Pembalasan Permaisuri Yang Dingin

Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
Pertemuan dengan Nona Kellin


__ADS_3

"Sayang bangun,"


Wanita di depannya hanya melenguh, ia berbalik masih sangat nyaman tidur di kasur empuknya. Badannya sangat lelah dan tak bertenaga.


"Sayang bangun, makan malam dulu." Kaisar Jasper mendekat, ia mencium kepala Michelina lalu pipi kanannya.


Sementara Lucilla dan satu pelayan saling menatap dan menunduk, mereka turut senang. Kaisar Jasper dan Permaisuri Michelina kini menjadi pasangan yang romantis. Mereka berharap keromantisan itu akan menjadi sejarah bagi Kekaisaran ini.


Michelina membuka matanya, senyuman menghiasi wajahnya. Ia berbalik, mata itu saling mengunci. Satu kecupan manis mendarat sempurna di bibir Michelina.


"Tinggalkan makan malam itu, biar aku yang mengurusi Permaisuri." Perintah Kaisar Jasper pada kedua pelayan di belakangnya.


Michelina beringsut duduk seraya memegangi selimut untuk menutupi kedua bagian dadanya. Kaisar Jasper pun masih berpakaian formal. "Ini jam berapa Baginda? apa aku terlalu nyenyak ya,"


Kaisar Jasper mengelus kepala Michelina. Sebenarnya ia bangun jam dua siang, setelah itu ia menemui Ibu Suri dan Nona Kellin yang saat ini menginap di istana.


"Apa Baginda sudah bertemu dengannya?"


Kaisar Jasper menaikkan salah satu alisnya, ia bingung dengan pertanyaan Michelina. "Maksud mu siapa?"

__ADS_1


"Nona Kellin, apa dia cantik? apa Baginda tidak merasa aneh dengan sikapnya bisa saja dia menggoda Baginda." Jelas Michelina panjang lebar.


Kaisar Jasper berdiri seraya berdecak pinggang, dia tertawa lepas. Ia tidak bisa menahan geli, Permaisurinya cemburu. Ada kesenangan menatap wajah menggemaskan di depannya. Betapa senang hatinya, Permaisurinya masih mencintainya. Kaisar Jasper langsung berhambur memeluk Michelina sampai ia kembali terbaring.


"Baginda,"


"Aku mencintai mu Permaisuri, sangat mencintai mu." Kaisar Jasper mengecup singkat bibir Michelina dan kembali melepaskan menciumnya.


"Baginda," kesal Michelina. Ia mendorong tubuh Kaisar Jasper. Menjelaskan panjang lebar, tapi hanya di jadikan candaan. Apa laki-laki di depannya tidak bisa melihat hawa-hawa wanita ganjen.


Kaisar Jasper menyunggingkan bibirnya, dia ingat sewaktu pertemuannya dengan nona Kellin. Wanita itu menatapnya dengan tatapan memuja. Bahkan dia sempat melirik Kaisar Jasper membuatnya malas. Sempat wanita itu menanyakan keberadaan Michelina dan ia hanya menjawab Permaisurinya sedang istirahat. Bahkan wanita itu sangat lancang menasehati Permaisurinya jika tidur di seharian tidak baik.


Kaisar Jasper menutupi mulut Michelina dengan jari telunjuknya. Ia menggeleng membuat Michelina terdiam. "Biar pun mereka mengatakan apa pun, aku tidak peduli selama dirimu ada di samping ku, aku siap melakukan hal bodoh sekali pun."


"Apa Ibu Suri tidak marah?"


"Tidak, aku sudah menjelaskannya. Ya sudah, Permaisuri sebaiknya makan malam." Kaisar Jasper mengambil piring di atas nakas itu.


"Makanlah, aku akan menyuapi mu."

__ADS_1


Michelina menerima suapan di sendok itu, "Apa Baginda sudah makan?"


"Belum, aku tidak masalah makan kapan saja. Asalkan kamu makan lebih dulu," ujar Kaisar Jasper. Kesehatan dirinya tidaklah penting, lebih baik dirinya yang sakit dari pada harus Michelina.


Michelina mengambil sendok di tangan Kaisar Jasper. Ia menyuapinya dengan tangannya.


"Aku menerimanya," ujar Kaisar Jasper mengangguk pelan. Ia meraih tangan Michelina yang mengulurkan ke mulutnya. Setelah selesai acara menyuapi, Michelina bergegas mandi, malam ini ia akan menemui nona Kellin dan tentunya pertemuan pertama di mulai. Pada saat di mana biola itu berbunyi, Kaisar Jasper dan Zoya terpesona oleh permainannya. Tidak di ragukan lagi, setelah itu namanya terkenal di kalangan bangsawan perlahan namun pasti kedekatan Zoya dan Kellin bertambah. Kemudian wanita iblis itu memanfaatkan dirinya.


"Nona Kellin," gumamnya pelan.


"Baginda, aku ingin menemui Nona Kellin."


Kaisar Jasper menarik nafasnya dalam-dalam, "Baiklah, aku akan menemani mu." Ucapnya tersenyum. Ia menggenggam tangan Michelina keluar dari kamarnya.


Sesampainya di kamar tamu. Lucilla mengetuk pintu putih itu, seseorang pun membukakannya dan langsung membulatkan mulutnya. "Baginda, Permaisuri."


Michelina melirik Kaisar Jasper, kemudian beralih melihat kembali ke arah sang pelayan. "Dimana nona Kellin? apa dia sudah istirahat?"


#Bagi Yang Mau Beli Pakai COD Bisa Pesan Di Shopee

__ADS_1



__ADS_2