti kau akan ku gigit sampai habis." jawab Dahlia yang marah.
Hal Hal itu membuat Daniel memberikan kecupan hangat di pipi sang istri. "Jangan marah, akan ku belikan" jawab Daniel yang kemudian pergi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife