
"Dia mengganggu saja," teriak Kaisar Jasper. Ia turun dari ranjangnya dengan asap yang mulai keluar dari kepalanya. "Ada apa?" bentak Kaisar Jasper melotot tajam.
Tatapan mata Kellin tak pernah lepas dari tubuh Kaisar Jasper. Dada bidangnya membuat Kellin menahan air liurnya.
Kaisar Jasper merasa geram. "Sudah melihatnya," tegasnya.
Kellin langsung menunduk, "Maaf Baginda, saya sudah berbuat lancang."
"Bagus, apa kamu sekarang sudah berubah jadi pelayan sampai kamu harus mengganggu ku. Kamu tau kan, aku tidak ingin di ganggu oleh siapa pun." Bentaknya. "Lebih baik, secepatnya kamu pergi," imbuhnya kemudian. Kaisar Jasper langsung menutup pintu itu dengan kasar membuat Kellin tersentak dan kedua pelayan itu.
Michelina bersendekap, lalu merentangkan tangannya. Kaisar Jasper pun dengan senang hati memeluk Michelina. "Sayang,"
"Sudah puas memarahinya," ujar Michelina mengelus surai hitam Kaisar Jasper.
Kaisar Jasper memejamkan matanya, menghirup aroma tubuh Michelina pun membuat hatinya sejuk. "Aku ingin mengusirnya, seandainya Ibu Suri tidak menganggapnya, sudah ku pastikan dia ku tendang. Selalu saja menganggu, sepertinya apa yang di katakan oleh mu memang benar."
"Di pesta pasangan nanti, Baginda harus hati-hati. Aku merasakan firasat tidak enak."
Kaisar Jasper melepaskan pelukannya, ia beralih memegang kedua bahu Michelina dan menyatukan keningnya. "Aku akan menuruti perintah mu Permaisuri ku."
"Aku mencintai mu,"
__ADS_1
"Sudah-sudah, kita harus bersiap-siap menemui nyonya Herly."
Kaisar Jasper dan Michelina pun berpisah. Mereka menuju ke kamar mandi masing-masing. Setelah menyelesaikan ritualnya, Michelina dan Kaisar Jasper menemui nyonya Herly. Michelina pun menyerahkan semuanya pada Kaisar Jasper, apa yang menurutnya suka, maka Michelina akan menyukainya. Sekian banyaknya gaun, keputusan Kaisar Jasper pun jatuh pada gaun berwarna biru langit dengan bordiran berwarna putih di leher dan di bagian perut.
"Kami akan segera mengirimkan gaunnya nanti malam Baginda."
Kaisar Jasper mengangguk, "Terima kasih atas kerja samanya."
Nyonya Herly dan kedua pelayannya pun memberikan hormat. Setelah kepergian mereka Marquess Azel dan kedua penjaga datang, mereka memberikan hormat.
"Baginda, kami sudah menyiapkan perhiasannya untuk Permaisuri." Tutur Marquess Azel.
Kaisar Jasper mengangguk, dua penjaga menaruh di atas meja. Michelina mengernyitkan keningnya. Ia tidak memesan perhiasan atau apa pun.
"Itu milik mu Permaisuri, aku yang sudah berbicara dengan Marquess Azel. Benar kan Marquess Azel," ujar Kaisar Jasper menekan. Padahal dia tidak menyiapkan perhiasan hanya untuk mencari muka saja. Hatinya sangat beruntung memiliki teman seperti Marquess Azel yang mau memahaminya tanpa memberitahukan dirinya.
Aku yang menyiapkannya, Dia yang mengakuinya.
Entah setan apa yang merasuki Marquess Azel tadi pagi, ia sempat kepikiran perhiasan untuk Michelina dan meyakini jika Kaisar Jasper sudah pasti menyuruhnya kembali. Tidak ingin repot kedua kalinya, ia menyiapkan semuanya.
"Benar Permaisuri, Baginda lah yang menyiapkannya." Ucap Marquess Azel membenarkan.
__ADS_1
Michelina membuka kotak itu, ia melihat perhiasan dengan mutiara putih bersinar terang dan batu safir berwarna biru cerah.
"Apa Permaisuri menyukainya?"
Michelina mengangguk antusias, perhiasan itu sangat cocok dengan baju dan juga desainnya sederhana dan begitu elegan.
"Baginda, aku akan menyimpannya lebih dulu." Ucap Michelina. Ia bermaksud meluangkan waktu dengan Lucilla, ia yakin pesta nanti pasti akan ada kehebohan.
"Permaisuri biarkan saja Lucilla dan pelayan lainnya." Cegah Kaisar Jasper. Ia ingin meluangkan banyak waktu dengan Michelina.
"Aku akan kembali lebih cepat Baginda." Tanpa menunggu jawaban Kaisar Jasper. Michelina membalikkan tubuhnya menuju kediamannya. Sesampainya di sana para pelayan pun pergi setelah menaruh perhiasan dan gaun Michelina ke tempatnya.
"Lucilla, aku tidak ingin rencana Kellin berhasil. Jadi kamu harus memantaunya dan tempatkan salah satu pelayan untuk memantau pelayan Kellin.
"Permaisuri, saya mendengarkan nona Kellin meminta gaun dengan warna yang sama setelah menanyakan gaun Permaisuri."
"Baiklah, pantau terus. Aku akan menemani Baginda." Ucap Michelina.
Sedangkan di tempat lain.
Kellin dan Ibu Suri tengah meminta desain gaun yang akan di gunakan di pesta nanti pada nyonya Herly seusai berbincang dengan Michelina dan Kaisar Jasper. Kellin pun yang sudah mengetahui warna baju Kaisar Jasper dan Michelina, ia juga meminta baju yang warnanya sama. Rencananya tidak boleh gagal sedikit pun.
__ADS_1
"Miya, ingat ! jangan sampai gagal."