Pembalasan Permaisuri Yang Dingin

Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
Drama Permaisuri


__ADS_3

"Siapa yang membuat keributan di sini." Semua orang menoleh dan memberikan hormat.


Michelina semakin mempererat genggamannya. Wajah itu semakin merah menahan api kecemburuan. "Baginda," Michelina mengelus lengan kekar Kaisar Jasper. Api itu semakin meraja lela di tubuh Zoya.


"Baginda," Zoya menunduk. Bagaimana bisa dia ada di sini? orang yang aku suruh sudah mengatakan. Jika Permaisuri tidak ada ikut, apa dia berbohong?


Zoya meremas gaunnya, ia menatap secara bergiliran sepasang insan di depannya. Kaisar Jasper menggunakan pakaian formalnya. Sementara Michelina menggunakan pakaian tidur.


Apa dia berniat merayu Baginda?


"Ada perlu apa kamu datang kesini?" tanya Kaisar Jasper menaikkan salah satu alisnya. Merasa heran sekaligus terkejut, ia melirik ke arah Michelina, takut salah paham. Hubungan mereka akan kembali merenggang. Benar yang di katakan Ibundanya, ia harus tegas pada Zoya. Sekali pun mereka bertemu, tak seharusnya akrap.


"Aku hanya lewat saja Baginda. Em, kebetulan Baginda ada di sini. Ada sesuatu yang ingin aku beli Baginda."


Kaisar Jasper mengelus pucuk kepala Michelina. Dengan tindakan seperti itu, mungkin Zoya mengerti. Dirinya sangat mencintai Michelina.


Michelina merasa jengah dengan senyuman Kaisar Jasper. Ingin sekali ia memukul bibir itu dengan wajan. Main seenaknya nyosor dan tersenyum seenaknya saja.


Zoya menunduk, ia tak berani menjawab. Setelah kepergiannya dari istana, ia merasa Kaisar Jasper telah berubah. Ia menyesal dengan keputusannya meninggalkan istana. Ia pikir dengan menjadi seorang bangsawan bisa lebih mudah mendekati Kaisar Jasper. Namun dugaannya salah, hubungannya mulai menjauh.


"Baginda, mungkin Nona Zoya memang benar tidak sengaja bertemu Baginda. Apa sebaiknya kita memberikan dia tumpangan malam ini?"


"Tidak Permaisuri. Aku tidak ingin ada rumor lagi. Aku akan tetap menghukumnya karena tindakan ketidak sopanannya," ujar Kaisar Jasper dengan mantap. "Apa lagi dia sudah tidak sopan datang kesini. Jika benar dia ada keperluan seharusnya dia menginap saja di tempat lain. Tapi aku curiga, semenjak kapan dia datang ke kerajaan Almos. Apa lagi, Dia datang ke kediaman Duke hanya beberapa hari yang lalu."


Kaisar Jasper semakin curiga, apa yang di katakan Zoya tidak masuk akal di dalam pikirannya. "Jika kamu berbohong, aku akan memberikan hukuman pada mu nona Zoya,"

__ADS_1


Zoya menggeleng dengan air mata menggenang, ia tidak percaya Kaisar Jasper malah menghukumnya.


"Maaf Baginda, mengganggu waktu Baginda. Kami di sini hanyalah numpang lewat dan untuk Nona, kami akan pergi Baginda." Ujar seorang pelayan menimpali. Keselamatan Zoya adalah tanggung jawabnya. Seandainya Kaisar Jasper memberikan hukuman pada majikannya. Apa yang harus dia lakukan?


"Baginda, biarkan saja mereka pergi."


Kaisar Jasper membalikkan tubuhnya, ia memegang kedua bahu Michelina. "Aku tidak ingin kamu salah paham Permaisuri."


Semirik senyuman yang ingin ia tunjukkan, bahwa perempuan di sampingnya hanyalah seorang perempuan yang patut di kasihani.


"Biarkan saja Baginda, aku mempercayai Baginda. Kasihan Nona Zoya, biarkan pengawal yang akan mengantarkannya ke penginapan di Kota. Aku pun sebagai seorang wanita juga meras, jika nona Zoya tidak mungkin melakukannya. Aku percaya dia hanya kebetulan lewat. Dan aku sebagai Permaisuri sangat mengasihinya."


Aku tidak akan membiarkan kesombongan mu berlanjut Permaisuri batin Zoya.


"Baginda, aku ..."


Michelina tertawa, wajahnya menahan amarah dan kesal. Tangannya mengeluarkan urat-uratnya. "Maaf Baginda, lain kali saya tidak akan mengulanginya."


"Pengawal berikan dia hukuman cambuk 100 kali, agar dia tau cara bersikap sopan."


"Baginda kasihan, dia hanyalah wanita lemah Baginda. Dan lagi dulu, dia tidak mengerti. Dia berasal dari desa. Kasihan dia Baginda." Ujar Michelina. "Aku mohon biarkan dia pergi."


Merendah lah, jika kamu bisa mendorongnya ke dalam jurang.


"Permaisuri, apa kamu yakin melepaskannya? Kamu janji tidak akan salah paham pada ku."

__ADS_1


Michelina mengangguk, "Tapi tetap saja hukuman harus di berikan. Bagaimana jika yang lainnya akan mengikuti ketidak sopanannya? tetap saja Hukuman cambuk harus di laksanakan atau aku harus mencabut Gelar Duke Lastar karena tidak bisa bersikap sopan."


"Ampun Baginda, saya menyetujui di hukum." Pekik Zoya. Ia tidak boleh melibatkan Pamannya apa pun yang terjadi. Jika semuanya terjadi, ia tidak bisa memiliki kekuatan untuk melawan Permaisuri Michelina. Baru saja dia di rendahkan, tapi tidak untuk lain kali. Ia akan berusaha meyakinkan Kaisar Jasper. Permaisuri Michelina tidak mencintainya.


Drama ini harus berlanjut, aku ingin lihat sebatas mana kesabarannya batin Michelina


Sudut bibirnya terangkat, ia bisa melihat wajah geram, kebingungan, bibirnya gemetar ingin mengumpat. "Baginda, tahan emosi Baginda. Kita tidak boleh menghukumnya karena masalah kecil. Lagi pula tanpa dukungan dari Duke Lastar, posisi Baginda tidak akan kuat."


Kaisar Jasper menatap tak suka, semenjak kapan wanita di depannya malah membela orang lain. Apa Duke Lastar? ia tidak suka nama laki-laki lain di sebut selain namanya. "Apa Permaisuri membela Duke Lastar? aku berhak apa pun tentang keputusan ku, termasuk menghukumnya." Tunjuk Kaisar Jasper menggunakan jari telunjuknya.


Mata itu saling pandang, mengisyaratkan sebuah peperangan.


Dari arah belakang Zoya, terlihat seorang laki-laki yang turun dari kudanya. Laki-laki itu sejenak melihat postur tubuh yang ia kenali. Kemudian menarik nafas panjang. Semenjak kedatangan Zoya, hubungannya dengan Duke Ronaf merenggang dan sekarang hubungannya dengan Kaisar Jasper. Ia tidak mungkin membuang Zoya, apa pun yang terjadi hubungan mereka tidak akan hilang. Dan sudah seharusnya, ia sebagai Paman, melindungi dan menasehati ketika salah.


"Baginda, Permaisuri."


Kaisar Jasper memalingkan wajahnya, " Maaf atas keributan yang di buat Zoya."


"Em tidak apa-apa, kami tidak merasa terganggu." Michelina memberikan senyumannya indahnya. "Baginda,"


Kaisar Jasper menoleh, dengan malasnya ia melihat ke arah Duke Lastar. "Apa kamu tidak bisa menjaganya, bagaimana bisa dia datang ke sini tanpa perlindungan. Apa kamu tidak bisa mendatangkan dari kerajaan Almos ke kediaman mu?"


"Maaf Baginda,"


"Tidak ada lain kali, dia sudah tidak sopan pada ku, mengganggu ketenangan ku. Kali ini aku hanya ingin memberikan hukuman cambuk atau aku akan mencopot gelar mu sebagai hukumannya."

__ADS_1


Wajah Duke Lastar menegang, ia kasihan pada Zoya jika di hukum. Namun gelarnya, tidak mungkin ia sia-siakan. Selama ini ia berusaha membuat keluarga Duke bangkit. Pasti kedua orang tuanya akan kecewa jika semuanya terjadi.


__ADS_2