PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Jenny


__ADS_3

"Brengsek, Apa yang sebenarnya dilakukan oleh wanita itu? Mengapa dia melakukan rencana licik seperti ini." ucap Betran yang terlihat benar-benar tidak menyangka kalau istrinya akan memiliki rencana yang begitu besar. bahkan dirinya tidak akan mampu memikirkan hal itu.


"Saya yakin pasti ada seseorang yang mendukungnya saat ini, Tuan." jawab pengacara.


"Tentu saja, pasti seperti itu tidak mungkin wanita bodoh seperti dia tiba-tiba menjadi sepandai ini." jawab Betran.


"Saya sarankan kepada anda untuk mendekati Nyonya Jenny dan mengambil hatinya." ucap pengacara.


"Itu tidak akan mungkin terjadi, walaupun aku merayunya seribu kali pun itu tidak akan terjadi." jawab Betran.


"Kenapa seperti itu, Tuan?" tanya pengacara.


"Karena dia sudah memiliki beberapa bukti mengenai barang-barang yang aku selundupkan waktu itu." jawab Betran.


"Berarti Nyonya Jenny akan memakai barang-barang itu untuk melawan Anda?" tanya pengacara.


"Aku tidak tahu, itu adalah tugasmu. sekarang kau cari cara untuk membuat Istriku itu tunduk padaku." perintah Betran.


"Baiklah kalau begitu tuan, saya akan melakukannya. saya akan segera mencari cara untuk membuat Nyonya Jenny tunduk kepada anda." jawab pengacara.


Setelah pembicaraan itu akhirnya pengacara pergi, sedangkan seorang pria yang berada di sana nampak dia mau video seluruh rencana dari Betran mungkin lebih tepatnya bukan membuat video melainkan dia melakukan video call dengan Dahlia.


Di tempat lain Dahlia nampak tersenyum saat dia mendapatkan seluruh bukti-bukti mengenai kejahatan Betran.


"Kau benar sekali sayang, dengan membuat video ini maka kita bisa menjadikan semua ini bukti untuk membuat pria itu runtuh." ucap Daniel.


"Tentu saja pria brengsek seperti dia tidak pantas hidup, Bahkan dia mempunyai rencana untuk membunuh istrinya." jawab Dahlia.


"Biang pada Wildan untuk selalu menjaga wanita itu, aku merasa kasihan kepadanya, dulu aku kehilangan adikku, Gadis itu benar-benar begitu hidupnya menyedihkan." ucap Daniel.


"Tenang saja, aku pasti meminta Wildan untuk menjaga Gadis itu. lagi pula kelihatannya Wildan akan selalu menjadi pendukung setia wanita itu." ucap Dahlia.


"Ada apa?" tanya Daniel kepada sang istri.


"Kita lihat saja nanti setelah semuanya ini sudah selesai, kita akan tahu apa yang terjadi." jawab Dahlia yang kemudian menatap wajah Betran melalui ponsel.


"Aku tidak akan pernah mengira kalau kau berubah seperti ini, pria baik sepertimu sekarang berubah menjadi iblis. bahkan lebih tepatnya Kau adalah titisan iblis sama seperti kakakmu." ucap Dahlia yang kemudian mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Dia benar-benar begitu berambisi hingga dia lupa dengan hati nuraninya." ucap Daniel.


"Itu bukanlah sebuah ambisi, sayang. melainkan itu adalah sifat brengsek dari pria yang dulu aku kira baik." jawab Dahlia.


Ponsel Dahlia terlihat berdering, wanita itu menatap ponselnya. menatap nama yang ada di ponsel itu.


"Ada apa Sayang?" tanya Daniel kepada sang istri.


"Paman Ramero sedang menelpon." jawab Dahlia.


"Memangnya ada apa?" tanya Daniel.


"Aku tidak tahu Sayang." jawab Dahlia yang kemudian mengangkat ponselnya. terlihat wanita itu berbicara panjang lebar dengan tuan Ramiro.


"Ada apa sayang?" tanya Daniel kembali saat melihat wajah sang istri nampak berubah begitu drastis.


"Ada kabar gawat, Sayang. cepat minta kepada seluruh anak buahmu untuk mencari persenjataan." pinta Dahlia.


"Memangnya ada apa?" tanya Daniel yang terlihat kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh isterinya itu.


"Paman Ramero mengalami penyerangan, istrinya masuk rumah sakit dengan tiga luka tembak di tangan dan kakinya." jawab Dahlia.


"Minta kepada Wildan untuk menjaga Jenny, aku akan mengumpulkan seluruh anak buahku dan anak buahmu. aku akan melakukan penyerangan kepada orang-orang yang sudah membuat istri paman Ramero mengalami luka seperti ini." jawab Dahlia yang kemudian menelepon beberapa anak buahnya.


Hari ini mungkin akan menjadi hari yang benar-benar bersejarah, Dahlia mengumpulkan seluruh anak buahnya untuk melacak orang yang sudah melukai istri Tuan Ramero. tidak perduli apa yang terjadi seluruh anak buahnya dan sang suami harus mendapatkan seluruh informasi itu.


Wajah Dahlia benar-benar sudah berubah, tuan Ramero tidak bisa melakukan apapun, dia juga mengalami dua luka tembak di kaki dan di perutnya. namun dia tidak mengatakan kepada Dahlia karena dia takut Dahlia akan sangat kebingungan.


Setelah menelpon beberapa anak buahnya malam itu Dahlia berkumpul di suatu tempat, ayah Zackly yang mengetahui informasi itu dia tidak akan tinggal Diam. dia akan membantu Tuan Ramiro bersama sang istri.


Ayah Zackly bertugas menjaga tuan Ramero dan sang istri di rumah sakit, sedangkan Dahlia dan sang suami akan mengerahkan seluruh anak buah mereka untuk mencari keberadaan orang-orang yang sudah melukai istri Tuan Ramiro.


"Lihat saja kalau aku sudah menemukan mereka, aku tidak akan membuat mereka hidup." ucap Dahlia.


"Kita harus menemukan mereka dahulu, sayang. Setelah itu kita bisa membuat mereka seperti daging cincang." jawab Daniel.


"Apa yang harus kami lakukan, Nyonya?" tanya anak buah Dahlia.

__ADS_1


"Kalian cari di seluruh pelosok negeri ini untuk mencari pria itu, beberapa diantara Kalian harus mencari sedetail mungkin. lacak mereka melalui perangkat kalian, Aku tidak mau tahu aku harus mendapatkan informasi itu malam ini juga!!" seru Dahlia yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


Sekitar dua atau tiga jam kemudian akhirnya Dahlia sudah mendapatkan informasi mengenai suatu kelompok yang memang adalah musuh bebuyutan tuan Ramiro. untuk Hal itu membuat kelompok itu menyerang Tuan Ramiro untuk mendapatkan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Tuan Ramiro.


"Siapa namanya?" tanya Dahlia kepada anak buahnya.


"Kalau tidak salah namanya adalah Cobra, dia adalah pimpinan salah satu mafia yang sangat disegani di beberapa negara." jawab anak buah Dahlia.


"Baiklah kalau begitu, karena kita sudah mendapatkan informasi mengenai kelompok itu maka kita harus membuat mereka melakukan seperti yang apa kita lakukan." ucap Dahlia.


"Apakah kita akan menyerang mereka, Nyonya?" tanya anak buah Dahlia.


"Tidak, kita tidak akan menyerang mereka. kita biarkan mereka melakukan semua, aku harus menghancurkan dua orang itu terlebih dahulu. setelah aku menghancurkan Daren dan Betran baru kita akan mencari mereka, untuk saat ini kekuatan mereka lebih besar dari Daren dan Betran. Dengan begitu kita harus menghancurkan Daren dan Betran terlebih dahulu. Setelah itu kita akan memikirkan cara untuk melakukan sesuatu kepada pria yang bernama Cobra." jawab Dahlia.


"Apakah kau yakin, istriku?" tanya Daniel.


"Tentu saja sayang, kita biarkan mereka bersenang-senang untuk saat ini. Namun kita akan melakukan sesuatu setelah kita mendapatkan kelemahan mereka, mereka tidak akan menyerang Paman ramero karena pria itu sudah berada di rumah sakit. dan juga karena seluruh asetnya sudah dibekukan dan tidak akan bisa diambil oleh siapapun. Jadi mereka tidak akan melakukan sesuatu yang akan merugikan mereka." jawab Dahlia yang membuat Daniel mengerti mengapa sang istri melakukan hal itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2