Pembalasan Permaisuri Yang Dingin

Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
Jika Benar ...


__ADS_3

Kaisar Jasper menaikkan salah satu alisnya, mendengarkan namanya saja ia tidak sudi, bahkan bisa memecahkan gendang telinganya.


Michelina mencubit pipi Kaisar Jasper dengan gemas. "Maaf, hanya teringat saja."


Kaisar Jasper mendengus kesal, ia mengeratkan pelukannya. Keduanya pun terlelap dalam berpelukan.


Keesokan harinya.


Michelina membantu Kaisar Jasper membersihkan tubuhnya dan memakaikan baju serta jubahnya. Setelah itu ia membersihkan tubuhnya sendiri dan bersiap-siap.


Kaisar Jasper duduk di sofa itu, menunggu Michelina bersiap-siap di temani Marquess Azel. Saat terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga. Kaisar Jasper mendongak, ia tertegun melihat Michelina menggunakan gaun berwarna merah dengan rambut setengah bergerai. Elok tubuhnya yang terbilang seksi itu membuat pikirannya melayang entah kemana.


Kakinya selangkah demi selangkah menuruni anak tangga.


Marquess Azel pun melakukan hal yang sama, ia tidak berkedip sedikit pun melihat penampilan Michelina. Penampilan wanita di depannya berbeda dengan yang lainnya.


"Baginda," ujar Michelina seraya melirik bergantian Marquess Azel dan Kaisar Jasper yang masih memperhatikan dirinya.


"Lucilla, apa ada yang salah dengan ku?" tanya Michelina.

__ADS_1


Lucilla memperhatikan kembali sang junjungannya, tidak ada masalah justru junjungannya itu sangat cantik. "Tidak Permaisuri."


"Lali kenapa ..."


Michelina kembali menatap kedua laki-laki itu.


"Baginda, Marquess Azel." Ucap Michelina sedikit berteriak.


"Emm, Permaisuri." Ucap keduanya serempak. Marquess Azel menunduk, ia terpesona pada kecantikan Michelina. Sementara Kaisar Jasper menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia melirik ke arah Marquess Azel, bisa-bisanya laki-laki di sampingnya memandangi wanitanya tanpa berkedip sedikit pun.


"Apa ada yang salah?"


Michelina mengikuti arah pandangan Kaisar Jasper, kemudian kembali melihat ke arahnya. Ia mencium pipi kiri Kaisar Jasper membuatnya menganga. "Sudah, kita harus menyambut Kerajaan Almos."


Kaisar Jasper tersenyum. Keduanya pun berjalan menuju aula. Di sana mereka menunggu kedatangan Raja Almos yang baru. Para bangsawan pun yang sudah tau kondisi Kaisar Jasper merasa kasihan. Meskipun Kaisar Jasper selalu bersikap dingin, akan tetapi jasanya dalam membuat Kekaisaran ini aman dan tentram tidak bisa di hilangkan. Dia mempertaruhkan nyawanya demi rakyatnya. Memberantas pemberontak demi pemberontak.


Sesaat kemudian, Raja Almos dan para pengikut bangsawanannya pun datang. Mereka berjalan ke arah Kaisar Jasper dan Michelina. Memberikan penghormatan.


"Hormat kami Baginda," ujar Raja Almos seraya membungkuk dan tangan kanannya menyentuh dada kirinya.

__ADS_1


Kaisar Jasper mengangguk, ia memberikan kode pada Marquess Azel lalu menuliskan sesuatu.


"Kami menyambut mu Raja Almos," ujar Marquess Azel.


Raja Almos dan lainnya terdiam, kenapa harus Marquess Azel yang berbicara. Bukankah namanya sebuah penghinaan baginya.


"Maaf, Baginda sakit jadi Baginda tidak bisa berbicara saat ini." Ucap Marquess Azel yang mengerti kebingungan Raja Almos dan menentramkan para pengikutnya yang merasa terhina.


Sementara seorang laki-laki tengah memperhatikan Michelina. Ia tidak menyangka, gadis yang ia cari selama ini adalah seorang Istri dari Kaisar Jasper. Jadi pertemuan sebelumnya, dirinya bertemu dengan Kaisar Jasper dan Permaisuri Michelina.


Lain halnya dengan Ibu Suri. Ia melihat seorang laki-laki tanpa berkedip. Wajahnya sama dengan mendiang suaminya. Ia mengingat kejadian dulu, dimana Kaisar, suaminya pernah memiliki istri lain. Ia tidak tau, jika seandainya wanita lain itu tengah mengandung atau tidak.


Raja Almos pun memberikan hadiah terbaik dari kerajaan. Setelah menerima semua hadiah. Kaisar Jasper dan Michelina menyambutnya di ruang perjamuan. Banyak sekali hal yang di bicarakan oleh Raja Almos dengan jawaban yang di tulis oleh Kaisar Jasper. Lalu Marquess Azel yang membacakannya. Mereka juga ikut prihatin atas Kaisar Jasper yang sakit.


Michelina yang merasa di perhatikan, ia mencari mata itu dan tatapannya mengunci seorag laki-laki yang tengah memandanginya.


Kenapa aku merasa dia seperti Baginda?


Sesaat kemudian Michelina mengalihkan pandangannya. Ia ingat di kehidupan dulu Kaisar Jasper memiliki seorang saudara seayah tapi beda ibu. Ia kembali menatap laki-laki yang pernah dia temui.

__ADS_1


Apa benar dia saudara Baginda? jika benar ...


__ADS_2