Pembalasan Permaisuri Yang Dingin

Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
Kebenaran Di Masa Lalu


__ADS_3

Setelah selesai makan Michelina mencari keberadaan Ibu Suri. Ia menanyakan pada para pelayan dan pelayan pun menjawab jika Ibu Suri berada di kediamannya karena merasa tidak sehat. Michelina bergegas menuju kediaman Ibu Suri. Sesampainya di depan pintu, ia melihat kedua pelayan menunduk.


"Apa Ibu Suri baik-baik saja?"


"Kami sudah menawarkannya Permaisuri, tapi Ibu Suri menolak keras."


Michelina mengerti, apa yang di alami oleh Ibu Suri bukan luka luar, tapi luka dalam. Mungkin sekarang Ibu Suri pasti merenungi kejadian masa lalu. Dulu, ia lah yang menghiburnya? Ibu Suri menangis saat dia tau anak dari suaminya datang ke istana, meminta identitasnya sebagai seorang Pangeran.


Dulu ia juga pernah mendengarkan kabar. Jika putra dari Kaisar terdahulu tidak menerima sebuah kasih sayang karena sang ibu yang bergonta ganti pria. Banyak sekali rumor tentang Pangeran Andry.


"Ibu,"


Ibu Suri menoleh, ia buru-buru menghapus air matanya dan tersenyum. "Apa ada sesuatu yang kamu butuhkan Permaisuri?"


"Chelin tidak butuh apa-apa Ibu," Michelina bisa melihat mata itu kembali menangis. "Chelin hanya butuh seorang Ibu yang mau berbagi dengan putrinya. Apa Ibu bisa mengatakannya pada Chelin?" Michelina berjongkok. "Aku putri Ibu kan, tolong berbagi dengan putri mu ini, Bu."


Ibu Suri tidak bisa menahan tangisnya lagi, ia memeluk Michelina yang berada di depannya itu. Tubuhnya bergetar, semua kejadian di masa lalunya terulang kembali. Jika memang benar ia merasakan bersalah.


"Aku akan membantu Ibu mencari informasi tentangnya. Katakan, dimana dia Bu? apa Ibu mengenali sesuatu tadi?"


Ibu Suri melepaskan pelukannya, dia mengangguk. "Ada seseorang yang mirip dengan Baginda, wajahnya sama. Apa kamu tidak melihat Viscount Andry tadi. Dia begitu mirip dengan Baginda dan aku merasa dia lah orangnya. Ayah mu selalu berkata Permaisuri. Apa yang di lakukannya di masa lalu adalah kesalahan dan kebenarannya, dia di jebak oleh wanita itu." Ucap Ibu Suri tergugu di tengah tangisnya.


"Aku akan membantu mu Ibu, aku akan meminta ayah untuk menyelidikinya. Sebaiknya Ibu dekati dia."


Ibu Suri semakin menangis. "Aku tidak bisa, setiap aku melihatnya aku merasa sakit hati Permaisuri. Aku sangat membencinya."


Michelina menggenggam kedua tangan Ibu Suri. "Bu, anak itu tidak tau apa-apa. Cobalah Ibu menghilangkan semua kebencian di hati Ibu. Bukankah Ibu akan merasa lega," Michelina melirik ke arah kiri. "Lagi pula dia membutuhkan kasih sayang Ibu." Gumam Michelina yang masih bisa di dengarkan oleh Ibu Suri.

__ADS_1


"Apa maksud Permaisuri?"


Michelina tersenyum, "Tidak apa-apa Ibu, bukankah dia juga akan membutuhkan kasih sayang Ibu."


Ibu Suri tak menjawab, ia menolak, dirinya bukanlah ibu kandungnya. Dia tidak akan mengharapkan kasih sayang darinya. "Aku bukan Ibu kandungnya Permaisuri."


"Kita tidak perlu memandang kasih sayang Ibu kandung atau bukan. Terkadang Ibu Kandung sendiri malah membenci anaknya." Michelina bangkit dari posisi jongkoknya. Ia memundurkan selangkah kakinya. "Cobalah mendekatinya Ibu, Ibu akan tau hatinya."


"Hormat saya Permaisuri. Baginda mencari Permaisuri." Ucap seorang pelayan menyela pembicaraan mereka.


"Temui Baginda Permaisuri."


Ibu Suri merenungi perkataan Michelina. Ada rasa khawatir di hatinya ketika Michelina mengatakan membenci anaknya. Sebenarnya apa yang terjadi pada putranya itu.


Ibu Suri pun keluar dari kediamannya. Ia mencari sosok yang ia khawatirkan. Benarkah dia putranya atau bukan? hatinya mengatakan laki-laki itu putra dari suaminya. Melihat wajahnya saja yang sangat mirip. Hatinya sangat yakin.


Ibu Suri menghentikan langkahnya, ia belum sadar jika laki-laki itu sudah memberikan hormat.


"Ibu Suri."


Ibu Suri tersadar saat pelayan di sampingnya memanggilnya.


"Senang berjumpa dengan Ibu Suri." Ujarnya tersenyum


Tuhan dia benar-benar mirip batin Ibu Suri dengan mata berkaca-kaca.


"Ibu Suri kenapa? apa ada sesuatu yang membuat Ibu Suri bersedih?" tanya Viscount Andry.

__ADS_1


"Tidak ada, kamu mau kemana? Apa kamu bisa menemani ku?"


Viscount Andry keheranan, ia sempat berfikir. Lalu mengangguk. Sepertinya kali ini memang tidak bisa menghindarinya. Wanita di depannya tidak seperti di ceritakan oleh ibunya yang haus kekuasaan dan kebencian. Satu hari yang lalu, ia baru menerima sebuah kebenaran. Ibunya pernah menikah dengan seorang Kaisar. Lalu demi istrinya, dia meninggalkan sang ibu yang tengah mengandung. Pantas saja selama ini dia tidak pernah tau siapa Ayahnya. Saat ibunya mendengarkan jika dirinya akan ke istana Kekaisaran. Ibunya yang baru datang bersama dengan pacarnya yang silih bergonta ganti pun menceritakannya. Ibu yang selalu ia harapkan dengan kasih sayang, menyakitinya, memukulnya. Bahkan mengatakan jika dirinya pembawa sial.


Bukan tujuannya datang kesini mencari sebuah kekuasaan, tapi karena rasa tanggung jawabnya pada Raja Almos.


"Kamu mirip dengan seseorang Viscount,"


Viscount Andry tersenyum sinis. "Mirip seseorang, apa itu mirip dengan masa lalu?"


Ibu Suri menatap dalam laki-laki di depannya. Perkataannya seolah ingin menusuknya. Ibu Suri memalingkan wajahnya, kemudian melanjutkan langkahnya.


"Kamu benar mirip dengannya,"


Viscount Andry mengeplakan tangannya, gara-gara wanita di depannya, ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.


"Nama Ibu Ku Ava."


Deg


Ibu Suri menghentikan langkah kakinya. Ia teringat nama itu saat suaminya mengucapkan nama itu.


"Gara-gara dirimu, aku tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, gara-gara dirimu ... "


"Cukup !" teriak Michelina yang mendengarkan Viscount Andry membentak Ibunya.


"Kamu tidak tau kebenarannya Viscount Andry, kamu tidak tau apa ujungnya. Pantas jika Ibu Suri merasakan sakit hati. Istri mana yang tidak sakit hatinya ketika seorang suami mengatakan jika dia memiliki istri lain. Jika itu dirimu, bagaimana kamu bisa menghadapinya? Maaf, lagi pula ibu mu sering gonta ganti pria dan Baginda Kaisar juga sudah tau, dia di jebak oleh Ibu mu dan pada saat itu ibu mu sedang hamil serta sebuah kebenaran dimana ibu mu memiliki wanita lain. Siapa yang akan mau mengakui mu Viscount Andry. Posisikan dirimu pada Ibu Suri dan Baginda Kaisar. Jangan hanya memposisikan dirimu pada ibu mu." Ucap Michelina membuat semuanya bungkam. Sementara Kaisar Jasper tersenyum kecut saat mendengarkan penjelasan istrinya. Ia mengikuti langkah Michelina untuk mencari ibunya.

__ADS_1


__ADS_2