
"Baginda," Marquess Azel merasa khawatir, ia mondar-mandir di depan pintu Michelina. Hatinya takut terjadi sesuatu pada Kaisar Jasper dan benar saja, pintu di sampingnya terbuka memperlihatkan laki-laki kokoh, matanya memerah seperti sedang habis menangis.
Kaisar Jasper memijat pelipisnya, lalu mendongak, "Ada apa?"
"Bagaimana keadaan Baginda?" tanya Marquess Azel berbalik bertanya.
Kaisar Jasper pun memegang bahu Marquess Azel. "Aku tidak apa-apa, hanya kelelahan." Kilahnya berbohong.
Jujur saja, ia benci pada Kaisar yang lemah karena Permaisuri Michelina. Kaisar Jasper tidak akan lemah oleh apa pun, tapi sekarang. Ia takut, hubungan dengan Permaisuri yang tidak baik akan mempengaruhi kesehatannya.
"Sebaiknya Baginda istirahat, nanti malam saya akan datang kembali."
"Katakan saja, apa sangat penting?" tanya Kaisar Jasper.
"Hanya masalah pesta pasangan Baginda,"
Kaisar Jasper menggaruk dahinya yang tak gatal, ia lupa pesta pasangan akan di adakan setiap setahun dua kali saat penyambutan musim semi dan musim dingin. "Aku lupa belum menyiapkan gaun untuk Permaisuri."
"Hah," Marquess Azel menganga, seumur hidup pun ia tidak pernah melihat Kaisar Jasper menyiapkan gaun untuk wanita apa lagi Permaisuri. Lagi pula, masalah gaun sudah ada kepala pelayan istana yang bisa mendatangi seorang desain gaun yang paling baik. Ia ingin sekali mencuci otak Kaisar Jasper agar terbangun.
"Hanya itu kan yang ingin kamu bicarakan. Aku akan kembali berbicara dengan Permaisuri." Kaisar Jasper langsung berbalik dan menutup pintu dengan kasar.
Marquess Azel tak berkutik, ingin mencegah dan meluangkan waktunya dengan Kaisar. Namun tak seperti yang di harapkan.
"Permaisuri, Permaisuri." Panggil Kaisar Jasper, ia melihat ke arah ranjang tidak ada. Maka Permaisurinya sudah pasti berada di balkom.
Michelina berbalik dan tersenyum, "Iya, Baginda. Ada apa?" tanya Michelina.
"Permaisuri, aku ingin kamu menjadi patner dansa ku. Semua orang akan menggunakan topeng dan ..."
__ADS_1
Michelina meraba pipi kanan Kaisar Jasper. "Baiklah, Permaisuri mu ini akan menjadi pasangan yang paling cantik untuk Baginda." Ucap Michelina seraya mengelus pipi Kaisar Jasper. Matanya yang sembab membuat ulu hatinya merasakan sakit.
"Permaisuri, jadilah Patner hidup ku bukan hanya Patner dansa ku."
Kaisar Jasper memeluk Michelina. Lucilla yang melihat itu pun undur diri dengan memberikan hormat tanpa berbicara.
"Sayang, aku akan mendatangkan desainer yang terkenal di Kekaisaran ini."
Michelina mengangguk, ia hampir lupa jubah untuk Kaisar Jasper setelah pulang dari kerajaan Almos. Michelina menarik lengan Kaisar Jasper menuju lemarinya. Ia membuka lemarinya dan mengambil sesuatu di dalamnya.
Michelina langsung membuka jubah merah yang melekat di tubuh Kaisar Jasper. Lalu menggantikannya dengan jubah biru berlambang emas khas kekaisaran. "Sangat cocok,"
"Terima kasih,"
Sekali lagi Kaisar Jasper memeluk Michelina. Ia tidak bisa menahan air matanya. Senang atas pemberian Michelina. Ia akan menjaga jubah itu dengan baik-baik. "Terima kasih Permaisuri."
"Baiklah, dengan senang hati." Kaisar Jasper tertawa.
Michelina hanya tersenyum samar. Ia menyesal atas sikapnya tadi. "Maaf untuk tadi Baginda."
Kaisar Jasper menunduk, "Tidak masalah, Permaisuri memang membutuhkan waktu. Aku akan menunggu waktu itu. Terima kasih, Permaisuri masih menghargai ku sebagai suami Permaisuri."
"Mari kita memulai dari awal, aku ingin memulainya dari awal. Dan untuk Kellin, aku harap Baginda bersabar sampai pesta pasangan itu berlangsung."
"Dengan senang hati Permaisuri ku." Kecupan hangat begitu dalam dan singkat di dahinya itu membuat pikiran dan hati Michelina tenang seketika.
Silahkan mampir jika berkenan.
#Permaisuri Sang Penguasa
__ADS_1
#Selir Yang Terbuang
#Mandadak Selir
#Putri Mahkota Yang Terbuang (Terbit)
#Permainan Sang Permaisuri
#Permaisuri Jahat !
#Oh, Kaisar Ku
#Istri Kontrak Kaisar Kejam
#Paman, Duke
#Istri Pengganti Sang Duke
#Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
#Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
#lapak orenz / aplikasi W A T T P A D
#Istri Kedua Sang Duke
#Istri Kontrak Ke Empat Pangeran.
__ADS_1