PEMBALASAN DENDAM DAHLIA

PEMBALASAN DENDAM DAHLIA
Jebakan mematikan untuk Daren


__ADS_3

setelah mengetahui kalau Sang putra masih hidup akhirnya nyonya besar meminta Dahlia untuk mengantarnya tentu saja Dahlia menyetujuinya dia akan melakukan apapun agar nyonya besar memihak padanya dia harus mendapatkan kekuatan sebesar mungkin mungkin kekuatan bisnis tuan ramiro bisa digunakan untuk melakukan sesuatu tapi saat sesuatu terjadi kekuasaan nyonya besar gel adalah yang paling sempurna Setelah beberapa jam kemudian akhirnya nyonya besar dibawa Dahlia ke suatu tempat di suatu tempat yang begitu terpencil ini Tempat siapa Dahlia tanya nyonya besar kepada Dahlia ini adalah tempat saya Nyonya tempat saya dan ayah dahulu jawab Dahlia terlihat senyum nyonyot nyonya besar terukir begitu indah sesaat kemudian Dahlia mengetuk pintu betrans seru Dahlia salah satu anak buah veteran membuka pintu nanya Dahlia yang mengenali pria yang selalu bersama Betran itu nampak dia sangat terkejut di mana Putraku tanya nyonya besar kepada salah satu orang kepercayaan betrand tanpa menunggu jawabannya besar langsung memasuki rumah itu mencari keberadaan Sang putra langkah kakinya terhenti ketika berada di ruang tamu seorang pria nampak berbaring di sofa panjang itu betrand seru nyonya besar yang membuat betrans membuka matanya pria itu membuka matanya sembari menatap wanita yang sudah memanggilnya Ibu jawab betrans yang sedikit terkejut dengan kedatangan ibunya.


"Betran Putraku!!" seru Nyonya besar.


Seketika Betran langsung berdiri, melihat sang ibu yang sudah berada di tempatnya.


Nyonya besar langsung berlari memeluk putranya yang ternyata masih hidup.


"Bagaimana Ibu bisa menemukanku di sini?" tanya Betran.


Dahlia memasuki rumah itu, menatap Betran sembari tersenyum.


"Dahlia menceritakan semuanya pada ibu, Bagaimana kondisimu, Betran?" tanya nyonya besar.


"Aku baik-baik saja, ibu. untung Dahlia dan suaminya menolongku." jawab Betran.


"Ibu sangat bersyukur karena Dahlia dan suaminya menolongmu." jawab nyonya besar.


Rencana yang sudah dibuat oleh Daniel benar-benar sangat luar biasa, memancing emosi sang ibu melalui putranya. ketiga orang itu benar-benar akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa.


"Apakah nyonya besar mau di sini atau mau pulang?" tanya Dahlia.


"Memangnya Kenapa Dahlia?" tanya nyonya besar.


"Saya harus pamit dulu Nyonya, karena suami saya sudah menunggu di luar." jawab Dahlia.


Nyonya besar langsung berdiri, memegang kedua tangan Dahlia Kemudian memeluknya.


"Terima kasih banyak." ucap nyonya besar yang membuat Dahlia tersenyum.


"Dahlia memberikan isyarat kepada Betran, dia harus melakukan sesuatu yang membuat ibunya membantunya. setelah itu terlihat Dahlia dia sudah dijemput oleh sang Suami di luar rumah itu.


Sedangkan Betran sendiri dia harus melakukan rencana yang sudah dia buat, dia harus segera mendapatkan kepercayaan ibunya.


Marah, itulah yang sekarang sudah dirasakan oleh nyonya besar. Putra tirinya itu berusaha membunuh Putra kandungnya. Hal itu membuat nyonya besar sudah memutuskan untuk memberikan hukuman kepada Daren, setelah mengetahui Sang putra masih hidup nyonya besar akhirnya kembali ke kediamannya. menata masa depan Sang putra kemudian memberikan hukuman kepada Putra yang lainnya.

__ADS_1


Betran sangat senang karena sang Ibu sekarang lebih memihak dirinya daripada sang kakak, dia sudah yakin kalau Daren akan segera dikalahkan karena kekuasaan yang terbesar di keluarga Gale masih dipegang oleh ibunya.


Terlihat nyonya besar sudah kembali ke rumahnya, dia sudah memasuki kediaman yang dipenuhi oleh begitu banyak pengawal Daren.


"Selamat malam, Nyonya!!" seru para pengawal Daren.


Tak Ada jawaban dari nyonya besar, wanita itu memasuki rumahnya dengan emosi yang sudah memburu. terlihat di sana seorang pria benar-benar terlihat begitu mengenaskan, kelakuannya yang begitu tidak bermoral itu masih saja melekat pada diri Daren.


"Kalian harus melayaniku!!" seru Daniel yang terlihat mengejar salah satu pembantu yang ada di kediamannya.


Nyonya besar yang melihat hal itu tentu saja dia sangat murka, dia menetap seorang pria yang sudah penyakitan namun masih menginginkan sesuatu yang begitu menjijikkan.


"Hentikan Daren, hentikan kelakuanmu yang menjijikkan ini!!" seru nyonya besar yang berteriak dengan nada yang begitu keras.


Daren seketika menghentikan langkah kakinya, dia menatap wanita yang sangat berkuasa di keluarga Gale.


"Apa yang ibu lakukan, Kenapa malam-malam begini Ibu masih keluar?" tanya Daren.


"Sudahlah, kau jangan banyak bicara. Apakah kau tidak bisa melakukan sesuatunya lebih baik, perlakuan tidak bermoralmu itu masih tetap sama saja, kau itu sebentar lagi akan mati hidupmu itu sudah tidak lama lagi, namun tidak pernah sekalipun kau berusaha untuk memperbaiki semua kelakuanmu!!" teriak nyonya besar.


Tatapan mata Daren menatap wanita yang selalu menyayanginya itu, tatapan mata itu benar-benar sudah berubah.


"Kau adalah pria brengsek, kau itu sudah mempunyai penyakit yang mematikan, penyakit yang melekat karena dosa-dosamu!!" teriak nyonya besar.


Daren hanya tersenyum, pria itu mendekati sang Ibu sembari menatap wajah nyonya besar. "Memangnya kenapa Ibu, apakah ada yang salah dengan kelakuanku?" tanya Daren.


"Kau benar-benar tidak bermoral, Daren!!" seru nyonya besar yang membuat Daren kembali tersenyum.


"Keluar dari tempat ini sekarang juga, dan kalian jangan ada yang berani melayaninya mulai saat ini!!" seru nyonya besar.


Daren nampak terkejut, pria itu menatap wanita yang ada di depannya. "Apa maksudmu ibu?" tanya Daren.


"Aku tidak akan membiarkanmu merusak kehidupan para wanita yang bekerja di rumahku, mulai sekarang dan seterusnya kau harus keluar dari sini. ini adalah rumahku, tempatku. sekarang Kau kemasi barang-barang mu. pergilah ke tempat yang sudah diberikan oleh ayahmu!!" teriak nyonya besar.


Orang-orang yang ada di tempat itu sangat terkejut, tiba-tiba saja nyonya besar mengusir Daren.

__ADS_1


"Apa maksudmu Ibu, kenapa kau mengusirku?" tanya Daren kepada nyonya besar.


"Aku tidak mau satu lingkungan dan Satu atap dengan pria pendosa sepertimu, mulai sekarang Kau bukanlah Putraku. karena dari dulu sampai sekarang kau memang bukan Putraku!!" seru nyonya besar.


Sesaat kemudian nyonya besar memanggil seluruh anak buahnya, Hal itu membuat Daren dan anak buahnya sangat terkejut,


"Bawa pria ini keluar dari rumahku, Jika dia atau anak buahnya melawan tembak saja!" teriak nyonya besar.


Seketika anak buah nyonya besar menjalankan perintah dari wanita tua itu, mereka benar-benar mengusir Daren dan seluruh anak buahnya.


"Ibu, apa yang kau lakukan. aku adalah Putramu?!" seru Daren yang membuat langkah kaki nyonya besar langsung terhenti.


"Dari dulu sampai sekarang Kau bukanlah Putraku, sampai mati pun kau bukan Putraku. Putraku sudah tiada karena kau sudah membunuhnya!" seru nyonya besar sembari menunjuk wajah Daren. mata yang berkaca-kaca nafas yang memburu itulah yang dirasakan oleh nyonya besar saat ini.


Daren dan anak buahnya langsung terkejut, mereka tidak pernah mengira kalau ibunya tahu mengenai percobaan pembunuhan yang mereka lakukan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku

__ADS_1


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2