Pembalasan Permaisuri Yang Dingin

Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
Rencana Kellin 2


__ADS_3

Kellin tersenyum samar, ia menatap wajah Kaisar Jasper yang masih biasa-biasa saja.


"Baginda,"


Kaisar Jasper menoleh, ia mengernyitkan dahinya. "Ada apa?" tanya Kaisar Jasper seraya menaruh gelas itu ke atas nampan yang di pegang oleh pelayan di sampingnya. Mata Kellin pun memperhatikan gelas itu yang di teguk habis. Matanya menatap ke arah pelayan yang mengangguk.


"Tidak apa Baginda, saya hanya menyapa Baginda."


Kaisar Jasper hendak melangkah, namun kepalanya terasa pusing dan badannya terasa panas.


"Baginda,"


Kaisar Jasper memberi kode pada Kellin agar tidak menyentuhnya.


Kellin menghentikan uluran tangannya yang hendak memegang lengan Kaisar Jasper. "Baginda, apa Baginda tidak enak badan?"


Kaisar Jasper menggeleng pelan, kepalanya terasa pusing, matanya berkunang-kunang. Dari jauh ia melihat Michelina yang menatapnya datar, tatapan datar seolah ada dendam di mata itu. Kaisar Jasper hendak melangkah, Kellin pun dengan cepat menahan tangan Kaisar Jasper.

__ADS_1


"Baginda,"


Mata Kaisar Jasper melihat tangan Kellin, perlahan ia mendongak. Permaisurinya tidak sedikit pun melangkah membantunya. Ia merasa Michelina semakin jauh darinya. Hatinya ragu, apa benar Michelina belum mencintainya dengan tulus? ia takut, hatinya dan pikirannya semakin ragu. Pikiran yang mengatakan jika istrinya tidak mencintai atau kah hati yang mengatakan jika Permaisurinya sangat mencintainya.


Kepalanya semakin pusing, ia ingin meminta tolong dan berteriak. Namun bibirnya seolah tak bisa bergerak sedikit pun. Air matanya keluar membasahi di sela-sela pipinya. Air matanya semakin deras, Michelina tega pada dirinya. Dia tidak bergerak sedikit pun di matanya tidak ada rasa khawatir atau pun takut.


"Michelina." Gumamnya lirih.


Sedangkan Michelina, air matanya menggenang di pelupuk matanya. Ia memalingkan wajahnya saat Kellin membantu Kaisar Jasper yang tak berdaya.


Michelina bimbang, ia ingin melangkah. Seharusnya dia senang, ini lah yang dia inginkan meninggalkan Kaisar Jasper dengan perempuan seperti Kellin, memisahkan Zoya dan Kaisar Jasper. Namun hatinya sekarang tidak bisa menjalankan dendamnya. Selama ini ia berpura-pura mencintai, cinta mengalahkan kebenciannya.


"Permaisuri." Lucilla merasa heran, junjungannya tidak bergerak sedikit pun. Ada rasa bimbang di matanya. Ia khawatir, Kaisar Jasper tidak bisa di tolong.


Sementara di dalam ruangan.


Kellin membaringkan tubuh Kaisar Jasper. Ia tersenyum kemenangan. Laki-laki di depannya tidak berdaya. Matanya yang sayu menyimpan penuh kemarahan. Kellin membelai pipi Kaisar Jasper dengan penuh sayang. "Apa Baginda merasakan sesuatu? tenang saja Baginda, saya akan membantu Baginda."

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga, Kaisar Jasper beringsut duduk, ia langsung mendorong Kellin dengan kasar. Membuatnya jatuh ke lantai. Kellin tertawa, obat yang ia beli dengan sangat mahal menguntungkan rencananya. Ia tidak rugi membeli obat itu walaupun hanya sekecil jari jempol anak yang baru lahir.


Kellin berdiri, ia tertawa. "Berteriaklah Baginda, kamu tidak akan mampu." Ucapnya terkekeh. Obat perangsang itu bercampur dengan obat yang membuat bisu sesaat. Efeknya tidak akan lama. Ia menuangkan satu botol kecil itu ke dalam minuman Kaisar Jasper. Ia yakin efeknya akan lebih lama.


"Kamu, dasar wanita murahan." Teriak Kaisar Jasper. Namun ia tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun. Ia memegangi lehernya, dadanya semakin sesak. Ia tidak tau, apa yang akan terjadi malam ini. Ia berharap Michelina mau menolongnya.


Kellin tertawa melihat Ketidakberdayaan Kaisar Jasper. "Berteriaklah Baginda, berteriaklah. Permaisuri mu itu tidak akan bisa menolong Baginda."


Tubuh Kaisar Jasper bergetar, matanya memerah, kesedihan dan amarah bercampur menjadi satu di seluruh tubuhnya. Dalam hatinya ia berdoa ada seseorang yang mau menolongnya. Dan hatinya lebih menginginkan Michelina. Bayangan saat Michelina dan dirinya bertengkar, saat ia mendekap, saat ia memeluk. Wanita itu tersenyum tanpa benci. Lalu sekarang, wanita itu hanya diam saja saat dirinya di bawa oleh wanita ular di depannya.


Kellin semakin menggila, ia tidak sabar menyentuh tubuh Kaisar Jasper. Dengan satu gerakan lihainya, ia menurunkan resleting gaunnya secara perlahan. Gaun berwarna biru itu semakin melosot, belahan dadanya pun terlihat. Ia maju selangkah demi selangkah menuju ranjang Kaisar Jasper.


Tubuh Kaisar Jasper semakin bergetar, tubuhnya terasa terbakar. Ia menggigit bibir bawahnya, lagi-lagi ia mendorong Kellin dan hendak berdiri. Dan lagi-lagi Kellin berdiri, mendorong tubuh Kaisar Jasper. Ia yakin, tubuh Kaisar Jasper semakin lemah dan tidak akan bisa melawannya. Karena obat perangsang itu bukanlah obat perangsang biasa, tubuhnya bisa diam atau lumpuh sesaat dan bisu sesaat. Kellin membuka kancing Kaisar Jasper dengan cepat, satu kancing terlepas.


"Kellin,"


Teriakan itu membuat Kellin menganga, sementara Kaisar Jasper menjatuhkan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2