
"Pagi yang indah," seru Michelina.
Ketiga orang itu pun langsung menoleh, Duke Lastar dan Zoya berdiri memberikan hormat. Sementara Michelina hanya mengangguk sebagai jawabannya. Menyelidik satu per satu senyuman mereka. Ia tersenyum masam.
"Permaisuri," sapa Kaisar Jasper tersenyum. Ia berharap setelah ini Michelina tak lagi bersikap dingin padanya. "Kemarilah, ada kabar bahagia yang ingin aku sampaikan." Ujar Kaisar Jasper.
Ck, memuakkan batinya.
Ia menjatuhkan bokongnya dengan lembut, memutar bola matanya.
Duke Lastar yang mendengarkannya dan melihatnya, ia tidak senang dengan kedekatan Michelina dan Kaisar Jasper. Ada rasa aneh di hatinya yang tak mampu ia ketahui perasaan aneh apa yang ia rasakan.
"Permaisuri, ternyata Zoya adalah anak dari adik Duke Lastar. Aku senang sekali akhirnya mereka bertemu." Ujar Kaisar Jasper.
"Kabar bahagia, bagaimana jika Duke Lastar merayakannya. Bukankah statusnya sudah berganti menjadi keluarga bangsawan." Sindir Michelina. Kedua laki-laki itu terdiam, sementara Zoya menunduk. Ia merasa Permaisuri Michelina akan menyudutkannya.
Duke Lastar pun merasa Michelina menekankan kata status. "Benar, saya akan secepatnya memberikan gelar padanya." Ujar Duke Lastar datar. Ia tidak suka Michelina mengungkit status keponakannya. Entah rumor itu benar atau tidak, Zoya tetaplah keponakannya.
__ADS_1
"Permaisuri juga harus menjaga diri Permaisuri."
Kaisar Jasper tidak terima perkataan Duke Lastar. Dia tidak suka ada yang meremehkannya atau meremehkan istrinya. "Cukup Duke, apa kamu pikir aku tidak bisa menjaga Permaisuri, aku suaminya dan aku akan menjaganya." Bentak Kaisar Jasper dengan suara yang meninggi.
"Paman sudah," ujar Zoya.
Michelina tersenyum, ia tak akan runtuh hanya karena sindiran tak bermutu itu. "Benar, setidaknya aku tidak gampang merebut milik orang lain." Ujar Michelina seraya mengambil buah anggur di depannya. Sekali lagi dia menyindir Zoya.
"Tapi aku bersyukur, Zoya masih di cintai orang di sekelilingnya." Pekik Duke Lastar.
Michelina langsung memakan buah anggur itu. Perkataanya langsung menusuk ulu hatinya.
"Ma-maaf Baginda, bukan maksudnya paman mengatakan hal seperti itu. Aku mewakili Paman untuk meminta maaf."
"Tidak ! aku butuh minta maaf Duke Lastar sekaligus dirimu Zoya."
Michelina mengunyah buang anggur itu dengan cepat. Ingin sekali dia memuntahkan buah anggur itu ke wajahnya. "Perkataan mu memang benar Duke Lastar, tapi ingat, setidaknya aku menjaga diri ku sebagai kaum wanita. Tidak menggoda laki-laki yang sudah memiliki istri dan masih berharap menjadi yang kedua." Ujar Michelina sinis.
__ADS_1
Duke Lastar sadar, perkataannya menyinggung Michelina. Ia merasa tidak enak hati. Tidak seharusnya tadi dia tersulut emosi. Ia berdiri dan membungkuk hormat. "Maaf atas kelancangan saya Permaisuri."
"Maafkan saya Permaisuri."
Kaisar Jasper mengabaikan permintaan maaf tulus di depannya. ia langsung menarik lengan Michelina. Mungkin sekarang ia bisa memaafkan tapi tidak untuk lain kali.
Selepas kepergian Michelina dan Kaisar Jasper.
"Seharusnya Paman tidak mengatakan hal seperti itu. Hari ini aku masih ingin tinggal di istana. Dan besok Paman bisa menjemput ku. Lain kali jangan seperti ini lagi Paman." Ujar Zoya merasa bersalah.
"Apa kamu menyukainya?" tanya Duke Lastar. Ia melihat tatapan Zoya yang sangat lembut pada Kaisar Jasper. Jika betul, apa yang harus dia lakukan? Duke Ronaf ia anggap ayahnya sendiri dan sudah lama menjalin hubungan. Ia tak enak hati, harus menghancurkan Michelina. "Aku harap kamu tidak menyukainya." Sambungnya lagi.
Zoya langsung memalingkan wajahnya, Pamannya saja tak mendukungnya sama sekali. Lalu ia harus apa? apa gunanya memiliki status tapi harus berjauhan dengan Kaisar Jasper. Bahkan dia rela menjadi istri keduanya. "Aku tidak memiliki perasaan apa pun Paman. Aku hanya merasa harus berterimakasih saja."
"Pulanglah hari ini, aku tidak ingin timbul kesalahpahaman lagi."
"Aku akan pulang, tapi beri aku waktu bertemu dengan Kaisar Jasper." Ujar Zoya langsung bergegas pergi.
__ADS_1
Paman harap kamu tidak memiliki perasaan itu Zoya. Perasaan itu akan menyiksa mu